Berbagai Cara Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Produk yang Lebih Bermanfaat

Padi merupakan tanaman pangan yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman padi dibudidayakan sebagai penghasil beras dan dijadikan bahan pangan yang paling banyak dikonsumsi. Namun, ternyata pengolahan padi menjadi beras ini menghasilkan limbah sisa berupa sekam. Semakin banyak produksi beras maka akan semakin banyak pula limbah sekam yang dihasilkan.

[Baca juga: Pemanfaatan Senyawa Alelopati Tanaman sebagai Herbisida]

Sekam padi hasil pengolahan akan menjadi limbah dan menumpuk jika tidak dimanfaatkan, padahal keberadaannya sangat melimpah. Perlu adanya inovasi pemanfaatan sekam padi ini agar menjadi produk atau bahan yang lebih bermanfaat. Berikut adalah beberapa contoh pemanfaatan sekam padi yang mungkin bisa diaplikasikan.

Briket, Bahan Bakar Alternatif

Limbah sekam padi dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, salah satunya adalah briket arang sekam. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dari 100 kg sekam padi hampa, diperoleh rata-rata 63,93 kg arang sekam. Namun, kelemahannya briket arang sekam ini lebih mudah terbakar dibandingkan briket lainnya, seperti briket arang kayu atau tempurung kelapa.

Proses pembuatan briket ini cukup mudah. Arang sekam dihaluskan terlebih dahulu dengan alat penepung. Campurkan setiap 1 kg tepung arang sekam dengan tepung tapioka sekitar 400 gram dan 1,5 liter air. Dengan campuran tersebut dari 1 kg arang sekam, dapat dihasilkan 553 + 14.06 gram briket. Briket dapat dicetak berbentuk kotak persegi atau bulat panjang sesuai dengan alat cetakannya.

Briket yang telah dicetak kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari. Setelah kering, briket dapat dikemas dalam plastik untuk digunakan pada masa yang akan datang. Semakin halus arang sekam, briket yang dihasilkan akan menjadi semakin padat dan kompak, maka semakin lama pula daya bakar briketnya.

Pupuk Organik

Sekam padi dapat berfungsi untuk menggemburkan tanah. Abu dari sekam padi ternyata memiliki berbagai jenis unsur-unsur kimia yang baik untuk kesuburan dan juga dapat menggemburkan tanah. Dengan mencampurkan media tanam dengan kompos dan pupuk yang berasal dari abu sekam padi, maka kondisi tanah tersebut akan menjadi lebih baik dan juga dapat menjadi lebih gembur, terutama untuk keperluan penyemaian biji.

Tanah yang sudah memiliki campuran dari abu sekam padi di dalamnya akan menyebabkan tingkat kesuburan dari tanaman yang ditanam pada area tersebut meningkat. Hal ini disebabkan kondisi tanah yang akan lebih mampu mengikat berbagai macam unsur hara yang diperlukan oleh tanaman, sehingga tanaman akan memperoleh asupan nutrisi dan unsur hara secara optimal dan dapat tumbuh dengan subur. Kelebihan arang sekam lain adalah daya simpan airnya yang cukup besar, sehingga mudah terkomposisi, tidak ditumbuhi jamur, dan harganya relatif murah.

Silika Gel

Sekam padi merupakan salah satu sumber penghasil silika terbesar dan berpotensi sebagai bahan pembuatan silika gel. Hasil penelitian menunjukkan abu sekam padi mengandung silika sebanyak 87%-97% berat kering. Sintesis silika gel dari abu sekam padi dilakukan dengan mereaksikan abu sekam padi menggunakan larutan NaOH 1N pada suhu 800C selama 1 jam dan dilanjutkan dengan penambahan larutan asam hingga pH 7. Gel yang dihasilkan selanjutnya didiamkan selama 18 jam kemudian dikeringkan pada suhu dikeringkan menggunakan oven pada suhu 800C hingga beratnya konstan.

Silika gel dapat dimanfaatkan sebagai zat penyerap, pengering, dan penopang katalis. Silika gel merupakan produk yang aman digunakan untuk menjaga kelembaban makanan, obat-obatan, bahan sensitif, elektronik, dan film sekalipun. Produk anti lembab ini menyerap lembab tanpa mengubah kondisi zatnya. Walaupun dipegang, butiran-butiran silika gel ini tetap kering.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Arinda Dwi Yonida

Editor - Mahasiswa Agribisnis UGM - arinda@farming.id.