Budidaya Tanaman Cantik Tilandsia

Tilandsia adalah salah satu tanaman bunga yang berhabitat asli di hutan. Ada pula  sebagian jenis tanaman tilandsia yang berhabitat di gurun pasir. Oleh sebab itu, masih jarang orang yang mengenal tanaman ini. Padahal sesungguhnya bunga dari tilandsia sangat cantik dan menawan dengan warnanya yang menyala. Cocok untuk dibudidayakan sebagai tanaman hias penambah keindahan taman-taman rumah. Merah muda, merah, ungu, kuning, biru, dan putih adalah aneka warna bunga tilandsia yang akan muncul di tengah roset daun.

Daun tilandsia sendiri umumnya berwarna hijau, hijau keabu-abuan, atau hijau keperakan dengan bentuk memanjang. Ada yang kaku tegak dan ada juga yang melengkung. Selain itu, daun tilandsia diselubungi oleh bulu-bulu halus yang berfungsi untuk menyerap unsur hara yang terdapat di sekitarnya. Sedangkan jenis-jenis tanaman tilandsia, antara lain T.aeranthos, T.caput medusa, T.cayanea , dan T.ionatha.

[Baca juga: Bunga Matahari, dengan Keindahan dan Manfaatnya Bisa Menjadi Usaha yang Berpotensi]

Tanaman tilandsia tumbuh secara epifit atau menempel pada pohon, batu, pasir, dan berbagai benda lainnya. Hal itu menyebabkan tilandsia  mudah dibudidayakan dengan cara-cara  kreatif dan menimbulkan kesan tampilan tanaman yang unik. Adapun cara menumbuhkan tilandsia disesuaikan dengan benda atau bahan yang tersedia yang dapat digunakan untuk menempel tilandsia. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

  1. Untuk bahan  seperti kayu kering atau batu karang yang memiliki cekungan, maka akar tilandsia ditanam ke dalam  cekungan tersebut. Sebelum dimasukkan ke dalam  cekungan,  terlebih  dulu akar tilandsia  diberi lem . Letak akar perlu  diatur sedemikian rupa agar tanaman tilandsia   bisa tumbuh lebih kuat
  2. Jika bahan berupa papan kayu datar tanpa ada cekungan, setelah akarnya dilekatkan ke papan kayu itu, maka batang tanaman tilandsia harus diikat. Hal ini dimaksudkan supaya tanaman tilandsia tidak goyah selama lem  perekatnya belum kering
  3. Tilandsia juga dapat ditumbuhkan pada sedikit media tanam yang diletakkan di atas kayu kering maupun batu. Namun jika kayu kering maupun batu itu tidak memiliki cekungan atau cekungannya kurang lebar, maka dibuatlah terlebih dulu cekungan dengan ukuran diameter 3-4 cm dan kedalaman 4-5 cm. Kemudian media tanam berupa moss atau pakis dimasukkan ke dalam cekungan tersebut dan barulah tilandsia ditanam di atasnya.

Perawatan tanaman  tilandsia pun terbilang sederhana. Paling penting  tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup. Oleh karena itu, tanaman  tilandsia lebih tepat diletakkan di luar  ruangan. Namun bila harus ditempatkan di dalam ruangan, maka sebaiknya  posisi tanaman  tilandsia  diatur, sehingga dekat dengan jendela. Kemudian setiap seminggu dua kali, tanaman  tilandsia dikeluarkan supaya memperoleh udara yang segar.

Soal pengairan dan pemupukan, tanaman tilandsia tidak terlalu membutuhkannya. Penyiraman air pada tilandsia cukup dilakukan tiap dua hari sekali. Pemberian air tersebut  diupayakan agar jangan sampai terlalu basah. Karena apabila terlalu basah,  dapat menyebabkan tanaman tilandsia  membusuk. Sementara jika ingin melakukan pemupukan, maka gunakan pupuk NPK dengan cara menyiramkannya ke tanaman tilandsia. Tetapi tidak menjadi masalah jika tidak melakukan pemupukan terhadap tanaman tilandsia.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Sri Widowati Retno Pratiwi

Kontributor, Pengurus Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Subur 3 Barokah Desa Ngaran Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Jawa Tengah

Leave a Reply

Your email address will not be published.