Budidaya Lele dengan Sistem Boster

Indonesia memiliki produksi ikan lele tertinggi kedua setelah ikan nilanya, yaitu sebesar 20 persen dari 3,67 juta ton total budidaya ikan di tahun 2015. Permintaan konsumen yang kian meningkat, meningkatkan pula para pemangku budidaya untuk meningkatkan produktivitas panen lele. Dalam meningkatkan produktivitas panen lele digunakan berbagai sistem budidaya yang akan mendukung peningkatan hasil panen sesuai harapan pembudidaya.

[Baca juga: Budidaya Ikan Sidat yang Menjanjikan di Pasar Ekspor]

Selain sistem bioflok, pada budidaya ikan lele juga dikenal sistem boster. Apa itu sistem boster? Sistem boster merupakan budidaya super intensif yang menerapkan teknologi dengan padat tebar tinggi lebih dari 500-1000 ekor per m2 menggunakan aplikasi produk suplemen boster.

Keunggulan Sistem Boster

  1. Dapat menggunakan lahan yang sempit dan equipmen kolam sedikit.
  2. Menghemat listrik dan air.
  3. Luasan kolam sempit, tonase tinggi.
  4. Efisiensi pakan dan tenaga kerja.
  5. Mudah meng-handling masalah penyakit.
  6. Peningkatan mutu produk budidaya untuk pengolahan karena memberikan jaminan keamanan pangan.

Langkah-Langkah Budidaya Lele Sistem Boster :

  1. Persiapan kolam

Konstruksi kolam menggunakan konstruksi sistem boster dengan sirkulasi dasar di tengah kolam (central drain).

  1. Persiapan air

Pengisian air pada kolam dilakukan setinggi 60 cm dengan air bersih, setelah itu dilakukan sterilisasi air dengan boster blue coper dan tebar boster manstab. Lakukan pertumbuhan plankton dengan pencampuran antara fermentasi dedak, boster aquaenzym, boster planktop, amino liquid, dan 2 liter air yang dibiarkan selama 2-3 hari. Kemudian hasil fermentasi ditebar pada kolam sampai air berubah menjadi hijau kecokelatan.

  1. Penyiapan benih dan pakan

Benih lele yang digunakan ukuran 5-7 cm yang mana diberikan boster fish imunovit 10 cc per 10 liter air. Kemudian tebar benih di kolam pada sore hari agar benih dapat beradaptasi. Pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan bukaan mulut benih lele. Pakan atau pelet yang digunakan harus memiliki kandungan protein tinggi sekitar 31-33 persen.

  1. Pembesaran

Benih yang baru ditebar dibiarkan beberapa jam agar mampu beradaptasi terlebih dahulu. Setelah pergerakan benih terlihat sudah aktif berenang menyebar di kolam, maka pakan dapat diberikan secara sedikit demi sedikit. Pada hari pertama, pemberian pakan dilakukan sebanyak 4-5 kali dalam sehari sampai ikan terlihat kenyang (adlibitum). Pakan yang diberikan ditambah dengan boster grotop 2 gr, premix aquavita 2 gr per kg pakan yang diberikan setiap kali pemberian pakan.

  1. Manajemen pakan

Pada awal budidaya, frekuensi pemberian pakan sebanyak 4-5 kali dalam sehari secara adlibitum. Kemudian pada pertengahan, pemberian pakan dapat dilakukan sebanyak 3-4 kali dalam sehari sampai proses pemanenan yang mana pakan ditambahkan dengan boster vitaliquid 5 cc, boster amino 5cc per kg pakan. Panen dapat dilakukan pada usia 65 hari dengan target FCR = 1 : 0,7 dan survival rate sebesar 95%.

  1. Peningkatan antibodi

Peningkatan antibodi dapat dilakukan dengan penambahan boster fish imunovit pada pakan sebanyak 2 cc per kg pakan yang mana diberikan selama 3 hari. Selain itu pakan juga dapat dicampur dengan suplemen lain. Dalam pencegahan agar lele tidak stres akibat perubahan cuaca yang fluktuatif maka dapat dilakukan pemberian vitamin C dengan boster stress off.

  1. Perawatan air harian

Tinggi air pada kolam 60 cm pada umur 1-20 hari yang mana selanjutnya air dinaikkan secara bertahap setiap 5 hari setinggi 10 cm hingga mencapai setinggi 1 m. Pembuangan kotoran lele dapat mulai dapat dilakukan 5 hari setelah penebaran. Setelah lele sudah besar, pembuangan kotoran dapat dilakukan sebanyak 5-6 kali per hari. Sterilisasi air harus dilakukan setiap minggu dengan boster blue coper. Kemudian tebar boster manstap secara berkala dengan dosis 30 ppm pada sore hari atau pagi hari. pH harus dilakukan pengecekan yaitu pada batas optimal 7,2-8,2. Pada dua hari setelah dilakukan sterilisasi, tebar probiotik (boster aquaenzym atau boster sel multi).

  1. Penanganan penyakit

Pada budidaya lele, penyakit yang biasanya menyerang yaitu dari golongan bakteri, protozoa, parasit, instabilitas kualitas air. Pencegahan terserangnya penyakit lele budidaya dapat dilakukan dengan membuka central drain untuk membersihkan kolam. Sterilisasi air dilakukan secara rutin dengan boster blue coper sesuai dosis, peningkatan antibodi dengan boster imunovit, jika terdapat parasit yang menempel pada tubuh lele maka dapat dilakukan pemberian larutan air garam pada kolam sebanyak 40 gr per m3.

Sistem boster ini memang merupakan sistem super intensif yang sesuai dengan sistem budidaya kapasitas besar.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Fantria Imrantika

Student of Fisheries Resources Management at Universitas Gadjah Mada.

Leave a Reply

Your email address will not be published.