Berbagai Cara Pengendalian Hama Keong Mas pada Tanaman Padi

Hama keong emas / RMOL Sumsel

Padi merupakan tanaman pangan yang banyak dibudidayakan oleh petani. Produksi padi dituntut selalu tinggi untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional. Perlu adanya upaya khusus untuk meningkatkan produksi padi agar mampu memenuhi kebutuhan tersebut karena terdapat ancaman, terutama oleh serangan hama. Salah satu hama utama pada budidaya padi adalah keong mas. Serangan hama ini mampu menurunkan nilai produksi sampai 20%.

[Baca juga: Jenis Hama yang Paling Sering Menyerang Padi]

Keong mas merupakan hama yang menyerang tanaman padi pada masa vegetatif atau dari masa pembibitan. Keong mas merusak tanaman dengan cara memarut jaringan tanaman dan memakannya sehingga menyebabkan adanya bibit yang hilang per tanaman. Perlu adanya pengendalian khusus untuk hama keong mas ini. Berikut adalah beberapa cara pengendalian hama keong mas pada tanaman padi.

Cara Mekanik

Pengendalian keong mas bisa menggunakan cara mekanik, yaitu dengan mengambil telur dan keong emas pada area budidaya. Selain itu, bisa juga dengan membuat parit kecil yang ukurannya lebih dalam kemudian diberi dedaunan sebelum area budidaya padi di keringkan. Dengan adanya parit yang berisi air dan dedaunan ini diharapkan keong mas akan berkumpul sehingga memudahkan dalam pengambilan. Dari hasil penelitian, daun yang paling efektif digunakan adalah daun pisang, tagalolo, dan pepaya.

Cara mekanik lain adalah dengan memasang perangkap dengan daun pepaya dan ampas kelapa pada parit-parit untuk mengundang keong-keong masuk ke dalam perangkap lalu dilakukan penangkapan dan pengumpulan. Cara mekanik ini efektif dilakukan jika luas lahan budidaya padi relatif kecil.

Pengairan Macak-Macak

Sistem pengairan macak-macak dapat dilakukan pada areal pertanaman padi muda sampai berumur 20-30 hari setelah tanam. Meskipun sawah tidak tergenangi karena menggunakan sistem ini, tetapi kondisi tanah pada areal pertanaman tersebut tetap cukup menyuplai air untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Kondisi areal pertanaman yang macak-macak tidak disukai oleh hama keong mas, sehingga sangat kecil kemungkinannya keong mas akan akan merambah ke areal pertanaman untuk memakan padi muda.

Selanjutnya, buatlah parit di sekitar persawahan. Sifat keong mas yang menyukai tempat yang berair maka akan berkumpul di parit tersebut. Setelah mengumpul keong mas dapat diambil atau melepas itik ke areal sawah yang selanjutnya akan memangsa keong mas (ukuran kecil dan sedang) serta membunuh keong emas besar. Dalam satu hektar dapat dilepaskan itik sekitar 25 ekor atau lebih. Pelepasan itik dilakukan pagi dan sore hari.

Penghalang Plastik

Dengan memasang plastik pada sekeliling persemaian dengan maksud keong mas tidak dapat masuk ke dalam persemaian. Di samping itu keong mas tidak bisa merangkak ke persemaian disebabkan sifat plastik yang halus sehingga kesulitan untuk masuk ke persemaian. Pemasangan plastik harus sampai dasar tanah dan potongan kayu atau bilah ditancapkan di bagian dalam plastik sehingga keong emas tidak bias masuk ke persemaian.

Pada dasarnya pengendalian keong mas harus mengetahui tentang perilaku dan siklus hidupnya sehingga pengendalian dapat berhasil dengan efektif. Terdapat 4 prinsip dalam mengelola pengendalian keong mas, yaitu (1) budidaya tanaman yang sehat, (2) melestarikan dan memanfaatkan musuh alami di pertanaman, (3) Melakukan pengamatan lahan pertanian secara rutin, dan (4) petani sebagai ahli PHT di lahan pertaniannya. Pengendalian keong mas menggunakan pendekatan pengendalian hama secara terpadu (PHT), yaitu suatu pendekatan pengendalian hama yang didasari pada pertimbangan ekologi dan efesiensi ekonomi dalam rangka pengelolaan agroekosistem yang bertanggung jawab.