Berbagai Macam Pemangkasan pada Tanaman Budidaya

Rangkaian pemeliharaan pada tanaman budidaya yang tidak bisa dilewatkan adalah pemangkasan. Pemangkasan yaitu menghilangkan beberapa bagian tanaman yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan tanaman agar jumlah percabangan banyak dan memperkokoh batang tanaman. Manfaat lain pemangkasan ialah membuka akses penyinaran cahaya matahari ke seluruh tubuh tanaman sehingga membantu proses fotosintesis yang optimal.

[Baca juga: Rahasia Meningkatkan Produksi dengan Optimalisasi Lahan]

Tanaman dengan pengaturan penyinaran yang baik dapat mengurangi potensi terserang hama dan penyakit karena lingkungan tidak terlalu lembab. Pemangkasan dapat juga merangsang proses pembungaan dan pembuahan dan akibat hasil fotosintat lebih dominan untuk organ generatif yaitu bunga dan buah, tidak untuk pertumbuhan daun.

Jenis-Jenis Pemangkasan

1. Pemangkasan Pucuk 

Prinsipnya adalah menghilangkan tunas apikal, yaitu tunas yang tumbuh di pucuk batang tanaman. Hormon akusin dan sitokinin pada tanaman mempengaruhi pertumbuhan pucuk tanaman sehingga pertumbuhan tanaman bagian atas lebih cepat dibandingkan pertumbuhan percabangan dan membentuk kanopi tanaman. Pemangkasan pucuk bertujuan untuk mengurangi persaingan hasil fotosintesis di antara daun degan buah.

Pada tanaman mentimun yang dilakukan pemangkasan pucuk oleh penelitian Sutapradja tentang “Pengaruh Pemangkasan Pucuk terhadap Hasil dan Kualitas Benih Lima Kultivar Mentimun” memberikan hasil bahwa pemangkasan pada ruas ke-15 menghasilkan jumlah benih per buah, bobot kering benih per buah, dan bobot kering benih pertanaman lebih baik.

Penelitian lain oleh Winardiantika dkk tentang pengaruh pangkas pucuk terhadap tanaman kembang kertas menyimpulkan bahwa perlakuan pangkas pucuk saat umur tanaman lebih muda dapat menambah nilai kekompakan tanaman, warna bunga cerah, dan bunga mekar serempak.

2. Pemangkasan Bentuk

pemangkasan ini dilakukan untuk membentuk kerangka tanaman yang diinginkan. Pemangkasan bentuk bertujuan untuk membentuk kerangka pohon yang diinginkan, dimana percabangannya diatur dengan arah yang menyebar dan produktif sehingga pertumbuhan batang dan cabang lebih kuat. Sebagai contoh pada tanaman kopi dilakukan pemangkasan bentuk sebanyak dua tahap yaitu saat berumur 8-12 bulan dan 1-2 tahun agar percabangan lebih stabil dan kuat.

3. Pemangkasan Pemeliharaan

pemangkasan ini dilakukan sesudah pemangkasan bentuk, tanaman dipelihara dan dipertahankan bentuknya. Kemudian membuang percabangan yang terserang hama penyakit dan lain sebagainya sehingga percabangan produktif kembali. Cabang yang kurang produktif dipangkas agar unsur hara yang diberikan dapat tersalur kepada batang-batang yang lebih produktif. Sebagai contoh pada tanaman melati yang idealnya tumbuh hingga 1 m pada kebun-kebun penghasil bunga potong namun, jika lebih dari itu sebaiknya dipangkas agar tidak memanjat pada tanaman lain. Pemangkasan pemeliharaan dapat berfungsi juga untuk menambah nilai estetika atau keindahan.

4. Pemangkasan Peremajaan

pemangkasan ini diperlukan untuk meremajakan pertumbuhan tanaman. Maksud dari meremajakan yaitu mengganti tajuk tanaman yang lama atau tua dengan yang baru yang masih produktif. Pada tanaman kopi, pemangkasan peremajaan dilakukan menyeluruh apabila minimum 50% tanaman di kebun sudah rusak atau tua. Cara pemangkasan peremajaan ialah dengan menebang pohon, mengurangi percabangan atau merobohkan pohon.

Itulah berbagai macam pemangkasan pada tanaman budidaya secara umum dan ternyata sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman itu sendiri. Tanaman mendapat ruang untuk sirkulasi udara dapat menyerap sinar matahari lebih optimal dan mengurangi kelembaban sehingga terhindar dari serangan hama maupun penyakit yang akhirnya mendukung produksi tanaman. Sedangkan macam-macam pemangkasan pada tanaman budidaya dapat dibedakan menjadi pemangkasan pucuk, pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, dan pemangkasan peremajaan. Pemangkasan disesuaikan dengan tanaman budidaya karena caranya dapat berbeda sesuai kebutuhan.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Ayu Ainullah Muryasani

Agronomi Universitas Gadjah Mada. Untuk sharing dan diskusi: ayumuryasani@gmail.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published.