Aglaonema sebagai Tanaman Hias yang Berpeluang Bisnis

Bisnis tanaman hias ternyata tidak kalah menarik dengan bisnis tanaman pangan yang sudah umum dilakukan banyak orang. Dengan sentuhan bisnis yang tepat, seperti promosi dan segmentasi pasar yang jelas maka bisnis tanaman hias mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar dan cepat. Namun, dalam dunia bisnis tanaman hias yang menjadi kendalanya adalah harga yang cenderung berfluktuatif, sehingga usaha ini sering dihindari bagi para pemula.

[Baca juga: Tips Memilih Tanaman Hias untuk Pekarangan Rumah]

Tidak sedikit orang yang sukses dalam bisnis tanaman hias. Banyak tanaman hias yang memiliki prospek yang bagus dan tergantung bagaimana kita melihat peluang bisnis dari tanaman hias tersebut. Salah satu jenis tanaman hias yang memiliki peminat yang jumlahnya terus meningkat adalah aglaonema. Aglaonema memiliki karakter yang unik serta keindahan yang menawan. Ditambah, tanaman ini juga memiliki harga atau nilai ekonomis yang bisa dibilang stabil dibanding tanaman hias lainnya. Kecenderungan peningkatan peminat tersebut juga dipengaruhi oleh sifat dari tanaman ini yang mudah untuk dirawat.

Tentang Aglaonema

Aglaonema termasuk tanaman hias daun yang mampu tumbuh optimal di iklim tropis. Aglaonema memiliki daun yang indah karena memiliki corak warna yang khas. Di indonesia, tanaman aglaonema juga dikenal dengan nama sri rejeki. Tanaman ini menjadi popular karena sangat cocok ditanam untuk menambah keindahan pekarangan rumah maupun sebagai tanaman hias dalam ruangan. Aglaonema memiliki beberapa spesies yang banyak dikenal masyarakat, seperti Silver King, Silver Queen, Marikit, dan Dona Karmen. Harga dari setiap spesiesnya tersebut juga berbeda-beda.

Aglaonema pada umumnya dapat diperbanyak dengan menggunakan biji, anakan, dan stek batang. Cara yang paling banyak digunakan untuk skala komersial adalah stek batang. Stek batang dilakukan dengan memotong batang sepanjang 5-7 cm dan biasanya menghasilkan 2 tunas per tanaman baru. Tanaman aglaonema berkarakteristik batang yang  berbuku dan tidak berkayu. Buku-buku batang ini merupakan indikator pertumbuhan daun, dimana buku merupakan tempat melekatnya tangkai daun. Pada setiap ruas buku terdapat satu mata tunas tidur yang sebenarnya mampu membentuk tanaman baru.

Upaya peningkatan jumlah tanaman baru dengan stek batang aglaonema dapat dilakukan dengan menciptakan kondisi agar setiap tunas tidur mendapatkan dominasi apikal dan tumbuh menjadi individu tanaman baru. Salah satu upaya untuk mendorong setiap mata tunas mendapatkan dominasi apikal setelah pemotongan dan tumbuh menjadi individu baru adalah dengan teknik stek mata tunas tunggal batang terbelah. Stek mata tunas tunggal dengan batang terbelah diharapkan mampu menginduksi setiap mata tunas untuk membentuk tanaman baru, sehingga dapat meningkatkan jumlah tanaman yang dihasilkan.

Peluang Bisnis

Aglaonema memiliki beberapa keunggulan dibanding tanaman hias lain. Selain keindahan daunnya yang mampu memanjakan mata, banyak peminat tanaman hias menilai proses perawatan aglaonema ini cukup mudah. Sebagai tanaman hias, aglaonema tidak gampang mati sehingga banyak juga disukai oleh banyak orang. Agalaonema juga termasuk tanaman hias yang bisa ditanam di luar ruangan dan dalam ruangan karena tanaman ini tidak membutuhkan penyinaran matahari secara langsung.

Banyaknya peminat aglaonema membuat peluang bisnisnya semakin terbuka karena akan memudahkan kita dalam menentukan segmentasi pasarnya. Semakin banyak sasaran pasar yang ada maka akan semakin mudah pula dalam hal penjualannya. Contoh kasusnya adalah di daerah Yogyakarta dari tahun 2016 ke 2017 yang memiliki pertumbuhan peminat aglaonema sampai 200% dan untuk tahun ini yang mungkin masih bisa terus bertambah. Hal ini sudah membuktikan jika bisnis aglaonema memang potensial dan bisa dijadikan peluang.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Arinda Dwi Yonida

Editor - Mahasiswa Agribisnis UGM - arinda@farming.id.