Cara dan Tips Budidaya Kangkung Darat Hasil Melimpah

Kangkung / Tokomesin

Tidak ada salahnya budidaya sayuran untuk memanfaatkan lahan yang ada. Salah satu jenis sayuran yang mudah dibudidayakan dan berpeluang di pasaran adalah kangkung. Kangkung merupakan jenis sayuran yang kini banyak diminati masyarakat luas. Kangkung memiliki rasa yang lezat dan harga yang terjangkau di pasaran. Mulai dari tempat makan yang sederhana sampai yang mewah memiliki menu makanan dari bahan kangkung ini.

Indonesia memiliki kondisi geografis yang cocok untuk pertumbuhan kangkung. Kangkung dapat ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi. Berdasarkan habitat hidupnya, kangkung dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kangkung darat dan kangkung air. Kedua jenis tersebut memiliki ciri masing-masing. Namun saat ini kangkung darat lebih banyak dibutuhkan dan beredar di pasaran karena budidaya kangkung darat ini sangat mudah dan memiliki siklus panen cepat, yaitu sekitar4-6 minggu.

Banyak cara untuk budidaya kangkung darat, namun dapat dilakukan tips berikut untuk mendapat hasil panen yang lebih melimpah.

Pembibitan

  • Pembibitan dapat dilakukan melalui cara vegetatif dengan stek batang dan cara generatif dengan menggunakan biji. Namun disarankan menggunakan biji agar bisa memilih benih yang berkualitas tinggi dan seragam.
  • Jangan menggunakan benih yang sudah berumur lebih dari satu tahun, karena produktivitasnya akan menurun.
  • Bibit yang baik jadi akan tumbuh dengan tegak, bukan menjalar.

Persiapan Lahan

  • Lahan dibersihkan dari gulma dan kotoran terlebih dahulu.
  • Buatlah bedengan selebar 1 meter dengan ketinggian sekitar 30 cm. Jarak antar bedengan 30 cm untuk saluran drainase air dan jalan pemeliharaan.
  • Usahakan lahan mendapat sinar matahari penuh dan rata untuk pertumbuhan kangkung.

Pemupukan

  • Dilakukan sekali sebelum penanaman karena untuk pupuk dasar dan kebutuhan nutrisi sampai tanaman sampai panen.
  • Pemupukan dilakukan dengan pupuk kandang yang terutama berasal dari kotoran ayam. Pupuk akan lebih ramah lingkungan dan terurai sehingga cocok dengan tanaman kangkung yang bersiklus panen cepat. Pemupukan dilakukan 3 hari sebelum penanaman sekitar 10 ton per hektar.

Penanaman

  • Lubang tanam atau sebagai jarak tanam disiapkan 20 cm x 20 cm untuk ruang tumbuh kangkung.
  • Jangan menyebar benih, namun masukan benih ke dalam tiap lubang sebanyak 3 biji agar lebih tertata dan optimal pertumbuhannya serta tidak ada benih yang terbuang, walaupun cara ini memakan waktu yang lebih lama.
  • Tutup lubang tanam dengan tanah yang sudah dicampur pupuk kandang.

Pemeliharaan

  • Penyulaman, dilakukan untuk mengambil atau mengganti tanaman yang tidak tumbuh dengan sempurna agar tidak mengganggu tanaman yang lain.
  • Penyiangan, dilakukan untuk pembersihan gulma yang pertumbuhannya lebih cepat dibanding kangkungnya sendiri.
  • Pengairan, merupakan hal terpenting yang perlu diperhatikan. Air harus selalu tersedia dalam kondisi lapang. Penyiraman dapat dilakukan pagi dan sore hari bila air hujan tidak mencukupi.
  • Pengendalian hama dan penyakit, dilakukan untuk mencegah produksi kangkung menurun. Hama yang sering menyerang adalah ulat grayak (Spodaptera litura) dan kutu daun (Myzus persicae). Sedangkan penyakit yang sering menyerang adalah karat putih. Gunakan pestisida biologi atau nabati untuk menjaga kualitas dan keamanan produk.
  • Pemupukan, dilakukan apabila diperlukan saja atau jika keadaan tanah memang kurang subur.

Panen

  • Panen dapat dilakukan sekitar 4-6 minggu setelah masa tanam. Kangkung yang sudah siap panen berwarna hijau dan sudah lebat. Kangkung darat memang memiliki batang yang lebih kecil dan warna yang tidak sehijau kangkung air.
  • Pemanenan pertama dapat dengan cara dipotong batang bagian bawah, karena kangkung darat mampu dipanen 2 kali, sehingga panen yang kedua bisa dengan mencabut sampai akarnya.

Pemasaran kangkung dilakukan dengan membersihkan hasil panen dengan air mengalir sehingga terhindar dari kontaminan dan menjaganya agar tetap segar. Hasil panen juga jangan sampai terkena matahari secara langsung dan ditempatkan di tempat yang lembab.

Tidak disarankan lahan digunakan untuk tanaman kangkung darat saja, namun juga harus dilakukan pergiliran tanaman agar tiap produksinya bisa bernilai tinggi.  Pergiliran tanaman bisa dengan kacang tanah, kacang hijau atau mentimun.