Mengenal Rain Garden dan Cara Membuatnya

Rain Garden adalah area dangkal berupa taman yang dibuat untuk menangkap air hujan. Taman ini terdiri dari tanaman yang tahan dengan genangan air selama beberapa jam. Jika dirancang dengan benar, semua air dari limpahan hujan akan meresap ke tanah dalam waktu 48 hingga 72 jam. Rain Garden merupakan suatu cara untuk mengatasi resapan-resapan yang saat ini mulai sedikit akibat banyaknya pembangunan. Secara teknis taman menerima aliran air hujan yang tercemar dari permukaan yang keras seperti atap, trotoar, dan jalan. Fungsinya dapat menahan air hujan untuk waktu yang singkat, dengan dibiarkan meresap ke tanah secara alami. Selain itu tanaman dan tanah menghilangkan sebagian besar polutan sehingga air hujan dapat mengisi ulang air tanah dengan air bersih yang sehat.

Keuntungan Rain Garden

Menurut Warren County SWCD, Rain Garden meningkatkan jumlah air yang masuk ke tanah serta menghilangkan polutan dan mengisi ulang air tanah. Hal ini membantu melindungi danau dan sungai dengan mencegat air hujan di perkotaan yang meninggalkan permukaan kedap air dan mengambil polutan di sepanjang jalan. Polutan ini termasuk pupuk, daun dan rumput, sedimen, pestisida, oli dan cairan otomotif lainnya, dan bakteri dari hewan peliharaan serta kotoran satwa liar. Rain Garden juga mengurangi hilangnya hara tanah dari top soil, meningkatkan keindahan pekarangan dan menyediakan habitat yang berharga untuk burung, kupu-kupu dan banyak serangga yang bermanfaat.

Langkah-Langkah Membuat Rain Garden

1. Mengamati Lokasi

Pertama, sekeliling lahan dilihat dan dicari tahu dari mana arah air yang akan datang  (tandon, selokan,  jalan, teras atau trotoar). Rain Garden harus dekat dengan sumber limpasan, setidaknya 5-10 meter dari bangunan rumah. Adanya pohon di sekitarnya disadari, jangan sampai mengganggu akar yang sudah ada. Sebelum menggali tanah, dipahami betul bahwa di lokasi tersebut tidak ada pipa, kabel, atau apa saja yang dianggap penting. Kemudian aliran air dipertimbangkan (perkirakan saat air meluap ketika air melebihi kapasitas) akan dialirkan kemana.

2. Mengetahui Jenis Tanah

Tujuan Rain Garden adalah untuk memindahkan air hujan berlebih ke tanah daripada membiarkan mengalir dan kehilangan top soil (bagian tanah yang subur) karena terkikis. Rain Garden tidak akan berfungsi dengan baik jika kapasitas infiltrasi tanah kurang dari 0,5 hingga 1 mm per jam. Jika kapasitas infiltrasi tanah kurang dari angka tersebut, air yang datang akan sangat lama menghilang (meresap ke tanah) sehingga genangan akan mengalir ke tempat lain. Risiko yang muncul adalah hilangnya top soil hingga tanaman mati.

3. Persiapan Penggalian

Sebelum memulai pembuatan, sebaiknya disiapkan rancangannya terlebih dahulu. Untuk memulai penggalian,  bentuk taman diperkirakan. Lapisan atas yang ada dibersihkan dari rumput, dan digali ke dalam sedalam yang dibutuhkan (disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan digunakan). Jika diperlukan, komposisi tanah dapat dirubah seperti penggunaan kerikil atau pasir. Komposisi yang tepat memudahkan taman dalam menyerap air.

4. Menentukan Tanaman

Memilih tanaman sangat penting, karena mereka akan melakukan sebagian besar pekerjaan penyerapan air pada Rain Garden. Tanaman yang toleran terhadap banjir dan toleran kekeringan dipilih dengan tepat, karena taman tergenang dalam 24-48 jam dan sehari-hari tidak akan selalu hujan. Selain itu warna saat bunga mekar dan waktu pertumbuhan tanaman dipertimbangkan karena setiap tanaman memiliki waktu pertumbuhan yang tidak sama. Penggunaan tanaman asli daerah (lokal) dipertimbangakan, karena mereka lebih baik cocok untuk tanah dan iklim. Kultivar dari tanaman lokal juga bekerja dengan baik, karena mereka kemungkinan dapat hidup berdampingan dan menghasilkan kinerja yang lebih baik. Tanaman ditempatkan di lokasi menurut toleransinya terhadap air, tanaman yang lebih toleran harus ditempatkan terdekat dengan arah masuk air. Setelah ditanam, ditambahkan 2-3 mm lapisan mulsa seperti daun pinus jarum, sekam padi atau serbuk kayu. Fungsi mulsa untuk menjaga kelembaban dan mencegah keluarnya gulma.

5. Pengelolaan Air

Terakhir adalah tentang pengelolaan air. Rain Garden perlu disiram sepanjang musim tanam pertama. Tanaman akan tumbuh seiring waktu berjalan, tetapi menerapkan mulsa pada awal tahun adalah ide yang baik. Semakin lama mulsa akan berkurang dan diperlukan penambahan. Jika terbentuk suatu aliran air tertentu perlu segera diperbaiki. Perbaikan dapat dilakukan dengan menempatkan beberapa batu pada titik masuk untuk memperlambat dan menyebarkan air. Pada musim kemarau, daun-daun yang berguguran dibersihkan agar tidak memenuhi area taman. Pelabelan tanaman merukapan ide yang baik, terutama jika tidak yakin mana yang gulma ketika mereka bersemi kembali di musim hujan, atau dapat tanyakan pada teman dan tetangga yang lebih mengerti.