5 Jenis Ikan Lele Unggulan

Ikan lele, komoditas perikanan yang banyak dibudidayakan masyarakat / Flickr

Ikan lele merupakan komoditas perikanan yang banyak dibudidayakan masyarakat. Hal tersebut karena ikan lele mudah dibudidayakan dan cenderung tahan pada berbagai kondisi perairan. Ikan lele dicirikan dengan tubuh licin berlendir, bersungut di sekitar mulutnya dan memiliki sepasang patil yang tajam dan beracun. Berikut ini beberapa jenis lele unggulan yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat.

  1. Lele Lokal

Sebelum banyak jenis ikan lele yang muncul di Indonesia, lele lokal telah banyak dikenal dan dibudidayakan masyarakat. Namun saat ini budidaya lele lokal mulai berkurang karena lele lokal ini pertumbuhannya cenderung lambat sehingga dirasa kurang menguntungkan, apalagi setelah munculnya berbagai varietas lele lain yang lebih unggul. Lele lokal dikenal juga sebagai lele jawa karena ikan lele lokal ini berasal dan banyak dijumpai di Jawa.  Selain itu lele lokal ini juga dikenal sebagai walking catfish  karena kemampuannya berjalan di daratan menggunakan sirip pektoralnya untuk mencari makan atau lingkungan yang cocok.

Jenis ikan lele lokal belang hitam putih yang biasa dibudidayakan sebagai ikan hias / Flickr

Terdapat 3 jenis lele lokal, yaitu lele lokal hitam yang dibudidayakan untuk konsumsi, lele putih atau belang putih dan lele merah yang dibudidayakan untuk ikan hias. Lele lokal ini memiliki patil yang tajam dan beracun, apalagi saat usia mudanya. Apabila menyengat dapat mengakibatkan kematian pada mangsanya, sedangkan pada manusia dapat mengakibatkan bengkak dan demam.

  1. Lele Dumbo

Lele dumbo merupakan lele hasil persilangan antara lele asal Taiwan (Clarias fuscus) dengan lele asal Afrika (Clarias mosambicus). Lele jenis ini memiliki ukuran tubuh yang besar sehingga dinamai lele dumbo. Ikan lele dumbo memiliki warna hitam kehijauan pada tubuhnya, tetapi dapat berubah pucat dan timbul bercak hitam dan putih ketika ikan lele dumbo terkejut atau stres. Namun kondisi tersebut hanya sementara dan akan normal kembali ketika kondisi lingkungan sudah stabil. Tak seperti halnya ikan lele lain yang  senang membuat lubang, lele dumbo ini tidak suka membuat lubang sehingga cocok dibudidayakan di kolam tanah.

Jenis ikan iele dumbo yang populer dan banyak dibudidayakan / Fishbase

Patil lele dumbo tidak terlalu beracun bila dibandingkan dengan lele lokal, sedangkan sungutnya lebih panjang. Lele dumbo ini merupakan jenis ikan lele yang cukup populer dan banyak dibudidayakan karena ukurannya yang besar dan pertumbuhannya yang cepat. Ikan lele dumbo ini dapat memiliki tubuh yang lebih besar 6-8 kali panjang standar dibandingkan lele lokal. Selain itu keunggulan lain yang dimiliki lele jenis ini yaitu jumlah telur banyak, lebih tahan penyakit, mudah beradaptasi dan mudah dibudidayakan. Akan tetapi tekstur ikan lele dumbo cenderung lebih lembek dan dirasa tidak seenak lele lokal. Kelemahan lain dari lele dumbo adalah ukuran benihnya yang sering kali tidak seragam sehingga pertumbuhan ikan lele dumbo tidak sama. Untuk menyamakan ukuran, waktu budidaya yang diperlukan lebih lama sehingga pakan yang dibutuhkan semakin banyak dan mengakibatkan kenaikan biaya produksi.

  1. Lele Sangkuriang

Lele sangkuriang merupakan varietas unggulan dari lele dumbo. Seperti halnya cerita rakyat sangkuriang, lele sangkuriang merupakan lele hasil perkawinan antara lele dumbo jantan F6 (generasi keenam) dengan indukan lele dumbo betina F2 (generasi kedua). Sifat-sifat unggul yang muncul dalam lele sangkuriang antara lain kemampuan bertelur yang tinggi (40-60 butir per sekali pemijahan), lebih tahan penyakit, dapat dipelihara dalam kondisi air yang minim, dan kualitas daging yang lebih baik.

