Budidaya Tanaman Jeruk Bagi Pemula

Budidaya jeruk merupakan salah satu praktik bercocok tanam yang tidak begitu susah dilakukan. Sudah banyak masyarakat yang membudidayakan tanaman berbuah asam manis segar ini. Tentu saja memetik buah dari kebun sendiri sangat menyenangkan. Namun tidak semua berhasil dalam membudidayakannya, terlebih lagi baru pertama kali dan minim pengetahuan. Padahal budidaya itu memperhatikan mulai dari pembibitan, penanaman, pemupukan, perawatan, hingga panen. Kurangnya pengetahuan malah mendatangkan kekecewaan seperti tanaman tidak berbuah bahkan bisa sampai mati. Bagi yang ingin berhasil dan tak pernah putus asa untuk mencoba, berikut informasi budidaya jeruk bagi pemula.

Pembibitan

Baiknya bibit yang digunakan merupakan hasil perbanyakan vegetatif berupa sambungan tunas dan pucuk. Syarat bibit yang digunakan adalah bebas penyakit, diameter batang 2-3cm, permukaan batang halus, akar serabut banyak dan akar tunggang berukuran sedang. Pembibitan secara vegetatif memiliki keuntungan yang sama dengan sifat induknya dan cepat berbuah, namun lebih lemah dan tumbuh pendek. Sedangkan bibit secara generatif memiliki keuntungan lebih kuat, umurnya lebih lama dan dapat memperoleh varietas baru. Sedangkan kekurangannya adalah ada kemungkinan segregasi dan lambat berbuah.

[Baca juga: Jenis Jeruk yang Cocok Ditanam di Pekarangan]

Penanaman

Tanaman jeruk apabila ditanam di pekarangan perlu jarak tanam 4 hingga 5 meter dari tanaman lain. Lubang tanam dibuat pada tanah yang belum diolah dan dibuat 2 minggu sebelum tanam. Tanah diolah dengan penambahan pupuk kandang sebanyak 20 kg. Media tanam yang digunakan berupa campuran dari tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 3 atau 1 : 4, selain itu juga diberi tambahan campuran TSP, KCl dan Kalium Sulfat dengan takaran masing-masing sebanyak 1 kg. Bibit yang dipindah tanamkan setelah bibit berusia 1 tahun dengan panjang 70 cm. Jika menamam dalam jumlah banyak aeperti tipe kebun memerlukan penyulaman. Penyulaman dilakukan ketika ditemukan bibit yang mati atau tumbuh abnormal, pada umur antara 15 – 30 hari setelah tanam. Penyiangan dilakukan ketika tanaman pengganggu (gulma) tumbuh disekitar tanaman jeruk terutama ketika tanaman jeruk masih muda (periode kritis). Pembumbunan dilakukan dengan membumbun tanah di sekitar perakaran untuk menyediakan tanah tetap di sekitar perakaran.

Pemupukan

Tujuan pemupukan untuk meningkatkan kualitas tanah yang dibutuhkan tanaman. Jika hara tanah tersedia maka tanaman dapat tumbuh optimal. Pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun, yaitu setelah panen dan 4 bulan kemudian. Adapun pemupukan yang disarankan adalah:

Tabel Rekomendasi Pemupukan

Usia setelah pindah tanam

Macam pupuk dan dosis/tanaman

Urea (gr)

ZA (gr)

TSP (gr)

ZK (gr)

Dolomit (gr)

Pupuk kandang (kg)

1 bulan

100

200

25

100

20

20

2 bulan

200

400

50

200

40

40

3 bulan

300

600

75

300

60

60

4 bulan

400

800

100

400

80

80

5 bulan

500

1000

125

500

100

100

6 bulan

600

1200

150

600

120

120

7 bulan

700

1400

175

700

140

140

8 bulan

800

1600

200

800

160

160

>8 bulan

>1000

2000

200

800

200

200

Pemangkasan

Seperti tanaman pada umumnya, jeruk memerlukan tindakan pemangkasan. Pemangkasan dibedakan menjadi 2 macam:

  1. Pemangkasan bentuk, yaitu dilakukan pada tanaman yang belum produksi (0-3 bulan). Tujuannya untuk membentuk kerangka atau struktur percabangan tanaman yang diinginkan. Bentuk percabangan yang ideal dengan format 1-3-9.
  2. Pemangkasan pemeliharaan dilakukan saat umur produktif (>3 tahun) setelah panen. Manfaatnya adalah untuk mengurangi terjadinya fluktuasi pembuahan tahunan, mempertahankan iklim mikro dan meningkatkan umur produktif tanaman.

Hama dan Penyakit

Ada saja cobaan dalam budidaya, diantaranya munculnya organisme pengganggu tanaman (OPT). Agar alam tetap lestari hama-penyakit yang menyerang dapat kita kendalikan. Supaya pengendalian dilakukan dengan tepat maka perlu diketahui macam-macam OPT tanaman jeruk.

Hama

  • Kutu Loncat (Diaphorinacitri), menyerang tangkai, kuncup daun, tunas, dan daun muda. Gejala tunas keriting sehingga tanaman mati.
  • Kutu daun (Toxopteracitridusaurantii, Aphisgossypii.), menyerang tunas muda dan bunga dengan gejala daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa
  • Penggerek buah (Citripestissagittiferella.) Bagian yang diserang adalah buah. Gejala lubang yang mengeluarkan getah.
  • Kutu penghisap daun (Helopeltisantonii.)Bagian yang diserang adalah daun.Gejala bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas, bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis.
  • Thrips (Scirtotfripscitri.) Bagian yang diserang adalah tangkai dan daun muda. Gejala helai daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur.

Penyakit

  • CVPD (bakteri seperti organisme dengan vektor kutu loncat Diaphorinacitri). Menyerang bagian floem batang. Gejala daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji rusak dan pangkal buah berwarna oranye.
  • Busuk buah (Penicillium spp. dan Phytophtora citriphora), bagian yang diserang adalah buah. Gejala terdapat tepung-tepung padatberwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit.
  • Jamur upas (Upasia salmonicolor), bagian yang diserang adalah batang. Gejalanya adalah retakan melintang pada batang dan keluarnya gom, batang kering dan sulit dikupas.

Pecah Buah

Selain itu kondisi lingkungan yang tidak mendukung dapat merusak buah hingga gagal panen. Sering terjadi buah jeruk mengalami pecah pohon. Ada dua alasan hal ini dapat terjadi. Masalah pertama adalah turunnya  hujan saat musim kemarau. Pada saat itu terjadi fluktuasi yang ekstrim dari kadar air, suhu dan kelembaban tanah secara nyata yang bisa menyebabkan pecah buah. Kedua adalah kekurangan hara tertentu khususnya Kalsium (Ca) dan Boron (B).

Saat kekurangan hara tersebut permeabilitas sel menjadi lemah. Ketika terjadi penyerapan air dan hara yang mendadak pada saat terjadi hujan setelah masa kering yang panjang tidak mempu diimbangi oleh sel kulit buah sehingga rentan terhadap terjadinya pecah buah. Tidak perlu khawatir, sudah ada teknologi pengendalian pecah buah pada jeruk.

Jeruk Pecah Pohon

Panen

Jika sudah semua tahapan dilalui maka tibalah saatnya untuk panen. Tanda-tanda buah jeruk yang siap dipanen pada umumnya adalah kulit buah telah menguning (hijau kekuning-kuningan) dengan warna yang menarik, sehat dan segar. Selain itu permukaan kulit buah halus dan tekstur agak lunak. Setelah melakukan panen sekalian dilakukan pemangkasan untuk meregenarasi tanaman.