Budidaya Ikan Dengan Kolam Terpal Itu Mudah, Murah dan Menguntungkan

Kolam menjadi salah satu hal penting dalam usaha perikanan budidaya yang harus dibuat sebagai tempat untuk ikan. Kolam budidaya dapat dibuat secara permanen seperti kolam berbahan semen dan secara non permanen seperti kolam berbahan terpal. Kolam terpal menjadi andalan pembudidaya awam yang ingin mencoba bergelut di dalam bisnis budidaya ikan. Walaupun sebenarnya beberapa pembudidaya juga ada yang langsung membuat kolam permanen untuk memulai bisnis budidayanya.

Mengapa orang memilih kolam terpal untuk bisnis budidaya ikan?

Karena kolam terpal dipandang lebih praktis, mudah dalam pembuatannya, harga terjangkau, tidak permanen sehingga dapat dipindahkan dan dialihfungsikan dengan mudah serta biaya pembongkarannya pun tidak besar. Hal ini menjadi alasan mengapa orang memilih budidaya ikan menggunakan kolam terpal.

Berikut beberapa jenis kolam terpal yang dapat anda buat dengan kelebihan dan kekurangannya dalam memulai usaha budidaya ikan yaitu :

  1. Kolam terpal atas permukaan tanah

Kelebihan

  • Mudah dibuat
  • Praktis
  • Ikan tidak mudah lepas
  • Tidak mudah terkena banjir
  • Pemanenan lebih mudah
  • Investasi lebih kecil

Kekurangan

  • Mudah jebol apabila konstruksi tidak kuat
  • Suhu air kurang stabil
  1. Kolam terpal dalam tanah

Kelebihan

  • Kolam lebih kuat
  • Tidak mudah rusak
  • Pengisian air mudah
  • Suhu air stabil

Kekurangan

  • Rawan predator
  • Mudah kebanjiran
  • Sulit membuat saluran outlet
  • Investasi besar

Bahan kerangka kolam terpal dapat dari berbagai bahan dari kayu, bambu, besi, dan pipa. Berikut kekurangan dan kelebihan dari bahan – bahan tersebut yaitu :

  1. Kerangka bambu atau kayu

Kelebihan

  • Mudah dan praktis
  • Biaya murah
  • Dapat digunakan untuk lahan yang terbatas

Kekurangan

  • Tidak tahan lama karena dapat dimakan rayap
  • Konstruksi kolam dapat hancur apabila tidak kuat mengikatnya
  1. Kerangka besi

Kelebihan

  • Lebih kuat
  • Praktis dibuat di lahan sempit

Kekurangan

  • Dapat berkarat yang akan merusak terpal
  • Biaya mahal
  • Sulit dalam pembuatannya
  1. Kerangka pipa

Kelebihan

  • Relatif kuat apabila anyaman rapat
  • Praktis untuk lahan sempit

Kekurangan

  • Pembuatan sulit
  • Jika anyaman tidak rapat menyebabkan kerangka dapat melengkung

Ikan apa yang cocok untuk budidaya pada kolam terpal ?

Ikan air tawar yang cocok untuk dibudidayakan di kolam terpal dilihat dari kondisi ketersediaan air pada daerah kolam terpal tersebut dipasang. Pada daerah yang memiliki ketersediaan air sedikit, ikan yang cocok dibudidayakan dalam kolam terpal yaitu ikan lele, gurame, nila, mujair, gabus, belut, sepat dan betok dikarenakan ikan – ikan tersebut memiliki alat pernafasan bantuan yang akan membuat mereka mampu hidup di kolam yang minim oksigen.

Faktor – faktor yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kolam terpal adalah :

  1. Jenis ikan yang dibudidayakan. Misalnya belut membutuhkan lumpur sebagai media tambahan yang harus ditambahkan pada kolam terpal.
  2. Ukuran ikan. Ketinggian kolam terpal yang akan dibuat harus sesuai dengan ukuran ikan yang akan dibudidayakan. Apabila ikan masih dalam ukuran kecil, ketinggian kolam tidak boleh terlalu tinggi.
  3. Keseimbangan antara volume air dengan kerangka penyangga terpal harus kuat. Misalnya untuk belut dibutuhkan media lumpur yang harus ditambahkan sehingga penyangga terpal harus kuat agar tidak jebol dan terpal yang digunakan juga harus tebal untuk mempertahankan agar terpal tidak mudah jebol.
  4. Dasar untuk peletakan kolam terpal harus rata dan kerangka dirancang dengan baik sehingga terpal tidak akan mudah sobek atau berlubang. Ikatan pada terpal juga harus kuat supaya tidak ada kebocoran pada terpal.
  5. Saluran pembuangan air kolam dibuat dengan melubangi terpal yang dilakukan dengan hati-hati agar terpal tidak bocor atau dapat membuat sistem kapiler (dengan selang sedot) untuk pergantian air.

Video pembuatan kolam terpal dapat dilihat di sini.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Fantria Imrantika

Student of Fisheries Resources Management at Universitas Gadjah Mada.

Leave a Reply

Your email address will not be published.