Aplikasi “Petani Jateng”, Solusi untuk Permasalahan Petani

Petani Jateng/ LISA.ID/Petani

Penggunaan smartphone semakin diminati masyarakat, setiap orang tentu memiliki gadget yang satu ini tak terkecuali petani. Menurut data BPS 2015 yang diolah Dekan Faperta rata-rata setiap keluarga petani memiliki handphone sebanyak 1 hingga 2 buah. Hal tersebut menjadi dasar diciptakan aplikasi-aplikasi dengan tujuan memudahkan petani dalam mendapatkan informasi dan solusi untuk permasalahan yang dihadapi. Tidak hanya petani, sasaran aplikasi ini juga untuk masyarakat luas termasuk dari instansi pemerintah, dosen, pihak bank, pakar pertanian, penyuluh bahkan pengepul.

Beberapa aplikasi yang telah lounching oleh 8 Villages sejak tahun 2016 adalah Aplikasi Petani, Aplikasi Petani Jateng serta Aplikasi Dokter Tanaman. “Aplikasi Petani sudah mencangkup seluruh Indonesia dan sudah 18.000 orang pengguna.” ungkap Bagas  Awang Sadewo sebagai Tim Lapangan dari 8 Villages.

“Aplikasi yang baru di lounch yaitu Aplikasi Jateng bulan Mei 2016, saat ini sudah ada 800 pengguna” lanjutnya. Cakupan wiliyah aplikasi ini seperti Magelang, Karanganyar, Purbalingga, Wonosobo dan masih banyak lagi.

Dengan aplikasi ini petani dapat saling berkomunikasi dan memanfaatkan beragam fitur yang disediakan. Seperti fitur Tanya jawab. Pada fitur ini Petani dapat langsung bertanya kepada pakar pertanian melalui aplikasi. Fitur artikel agar petani dapat informasi tambahan seputar pertanian.

Fitur menarik lainnya yaitu market place atau Jual Produk. Fitur ini membebaskan petani untuk menjual hasil panen dengan beragam komoditas, pupuk atau pestida. Sehingga, petani dapat menjual produk hasil pertanian secara mandiri tanpa tergantung ke pengepul dengan harga yang dapat ditentukan sendiri. Serta fitur Lapor Panen. Petani dapat memberikan informasi tentang perkiraan panen komoditasnya, kualitas panennya, serta harga yang ditawarkan untuk kemudahan calon pembeli dalam mendapat informasi.

Aplikasi Dokter Tanaman membantu petani mengidentifikasi gejala penyakit kemudian menentukan pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanaman yang diusahakan.

Agar lebih memaksimalkan kinerja, 8 villages juga berkerja sama dengan pihak bank untuk memudahkan perkreditan petani, serta provider telekomunikasi untuk menjangkau jaringan internet di daerah-daerah tertentu. “Selanjutnya kami akan mengembangkan aplikasi hingga daerah Demak dan sekitarnya.” Ujar Bagas.

Sukses dan jaya selalu pertanian Indonesia, semoga semakian banyak pemerhati petani untuk Indonesia yang lebih sejahtera.