Berbagai Cara Pengendalian Hama Tikus Tanaman Padi

Hama tikus / Pixabay

Salah satu hama yang paling merusak tanaman padi di Indonesia. Serangan tikus dapat terjadi sejak masa persemaian hingga tanaman siap panen. Rata-rata tingkat kerusakan tanaman padi akibat hama tikus mencapai 20% per tahun. Perlu adanya pengendalian yang serius untuk hama tikus ini agar tidak merusak proses budidaya padi dan merugikan petani.

[Baca juga: Jenis-Jenis Hama yang Paling Sering Menyerang Padi]

Tikus memiliki karakter biologi yang berbeda dibanding hama padi lain seperti siput dan serangga. Perlu adanya penanganan khusus dalam pengendalian hama tikus agar mampu bekerja dengan efektif. Pengendalian ini pada dasarnya adalah untuk menekan populasi tikus serendah mungkin tanpa merusak ekosistem dan lingkungan. Berikut adalah beberapa cara pengendalian hama tikus pada tanaman padi.

Kultur Teknis

Cara ini pada dasarnya bertujuan untuk mengkondisikan lingkungan sawah yang merupakan habitat tikus agar kurang mendukung terhadap kelangsungan hidup dan reproduksinya, kultur teknis bisa dilakukan dengan tanam dan panen serempak untuk membatasi ketersediaan pakan bagi tikus sehingga tidak mampu berkembang biak. Pola tanam juga perlu diperhatikan agar dalam setahun tidak seluruhnya menanam padi pada tiap musimnya. Pola tanam demikian dapat memutus siklus hidup dan menekan kerapatan populasi tikus. Pengaturan Jarak tanam juga bisa diaplikasikan dengan jajar legowo agar pertanaman lebih terbuka sehingga keberadaan tikus lebih mudah diketahui oleh predatornya.

Sanitasi Habitat

Cara ini dilakukan selama musim tanam padi dengan membersihkan gulma dan semak pada habitat utama tikus. Bagian yang perlu dibersihkan seperti tanggul irigasi, saluran irigasi, jalan sawah, pematang, dan parit. Membuat ukuran pematang sawah seminimal mungkin juga penting agar tidak digunakan sebagai tempat bersarang tikus-tikus. Cara ini pada dasarnya adalah menghilangkan tempat berlindung sementara, tempat membuat lubang, dan pakan sementara tikus. Tempat paling disukai tikus untuk bersembunyi dan membuat sarang biasanya adalah pada tanggul irigasi.

LTBS (Linear Trap Brrier System)

LTBS juga sering disebut sistem bubu perangkap linier. LTBS merupakan bentangan pagar plastik sepanjang minimal 100 m, tanpa tanaman perangkap, dilengkapi bubu perangkap. Pada saat bero, olah lahan, dan 1 minggu setelah tanam, bubu perangkap dipasang secara berselang-seling sehingga mampu menangkap tikus dari dua arah, tetapi setelah tanaman padi rimbun, bubu perangkap dipasang dengan mulut corong perangkap menghadap habitat tikus. Pemasangan LTBS dilakukan di dekat habitat tikus seperti tepi kampung, sepanjang tanggul irigasi, dan pematang. LTBS juga efektif menangkap tikus migran, yaitu dengan memasang LTBS pada jalur migrasi yang dilalui tikus sehingga tikus dapat diarahkan masuk bubu perangkap.

TBS (Trap Barrier System)

TBS merupakan perangkap tikus yang terdiri atas tanaman perangkap untuk menarik kedatangan tikus berupa petak padi 25 meter x 25 meter yang ditanam 3 minggu lebih awal, pagar plastik untuk mengarahkan tikus agar masuk perangkap berupa plastik/terpal setinggi 70-80 cm yang ditegakkan ajir bambu setiap 1m dan ujung bawahnya terendam air,  bubu perangkap untuk menangkap dan menampung tikus yang berupa perangkap dari ram kawat 20 cm x 20 cm x 40 cm dipasang pada setiap sisi TBS serta dilengkapi pintu masuk tikus berbentuk corong dan pintu untuk mengeluarkan tangkapan tikus. Prinsip kerja TBS adalah menarik tikus dari lingkungan sawah di sekitarnya karena tikus tertarik padi yang ditanam lebih awal dan bunting lebih dahulu, sehingga dapat mengurangi populasi tikus sepanjang pertanaman. Lokasi penempatan petak TBS adalah petak sawah yang selalu terserang tikus pada setiap musim tanam, mudah akses airnya, dan di habitat utamanya

TBS ini merupakan teknik pengendalian yang paling efektif dengan intensitas serangan tikus pada pertanaman 0,94% dibanding LTBS yang memiliki intensitas serangan 12% maupun dengan sistem pengemposan atau fumigasi yang biasa dilakukan petani yang berisntensitas serangan 6,60%.