Beredar Bawang Merah “Palsu”, Kementerian Pertanian Bertindak Tegas

Bawang merah / Detik Finance

Akhir-akhir ini Kementerian Pertanian berhasil mengungkap penyelundupan bawang bombai mini yang berkedok izin impor bawang merah asal India. Importir yang melakukan penyelendupan tersebut memasukkan bawang bombai asal India dan menjualnya di pasar nasional berupa bawang merah. Hal ini diduga terjadi karena wujudnya yang sulit dibedakan. Terdapat lima importir yang sudah ditindak tegas dan dimasukkan ke daftar hitam oleh Kementerian Pertanian.

Kementerian Pertanian mengungkap harga bawang merah palsu seharusnya Rp. 7.000 per kilogram, namun malah dijual seharga bawang merah, yakni Rp 25.000 per kg. Diketahui juga pada dasarnya harga bawang merah palsu tersebut di di India dijual Rp. 2.500 per kilogram dan masuk ke Indonesia dengan harga Rp. 7.000 per kilogram.

Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi menghimbau konsumen agar berhati-hati dalam membeli bawang merah di pasar dan segera melaporkan apabila menemukan pedagang yang menjual bawang merah palsu. Bawang bombai harusnya memiliki harga yang lebih murah dan rasa yang berbeda. Berikut perbedaan bawang merah asli dengan bawang merah palsu.

Bawang merah asli:

  • Berasal dari petani lokal
  • Memiliki siung
  • Memiliki aroma dan rasa bawang yang kuat

Bawang merah palsu:

  • Berasal dari India
  • Tidak memiliki siung
  • Aroma dan rasa bawang kurang kuat

Kementerian Pertanian juga menyebutkan bahwa bawang merah palsu ini merupakan barang reject atau barang yang ditolak pasar karena tidak sesuai standar. Bawang merah palsu ini berupa bawang bombai yang berukuran kurang dari 5 cm, di mana ukuran tersebut tidak sesuai standar. Hal ini didasarkan pada Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 105 tahun 2017 di mana Indonesia tidak lagi mengimpor bawang bombai dengan ukuran di bawah 5 cm.

Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Mayjen (Purn) Bambang Budi Waluyo mendukung sikap tegas Kementerian Pertanian yang sudah mem-blacklist  lima perusahaan importir bawang bombai mini. Mereka juga akan melaporkan kasus ini ke Mabes Polri. Hal tersebut dilakukan karena dapat merugikan petani lokal. Bawang merah palsu memiliki harga yang jauh lebih rendah dan berpotensi mengelabui konsumen, karena bentuknya menyerupai bawang merah lokal.  Hal ini berakibat petani lokal tidak mampu bersaing secara harga dan produknya tidak laku.