Budidaya Selada di Lahan dengan Hasil yang Menguntungkan

Budidaya selada / Pixabay

Selada merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari masyarakat. Selada termasuk jenis tanaman sayuran daun semusim dan bisa ditanam di daerah beriklim sedang sampai tropis. Selada sering digunakan sebagai bahan konsumsi seperti salad pada bagian daunnya. Daun selada yang dimanfaatkan ini berwarna hijau terang sampai putih kekuningan. Dengan cita rasa yang khas, selada mampu memiliki penggemar yang banyak.

Belum banyak pelaku usaha budidaya tanaman selada. Padahal jika dilihat dari pasarnya sendiri selada memiliki peluang yang berpotensi seiring tingginya permintaan selada di pasar. Selada sendiri sampai saat ini umumnya hanya dibudidayakan di pusat-pusat penghasil sayur saja. Dengan melihat peluang yang ada tidak ada salahnya mencoba melakukan usaha budidaya selada untuk mendapatkan keuntungan. Banyak cara untuk melakukan usaha budidaya tanaman selada. Namun perlu diperhatikan tips berikut agar selada mampu menghasilkan produk yang optimal.

Pemilihan Lahan

Budidaya tanaman sela akan lebih ideal dilakukan di dataran tinggi atau lingkungan yang beriklim dingin atau sejuk karena jika tanam di daerah yang panas akan mengakibatkan bentuk krop yang kecil dan cepat berbunga. Lahan yang digunakan jangan sampai mudah tergenang air karena tanaman selada tidak tahan terhadap genangan maupun hujan yang lebat. Lahan harus subur atau mengandung bahan organik yang tinggi dan dengan kondisi pH tanah netral.

Pembenihan dan Pembibitan

Tanaman selada dapat dihasilkan dari biji sebagai benih maupun langsung dengan bibit. Namun mengingat umur tanaman yang tidak terlalu panjang disarankan menggunakan benih kualitas tinggi yang siap tanam untuk penanaman yang lebih efektif. Benih lebih baik disemaikan terlebih dahulu untuk mendapat perawatan yang intensif dan seleksi. Pembibitan bisa dilakukan dengan rockwoll. Setelah menjadi bibit atau telah memiliki sekitar 5 helai daun, baru bisa dipindahkan di lahan.

Pengolahan Lahan

Sebelum bibit dipindahkan di lahan sebaiknya dilakukan pengolahan lahan terlebih dahulu untuk menggemburkan tanah. Bedengan juga perlu dibuat untuk memudahkan perawatan dan masalah pengairan, seperti untuk drainase. Ukuran bedengan bisa disesuaikan dengan kebutuhan, namun dengan jarak tanam antar tanaman selada yaitu 30 cm. Pastikan lahan dalam kondisi subur atau nutrisi yang tersedia cukup untuk pertumbuhan awal tanaman.

Penanaman

Mengingat tanaman selada yang tidak tahan dengan hujan lebat atau kondisi air yang terlalu banyak sebaiknya tanaman ditanam pada akhir musim penghujan. Bibit yang telah siap dipindahkan ke lahan secara hati-hati dan sesegera mungkin untuk menghindari kelayuan tanaman.

Pemeliharaan

Pemeliharaan menjadi bagian yang penting dalam budidaya tanaman selada. Tujuan utama pemeliharaan adalah menghindari layu pada daun tanaman. Berikut adalah beberapa langkah dalam pemeliharaan tanaman selada.

  1. Pengairan dan Penyiraman

Selada termasuk tanaman yang membutuhkan banyak air namun juga jangan sampai berlebih. Kebutuhan air yang harus terpenuhi adalah saat awal penanaman dan saat menjelang panen. Jika kondisi air di lahan kurang bisa dilakukan penyiraman di pagi dan sore hari. Penyiraman bisa dilakukan di antara bedengan untuk menghindari kebusukan pada tanaman akibat kelebihan air.

  1. Penyiangan

Penyiangan menjadi hal penting karena selada memiliki perakaran yang dangkal sehingga tidak mampu bersaing dengan gulma yang tumbuh. Penyiangan dilakukan seperlunya untuk mengurangi kompetisi hara dan juga menekan hama serta penyakit tanaman.

  1. Pemupukan

Pemupukan bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Disarankan menggunakan pupuk kandang yang berbahan dasar kotoran ayam karena yang mudah terurai di tanah dan cepat dimanfaatkan tanaman. Pemupukan ini bisa dilakukan 2 minggu setelah penanaman atau jika pertumbuhan tanaman sudah tidak lagi ideal. Gunakan dosis yang tepat dengan perbandingan 2 ton pupuk kandang untuk satu hektar tanaman.

  1. Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit tumbuhan juga penting. Namun dilakukan seperlunya saja jika tanaman terlihat terserang. Gunakan pestisida nabati untuk menghasilkan sela yang lebih segar dan sehat.

Panen dan Pascapanen

Tanaman selada pada umumnya dapat dipanen setelah berumur lebih dari 2 bulan. Panen dapat dilakukan dengan mencabut tanaman sampai ke akarnya. Setelah dipanen hindarkan tanaman dari panas atau sinar matahari secara langsung. Penyimpanan bisa dilakukan di tempat lembab dan berada di dekat air atau cipratan air.