Jenis lele sangkuriang mirip dengan lele dumbo, bahkan ukurannya lebih besar. Lele sangkuriang memiliki laju pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan lele dumbo dan konversi pakannya yang lebih rendah yaitu mencapai 0,8, sedangkan konversi pakan lele dumbo umumnya >1. Lele sangkuriang ini memiliki bentuk mulut yang lebih lonjong, matanya kecil, bentuk badan lebih bulat dan warnanya cenderung abu-abu. Ukuran benih lele sangkuriang cenderung seragam atau homogen sehingga waktu budidaya yang dilakukan pun sama. Kelemahan lele jenis sangkuriang ini adalah tidak dapat membenihkan dari indukannya karena dapat menurunkan kualitas ikan yang dihasilkan. Oleh karena itu pembenihan harus dilakukan dengan persilangan balik. Selain itu lele sangkuriang kurang cocok untuk dibudidayakan di tempat yang panas, untuk menyiasatinya permukaan air budidaya dapat diberi tanaman air seperti eceng gondok yang dapat menutupi 50% permukaan air.

  1. Lele Phyton

Lele phyton merupakan varietas lele unggulan baru yang disebut-sebut sebagai pengganti lele dumbo setelah lele sangkuriang. Ikan lele jenis ini merupakan hasil perkawinan antara indukan betina lele eks Thailand (lele D89F2) dengan induk jantan lele dumbo F6. Dari perkawinan tersebut dihasilkan ikan lele yang mempunyai ciri mulut kecil, kepala pipih memanjang dengan warna yang cerah seperti ular phyton sehingga dinamai ikan lele phyton. Ciri lain ikan lele phyton memiliki punuk di belakang kepala, ekor bulat, dan sungut lebih panjang dibandingkan dengan lele dumbo biasa. Lele phyon ini merupakan varietas lele baru hasil ‘coba-coba’ pembudidaya, tetapi telah diakui oleh pemerintah.

Keunggulan lele phyton dibandingkan varietas lele lainnya adalah kemampuannya bertahan dalam suhu ekstrim baik panas maupun dingin. Selain itu pertumbuhan dan masa panennya relatif lebih cepat di mana benih ukuran 7-8 membutuhkan waktu 50-55 minggu untuk mencapai ukuran konsumsi, atau benih ukuran 9-10 mencapai ukuran konsumsi dalam waktu 40-45 hari. Keunggulan lainnya yaitu, telur yang dihasilkan banyak dan daya tetasnya tinggi, lebih tahan penyakit, mudah dibudidayakan dan daging lele phyton ini memiliki cita rasa gurih dengan tekstur daging yang padat dan minim lemak.

  1. Lele Mutiara

Ikan lele mutiara merupakan ikan lele unggulan yang cukup baru, yaitu baru dirilis pada tahun 2015 lalu sehingga mungkin belum banyak dikenal. Jenis ikan lele ini merupakan strain baru lele Afrika yang memiliki keunggulan karakteristik budidaya yang lengkap dengan mutu tinggi tiada tara sehingga dinamai ikan lele mutiara. Lele mutiara ini dibentuk dari berbagai jenis ikan lele sebelumnya, yaitu lele mesir, phyton, sangkuriang dan dumbo lokal untuk mendapatkan sifat-siat unggul.
Ikan lele mutiara memiliki banyak keunggulan seperti laju pertumbuhan yang tinggi hingga 40% dibandingkan lele yang saat ini dibudidayakan pembudidaya. Dengan persentase laju pertumbuhan itu, waktu pemeliharaan dapat lebih singkat. Bibit ukuran 5-7 cm dapat dipanen dalam waktu 45-50 hari dengan keseragaman ukuran mencapai 80%. Konversi pakan lele mutiara juga rendah yaitu 0,6-1, sehingga lebih hemat pakan. Keunggulan lainnya adalah ketahanan terhadap penyakit cukup tinggi dan stabilitas karakteristik morfologis. Lele mutiara ini memiliki keragaman genetis yang tinggi dengan tingkat inbreeding yang relatif rendah serta tidak menunjukkan penurunan keragaman genetis selama proses seleksinya sehingga stabilitas karakteristik morfologisnya juga relatif tinggi.