Cara dan Tips untuk Budidaya Bayam Hasil Optimal

Bayam merupakan salah satu jenis sayuran yang paling banyak dikonsumsi. Bayam dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Tidak sedikit dari penggemar bayam untuk dijadikan hidangan makanannya. Bayam dinilai memiliki kandungan gizi cukup tinggi yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan seseorang. Oleh karena itu sampai saat ini permintaan bayam di pasar tetap menjadi idola.

Budidaya bayam sangat disarankan bagi orang yang suka mengonsumsinya. Budidaya bayam tidaklah susah dan semua orang bisa melakukannya. Dengan budidaya sendiri tentu akan memberikan hasil yang bisa dimanfaatkan sendiri maupun dijadikan bisnis. Cara dan hasil yang didapatkan juga bisa sesuai dengan keinginan, misalkan bisa dilakukan secara organik maupun nonorganik. Ada beberapa jenis bayam yang bisa dibudidayakan, yaitu bayam cabut, bayam petik, dan bayam yang bisa dicabut dan juga dipetik.

Bayam merupakan tanaman yang dapat tumbuh sepanjang tahun pada ketinggian sampai dengan 1000 m dpl. Namun lebih ideal ditanam pada awal musim hujan dan awal musim kemarau. Cara budidaya ketiga jenis di atas tidak jauh berbeda, hanya perlu diperhatikan cara dan tips berikut agar hasil yang didapat lebih optimal.

Pemilihan Benih

  • Penggunaan benih daripada bibit yang dibuat sendiri lebih disarankan karena lebih mudah dan lebih efektif dengan masa panen bayam yang relatif pendek.
  • Benih dipilih juga karena mampu disimpan selama 1 tahun.
  • Pilih varietas unggul yang sesuai dengan kondisi lingkungan.
  • Jika dibuat sendiri gunakan biji yang digunakan harus cukup tua atau lebih dari 3 bulan.

Persiapan Lahan

  • Lahan yang digunakan harus digemburkan terlebih dahulu untuk memudahkan pertumbuhan akar bayam.
  • Dibuat bedengan dengan tinggi sekitar 30 cm dengan arah membujur dari barat ke timur agar memperoleh sinar matahari penuh.
  • Antar bedengan berjarak 30 cm untuk drainase air untuk menghindari tanaman bayam tergenang.
  • Lebar bedengan sekitar 1 meter untuk pengaturan jarak tanam.

Pemupukan Dasar

  • Pemupukan dasar dilakukan 3 hari sebelum penanaman dengan pupuk kandang dari kotoran ayam.
  • Dosis pupuk secukupnya atau 20.000kg/ha dan diratakan dengan tanah di lahan.
  • Tidak disarankan menggunakan pupuk kimia untuk menghasilkan produk organik yang sehat.
  • Pemupukan dasar bertujuan memberikan nutrisi selama masa tumbuh tanaman, karena bayam memiliki masa panen pendek.

Penanaman

  • Penanam bisa dilakukan dengan ditaburkan, pelarikan, dan semai. Namun disarankan untuk bayam cabut dengan teknik pelarikan atau tanpa di semai terlebih dahulu dan dengan jarak tanam agar lebih efektif dan bayam petik dengan teknik semai atau membuat bibit terlebih dahulu.
  • Jarak tanam untuk bayam cabut 10-15 cm dan untuk bayam petik 50 cm x 30 cm agar memiliki ruang untuk tumbuh.
  • Buat lubang kecil terlebih dahulu untuk memasukkan setiap benih di lahan untuk bayam cabut.

Pemeliharaan

  • Penyiangan, dilakukan jika gulma tumbuh tidak terkendali di lahan.
  • Penyiraman, dilakukan pagi dan sore hari jika curah hujan kurang mencukupi. Lahan tidak boleh menggenang dan tidak boleh sampai kering.
  • Pengendalian hama dan penyakit, biasanya yang sering menyerang adalah ulat daun, kutu daun, dan belalang. Penyakit yang sering menyerang adalah rebah kecambah dan karat putih. Bila ingin mendapat hasil organik jangan menggunakan pestisida kimia tetapi bisa dengan pestisida biologi atau nabati yang lebih aman.
  • Pemupukan, dilakukan apabila diperlukan saja dan sesuai dengan tingkat kesuburan lahan.

Panen dan Pascapanen

  • Bayam cabut siap panen apabila tinggi tanaman sekitar 20 cm atau berumur 3-4 minggu.
  • Bayam petik siap panen setelah 1 bulan sampai 1,5 bulan dengan interval pemetikan seminggu sekali.
  • Hasil panen disimpan di tempat teduh atau lembab dan dapat merendam bagian akar untuk menjaga kesegaran.
  • Diolah sesegera mungkin untuk menghasil produk yang lebih nikmat.

Budidaya bayam juga bisa dilakukan secara vertikultur dan dengan pot. Tergantung lahan yang dimiliki, apabila lahan sempit bisa menggunakan teknik vertikultur ini untuk menghasilkan produk yang lebih banyak. Penanaman juga bisa dilakukan secara tumpang sari dengan tanaman mentimun. Pemeliharaan akan lebih efektif karena penyiraman dilakukan sekaligus. Kedua tanaman ini mampu tumbuh bersama dan pemanenan bisa dilakukan secara beruntun.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Arinda Dwi Yonida

Editor - Mahasiswa Agribisnis UGM - arinda@farming.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published.