Berbagai Jenis Limbah Pertanian untuk Alternatif Pakan Ternak

Pakan ternak / rumahmesin.com

Permasalahan yang sering dihadapi dalam usaha pengembangan ternak ruminansia, terutama sapi adalah pengadaan pakan. Kegagalan pengembangan populasi ternak pada suatu daerah biasanya karena kurang memperhitungkan daya dukung pakan yang tersedia. Pakan juga merupakan input terbesar pada sistem peternakan yang sangat perlu diperhatikan.

[Baca juga: Beberapa Cara Pemanfaatan Limbah Jagung]

Salah satu langkah untuk mengurangi keterbatasan pakan adalah dengan pemanfaatan limbah hasil pertanian sebagai pakan ternak. Perlu dicari potensi limbah tanaman yang dapat diolah dan dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak. Potensi besar ini harus dimanfaatkan secara optimal. Berikut berbagai limbah pertanian yang bisa menjadi alternatif pakan ternak.

Limbah Kelapa Sawit

Kelapa sawit ini mempunyai potensi biomassa yang melimpah sebagai sumber alternatif pakan ternak. Banyaknya perusahaan pengolahan kelapa sawit akan mendukung pakan ternak dari hasil samping industri kelapa sawit yang berupa lumpur sawit (solid decanter), bungkil inti sawit (palm kernel cake), dan bagian pelepah. Untuk bagian pelepah rata-rata setiap setiap pohon menghasilkan 22 pelepah per tahunnya. Jadi, akan dihasilkan 9 ton pelepah segar setiap tahun atau setara dengan 0,66 ton bahan kering per tahun. Sementara satu ekor sapi dewasa dengan bobot hidup 250 kg membutuhkan bahan kering 8,75 kg/hari.

Selanjutnya, lumpur sawit merupakan limbah sawit yang paling disukai oleh ternak sapi diantara limbah sawit lainnya. Lumpur ini dapat diberikan pada sapi dalam bentuk segar maupun difermantasi bersama bahan lain. Sedangkan bungkil inti sawit merupakan bahan baku pakan yang cukup potensial sebagai sumber protein berkisar 18-22%. Salah satu kelemahan dari bungkil inti sawit untuk digunakan sebagai bahan baku pakan ternak adalah disebabkan kandungan seratnya lebih tinggi dibandingkan bahan pakan sumber protein lainnya.

Limbah Kulit Kopi

Dengan makin berkembangnya pengolahan kopi baik skala kecil atau skala industri tentunya akan menghasilkan hasil sampingan dari proses pengolahan yang salah satunya adalah limbah kulit kopi. Dari pengolahan tersebut akan menghasilkan ±65% biji kopi dan ±35% limbah kulit kopi yang mana limbah kulit kopi tersebut masih bisa dimanfaatkan, salah satunya menjadi alternatif pakan ternak.

Untuk dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, limbah kulit kopi dapat difermentasi untuk meningkatkan kandungan nutrisinya. Fermentasi kulit kopi biasanya menggunakan larutan Aspergillus niger. Letakkan hasil fermentasi di tempat yang teduh dari hujan dan sinar matahari langsung. Kemudian diamkan selama 5-6 hari untuk proses fermentasi. Keringkan hasil fermentasi kemudian giling sesuai kebutuhan dan limbah kulit kopi terfermentasi siap digunakan sebagai pakan ternak.

Limbah Tebu

Limbah utama dari tanaman tebu yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak adalah pucuk tebu/daun, molases, ampas tebu, dan empulur (pith). Dari total produksi tebu dapat dihasilkan limbah tanaman tebu sebanyak 1,8 juta ton/tahun. Namun limbah tanaman tebu belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan ternak dan hanya 262.724 ton limbah yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Pucuk tebu merupakan limbah tanaman yang sangat potensial untuk digunakan sebagai pakan ternak. Pucuk tebu memiliki daya cerna 60–62% lebih baik daripada jerami padi sebanyak 29-42% yang dapat digunakan sebagai pengganti rumput gajah pada penggemukan sapi. Molases adalah tetes tebu yang umumnya digunakan sebagai sumber energi. Molases dapat memberikan hingga 80% energi untuk sapi potong dan pertambahan berat badan harian antara 0,7-0,9/kg/hari pada saat persediaan rumput terbatas.