Cara Efektif Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada Ikan Kerapu

Budidaya Kerapu / WWF-Indonesia

Kerapu merupakan salah satu jenis ikan konsumsi andalan seluruh kalangan masyarakat di rumah makan atau restoran. Banyak juga nelayan yang melakukan penangkapan kerapu untuk dikonsumsi sendiri. Kerapu memiliki harga jual yang tinggi sehingga banyak wirausahawan tertarik akan peluang bisnis budidaya ikan kerapu ini. Namun penyakit menjadi salah satu rintangan dalam berbudidaya ikan kerapu. Penyakit merupakan tantangan yang harus diberantas oleh pembudidaya karena dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar jikalau tidak ada penanggulangan terhadapnya.

Penyakit yang biasanya menyerang kerapu bersumber dari dua kategori, yaitu parasit dan non parasit. Penyakit yang berasal dari parasit menyebabkan penularan terhadap ikan kerapu yang lain dalam satu tempat yang sama dengan ikan yang terserang penyakit tersebut. Contoh penyakit dari parasit yaitu protozoa, jamur, bakteri, dan virus. Sedangkan penyakit yang berasal dari non parasit tidak akan menyebabkan penularan terhadap ikan lain, namun dapat menyerang pada satu kolam atau jaring apung tersebut. Contoh penyakit dari non parasit yaitu kualitas air, kelimpahan plankton, kondisi pakan, pencemaran, gen, dan penanganan ikan. Penyakit non parasit dapat pula menyebabkan munculnya penyakit parasit.

Cara efektif pengendalian penyakit kerapu yaitu pertama, ketahui jenis penyakitnya, gejala pada ikan, dan sumber penyakitnya. Kedua, lakukan pengendalian yang sesuai dengan jenis penyakitnya. Berikut beberapa cara pengendalian penyakit kerapu berdasarkan jenis penyakitnya :

  1. Serangan protozoa, dapat dikendalikan dengan cara :
  • Merendam ikan ke dalam larutan formalin 50 ppm dan acriflavin 10 ppm selama 1 jam.
  • Merendam ikan ke dalam larutan formalin 100 ppm selama 1 jam.
  • Merendam ikan ke dalam larutan formalin 25 ppm dan malachite green 0,15 ppm.
  • Jika gejala belum terlalu parah, dapat direndam dengan air tawar selama 10 – 15 menit.

2. Serangan parasit

a. Parasit flatworm dapat dikendalikan dengan :

  • Merendam ikan ke dalam larutan formalin 100 – 150 ppm selama 15 – 30 menit dan diulangi selama 3 hari berturut – turut.
  • Jika terdapat luka pada ikan lakukan perendaman ke dalam larutan acriflavine 10 ppm selama 1 jam.
  • Merendam ikan ke dalam larutan formalin 25 ppm selama 2 jam.
  • Merendam ikan ke dalam air tawar selama 10 – 20 menit.

b. Parasit Benedenia dapat dikendalikan dengan merendam ikan ke dalam air tawar selama 15 menit.

c. Parasit crustacea dapat dikendalikan dengan cara :

  • Merendam ikan ke dalam selama 15 – 15 menit.
  • Parasit yang menempel dapat dihilangkan dengan pinset.
  • Merendam ikan dengan larutan formalin 20 ppm selama 1 jam.

d. Serangan Jamur dapat dikendalikan dengan cara yaitu merendam ikan ke dalam larutan methylene blue 0,1 ppm selama 15 – 45 menit dan diulangi 3 hari berturut – turut.

e. Serangan bakteri jenis Vibrio dapat dikendalikan dengan mencampur pakan dengan oxytetracycline 0,5 g/ kg pakan yang diberikan ke ikan selama 7 hari berturut.

f. Bakteri yang merusak sirip dapat dikendalikan dengan :

  • Merendam ikan ke dalam larutan nitrofurazone 15 ppm selama 4 jam.
  • Merendam ikan ke dalam larutan acriflavine 100 ppm selama 1 menit.

g. Bakteri Streptococcus dapat dikendalikan dengan cara :

  • Pemberian erythromycin estolate 1 gram per kilogram pakan yang diberikan kepada ikan selama 5 hari berturut.
  • Apabila nafsu ikan untuk makan menurun, dapat diberi suntikan penicillin dosis 3000 unit per kilogram ikan.

Pengendalian penyakit ikan kerapu sebenarnya mudah, namun butuh perhatian dan keuletan yang tinggi. Pengendalian penyakit ikan kerapu dapat dilakukan dengan cara membersihkan jaring atau kolam agar kualitas air tetap terjaga dan tidak menumbuhkan jamur, melakukan pengecekan terhadap parameter air, memberikan pakan yang teratur dan sesuai takarannya. Pergantian air secara rutin dan pemberian air tawar juga salah satu upaya untuk mencegah penyakit pada ikan kerapu.