Beras Organik Mulai Diminati Pasar Domestik dan Mancanegara

Beras organik / Pixabay

Beras organik merupakan beras yang berasal dari lahan yang menggunakan sistem pertanian organik. Proses budidayanya tidak menggunakan pestisida atau bahan kimia lainnya untuk tanaman bertumbuh dan berkembang. Beras organik berbeda dengan jenis beras biasa yang banyak dikonsumsi masyarakat secara umum. Beras organik memiliki karakteristik tersendiri dan banyak kelebihan dibanding beras pada umumnya.

Pada proses budidaya beras organik, hanya menggunakan pupuk yang berasal dari bahan organik seperti pupuk kandang dan pupuk hijau. Pada pengendalian hama dan penyakit juga dilakukan secara alami tanpa menggunakan bahan kimia, seperti dengan tanaman refugia dan predator alami. Pada sistem pertanian ini akan menghasilkan produk beras yang berkualitas lebih tinggi dan memiliki harga jual yang jauh di atas beras pada umumnya. Namun pada pelaksanaannya membutuhkan keterampilan dan pengetahuan lebih tentang budidaya secara organik yang menyangkut kondisi lahan sampai dengan pengairan.

Ada beberapa perbedaan karakteristik beras organik dengan yang lainnya. Dari segi tampilan, beras organik lebih mengkilap dan licin. Setelah pengolahan, hasil dari beras organik akan lebih tahan lama dan memiliki rasa yang lebih nikmat. Aroma yang ditimbulkan juga lebih harum. Selain itu, nutrisi yang terkandung lebih mudah dicerna oleh tubuh dibanding beras lainnya. Oleh sebab itu beras organik ini memiliki peminat yang tidak sedikit, baik domestik maupun mancanegara.

Beras organik memiliki harga jual yang lebih tinggi. Akan tetapi kelebihan dan manfaatnya yang didapat juga akan jauh lebih banyak. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman sudah menyatakan bahwa beras organik akan menjadi masa depan pertanian Indonesia. Harga jual yang tinggi ini akan lebih menguntungkan petani. Indonesia sudah melakukan banyak ekspor beras organik ke banyak negara di penjuru dunia. Beras organik di pasar dunia juga memiliki nilai permintaan yang tinggi. Berdasarkan data hasil Research Institue of Organic Agriculture dan International Federation of Organic Agriculture Movements (IFOAM) tahun 2015, Amerika menjadi pasar produk organik terbesar dengan nilai mencapai 27,04 miliar dolar AS dan diikuti Jerman dengan nilai 8,45 miliar dolar AS, Prancis 4,8 miliar dolar AS, dan China 2,67 miliar dolar AS.

Pemerintah saat ini juga memiliki perhatian khusus yang besar dalam pengembangan beras organik. Hal ini karena beras organik semakin diminati, baik domestik maupun mancanegara. Belakangan ini sebanyak 13 ton beras organik asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diekspor kembali ke Italia. Di samping itu beras organik Indonesia juga telah diekspor ke negara lain, seperti Amerika Serikat, Belgia, Jerman, Belanda, dan Jepang. Sehingga selama ini hampir 25 persen petani di Kabupaten Tasikmalaya telah beralih ke penanaman padi organik. Beras organik ini dinilai memiliki nilai jual yang tinggi.

Beras organik Indonesia banyak diminati karena dinilai memiliki banyak manfaat. Karena dibudidayakan secara organik dapat dipastikan tidak ada kandungan bahan kimia dalam beras sehingga lebih menyehatkan. Masyarakat juga sudah mulai tahu jika kandungan glukosa, protein, dan karbohidrat dalam beras organik mudah terurai sehingga dapat mencegah penyakit diabetes. Hal dibuktikan dengan semakin meningkatnya nilai ekspor dari petani daerah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Beras organik yang dihasilkan dari daerah tersebut sudah digemari masyarakat Jepang, sehingga negara Jepang banyak mengimpor beras organik dari Indonesia.

Beras organik serta beragam jenis pangan organik lainnya tengah digalakkan di masyarakat. Hal ini bisa menjadi salah satu solusi sehat yang dapat menjaga kesehatan masyarakat dengan mudah. Dengan cara menghindarkan dari beragam bahaya penyakit akibat penggunaan pestisida serta bahan kimia lainnya yang terkandung pada jenis makanan, termasuk di dalamnya beras. Hal ini dirasa perlu untuk masa depan yang lebih sehat, baik dari sisi lingkungan maupun manusianya sendiri.