8 Fintech di Bidang Pertanian

Fintech / rainforest-alliance.org

Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang semakin maju menawarkan banyak kemudahan dalam setiap aspek kehidupan. Dahulu diperlukan banyak orang untuk menyelesaikan pekerjaan yang berat. Saat ini banyak pekerjaan yang dapat digantikan dengan mesin karena dinilai lebih efisien. Terbukti dengan industri yang tumbuh dan berkembang. Tidak hanya di bidang industri, kemajuan teknologi kini juga memberikan kemudahan di bidang ekonomi. Fintech atau financial technology merupakan salah satu inovasi digital di bidang ekonomi. Inovasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang, termasuk pertanian.

[Baca juga: LEIT, Teknologi Alternatif Hindari Ancaman Lingkungan Serius]

Sebelum kegiatan pertanian diperlukan modal untuk dapat melaksanakan produksi. Bagi petani, terutama yang memiliki luas lahan kecil akses untuk memperoleh modal masih sulit. Pengajuan pinjaman modal ke lembaga perbankan harus melalui administrasi dan memerlukan jaminan. Rumitnya birokrasi seringkali membuat petani enggan untuk mencari pinjaman dari bank. Tak jarang petani kemudian mencari modal dari pihak lain, meskipun bunga yang diberikan tinggi. Diperlukan sebuah solusi berupa alternatif pinjaman modal yang mudah dan menguntungkan bagi petani. Di Indonesia sudah ada beberapa startup di bidang fintech yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan modal. Masing-masing memiliki penawaran dengan model yang berbeda-beda seperti crowdfunding, crowdsharing, investasi, crowdseaching dan lain sebagainya.

iGrow

iGrow merupakan sebuah platform untuk membantu petani lokal karya Andreas Sanjaya, Muhaimin Iqbal dan Jim Oklahoma. Berdiri pada tahun 2014, saat ini iGrow telah membantu 2200 lebih petani di 1197 hektar lebih lahan. iGrow memberikan fasilitas kepada petani untuk bisa memperoleh modal. Modal yang diberikan diperoleh dari orang yang melakukan investasi kepada iGrow. Petani yang ingin menjadi mitra harus mengisi formulir terlebih dahulu.  Data yang dicantumkan memuat detail lahan beserta luasannya, komoditas dan keahlian yang dimiliki oleh petani. Fasilitas keuangan yang ditawarkan oleh iGrow ini aman dan sudah terdaftar serta diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Selain modal, iGrow juga dilengkap dengan fitur-fitur lain yang bermanfaat untuk menambah wawasan pertanian.

Eragano

Berawal dari kepedulian terhadap petani, Eragano hadir membawa optimisme pertanian yang lebih baik. Berdiri pada tahun 2015, Eragano membangun pertanian dengan sistem pemderdayaan. Fasilitas yang ditawarkan oleh Eragano yaitu pendanaan, budidaya dan penjualan panen melalui teknologi. Dari segi pendanaan, Eragano membantu petani agar terhubung dengan fasilitas pinjaman mikro. Petani yang ingin memperoleh pinjaman harus mengisi formulir yang nantinya akan diproses oleh tim Eragano. Jika sudah sesuai dengan ketentuan, maka petani berak memperoleh pinjaman dengan bunga rendah. Selama proses pengembalian pinjaman juga bersifat transparan dan terpantau dengan teknologi yang telah Eragano buat. Karya Stephanie Jesselyn dan Aris Hendrawan ini telah membantu 1000 lebih petani di daerah Sumatera, Jawa, Sulawesi, NTB dan NTT dengan total luas lahan lebi dari 1000 hektar. Tidak hanya membantu petani, Eragano juga ikut berperan dalam mensukseskan 4 poin SDGs (Sustainable Development Goals), yaitu No Proverty, Gender Equality, Decent Work and Economic Growth dan Responsible onsumption and Production.

Crowde

Berdiri pada tahun 2015, Crowde hadir sebagai platform permodalan yang mengelola dana masyarakat. Crowd-lending dipilih oleh Yohanes Sugihtononugroho dan Muhammad Risyad Ganis sebagai metode dari Crowde. Pada dasarnya Crowde akan memberikan pinjaman yang diperoleh dari investor. Salah satu keunggulan dari Crowde in adalah nominal investasi yang rendah, sehingga siapa pun dapat berinvestasi. Investasi dapat dilakukan melalui proyek-proyek yang ditawarkan. Tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga perikanan. Dana yang terhimpun akan disalurkan kepada petani. Petani yang telah memperoleh dana akan mulai bekerja sesuai dengan proyek yang telah ditentukan. Keuntungan yang diperoleh dari panen akan melalui skema bagi hasil antara petani dan pemberi modal. Selain fasilitas permodalan, Crowde juga memberikan fasilitas pemasaran. Keamanan melalui aplikasi ini sudah terdaftar dan juga diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Iwak.me

Iwak.me merupakan startup  yang bergerak di bidang budidaya ikan tawar. Didirikan oleh 5 mahasiswa Universitas Gadjah Mada pada tahun 2015. Metode awal yang digunakan adalah sharing economy. Sistem permodalan melalui iwak.me cukup mudah. Modal diperoleh dari investor yang masuk. Kemudian  diberikan kepada petani dan selama pengerjaannya akan didampingi oleh tenaga ahli.

Growpal

Sama dengan iwak.me, growpal juga bergerak di bidang perikanan. Growpal mempertemukan para pemilik modal dengan petani ikan. Keuntungan bagi keduanya akan diberikan dengan bagi hasil dari keuntungan bersih. Berkat platform yang didirikan oleh Paundra Noorbaskoro dan Ahmad Rizqy Akbar ini komoditas ikan kerapu dan udang bisa ekspor ke luar negeri. Selain itu Growpal juga sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Ternaknesia

Ternaknesia merupakan platform peternakan digital yang berdiri tahun 2015. Platform ini menghubungkan perternak dengan masyarakat dalam aspek permodalan, pemasaran dan manajemen. Jangkauan Ternaknesia saat ini yaitu mencakup wilayah Jawa, sebagian Sumatra dan Nusa Tenggara. Metode yang digunakan yaitu bagi hasil dari keuntungan bersih untuk pemberi modal dan peternak.

Bantu Ternak

Bantu Ternak berdiri tahu 2016. Sama dengan Tenaknesia, Bantu Ternak juga bergerak di bidang peternakan. Sistem yang digunakan juga serupa. Petani yang ingin memperoleh bantuan modal dapat mengisi formulir yang telah disediakan oleh Bantu Ternak. Data yang dimasukkan akan diversifikasi dan survei lapangan oleh tim. Tidak hanya bantuan modal, peternak juga bisa mendapatkan pendampingan dari Bantu Ternak.

Zare.id

Zare.id berdiri pada tahu 2017. Meskipun belum sebesar iGrow, Eragano dan Crowde, platform ini memiliki keunggulannya tersendiri. Metode yang digunakan adalah crowdsharing pertanian organik. Zare.id memiliki beberapa paket donasi yang bisa dipilih oleh changer (sebutan bagi invetor). Masing-masing paket donasi memiliki fasilitas yang berbeda-beda. Paket donasi tersebut nantinya menjadi modal yang akan diberikan kepada petani. Modal yang diberikan dapat berupa uang atau peralatan pertanian. Selain berinvestasi, changer juga bisa terlibat dalam kegiatan pertanian yang dilakukan.