Apakah Sulit Menjadi Seorang Agronom?

Wheat / Pixabay

Banyak masyarakat yang salah persepsi akan agronomi. Agronomi kerap dikaitkan dengan ekonomi. Padahal secara harfiah artinya sangat berbeda. Agronomi berasal dari kata agro yang berarti lahan produksi dan nomos yang berarti pengelolaan. Agronomi termasuk salah satu studi yang dipelajari dalam bidang pertanian.

Pertanian kerap menjadi bahasan di masyarakat maupun pemerintah. Berbagai pro dan kontra telah menjadi pemikiran banyak orang. Manfaatnya pun banyak dirasakan. Tetapi apakah anda tahu, apa saja ilmu-ilmu yang dipelajari dalam pertanian? dan apa saja yang dipelajari oleh mahasiswa pertanian?

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada memiliki 6 departemen yaitu Sosial Ekonomi Pertanian, Mikrobiologi, Ilmu Tanah, Budidaya Pertanian, Hama dan Penyakit Pertanian serta Perikanan. Masing-masing departemen dibagi menjadi beberapa program studi agar studi lebih terfokus.

Apakah sulit menjadi seorang agronom?

Departemen Budidaya Pertanian atau lebih dikenal Agronomi, mempelajari cara pengolahan dan pengelolaan lahan untuk dimanfaatkan dalam sektor pertanian dengan menyesuaikan lingkungan biotik maupun abiotik. Hasil akhir berupa produk pertanian yang dapat dikonsumsi.

Sebelum menjadi produk yang dikonsumsi, banyak proses yang perlu dipelajari. Hal yang mendasar seperti ilmu yang berkaitan tentang morfologi yaitu kenampakan tanaman seperti bentuk batang, akar, daun tanaman serta fisiologi yaitu metabolisme yang terjadi dalam sel tanaman seperti transpirasi, respirasi.

Wah, kok jadi rumit ya? Hal tersebut hanya sebagian saja dipelajari. Banyak praktek di laboratorium, rumah kaca maupun praktek di lahan secara langsung yang menyenangkan.

Di sini kami dipersiapkan agar menjadi Agronom yang mampu memberi solusi atas permasalahan pertanian di Indonesia salah satunya rendahnya produktivitas tanaman. Oleh kerena itu, berbagai penelitian dilakukan dengan tujuan mengoptimalisasi potensi produksi tanaman dalam suatu lahan.

Bercocok tanam sudah menjadi keseharian. Menumbuhkan tanaman dari  benih maupun bibit menjadi tanaman produktif yang menghasilkan buah berkualitas. Setelah panen pun banyak hal yang dipelajari seperti bagaimana menyimpan hasil agar tahan lama dan fresh hingga sampai ke tangan konsumen.

Berbagai jenis komoditas tanaman kami pelajari, dari tanaman jenis sayuran, buah-buahan, tanaman pangan, tanaman keras maupun tanaman hias. Tentunya ada peranan dari departemen lain untuk menunjang budidaya tanaman.

Manajemen pertanaman juga menjadi pembelajaran wajib. Studi ini mengajarkan kami untuk mengelola lahan agar lebih efisien seperti aplikasi tumpang sari lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan yang dikombinasi dengan ekologi tanaman.

Naluri terhadap tanaman akan diasah. Apakah tanaman tersebut dalam keadaan sakit, kurang hara, kelebihan pupuk atau lingkungan yang tidak sesuai. Kemudian mencari solusi atas masalah tersebut yang didasari dengan penelitian dan pengalaman lapangan.

Prospek kerja?

Jangan diragukan. Banyak sektor yang membutuhkan bidang ini. Perusahaan milik negara, instansi pemerintah, swasta maupun wiraswasta banyak yang bergerak di bidang agronomi.  Bisa juga menjadi peneliti atau praktisi lapangan. Selama manusia membutuhkan makanan maka masih banyak peluang untuk lulusan pertanian.

Studi yang lama?

Agronomi kerap dikaitkan dengan studi yang lama. Mengapa? Karena penelitian pada tugas akhir berkaitan dengan kegiatan bercocok tanam menggunakan tanaman sebagai objek dengan trail and error yang cukup besar karena berkaitan langsung dengan cuaca dan iklim. Pada tahap ini kemampuan bertani benar-benar diuji. Teori perkuliahan disesuaikan dengan realita lapangan dan kajian tertentu agar penelitian dapat berhasil. Hasil penelitian yang baik dapat dipublikasi dan direkomendasikan untuk petani.

Mempelajari agronomi, secara tidak langsung mempelajari ilmu-ilmu pertanian lainnya. Pertanian sungguh mulia karena dampaknya untuk masyarakat luas. Mengemban ilmu untuk didedikasikan kepada kelangsungan hidup banyak orang, merupakan suatu hal yang tak ternilai harganya.

So, tidak sulit bukan menjadi seorang agronom?