Cara membuat “Terrarium”, Mini Garden dalam Bejana

Terrarium / Home Designing

Menanam tidak harus bergantung pada sebidang tanah atau menggunakan beragam metode seperti hidroponik atau vertikultur. Banyak alternatif untuk menghadirkan suasana asri di dalam rumah salah satunya “Terrarium”.

Terrarium merupakan seni menanam tanaman di dalam bejana atau wadah bening dengan material kaca maupun plastik. Penyusunan letak tanaman menjadikan suatu kesatuan yang artistik membentuk taman dengan mini size. Terrarium dapat mensimulasi berbagai ekosistem dengan ekologi tanaman tertentu.

Yuk intip berbagai jenis terrarium!

Terrarium / pinterest
Terrarium / pinterest

Kini, terrarium cukup digemari masyarakat sebagai hobi. Selain menjadi pajangan yang indah, dapat pula sebagai green souvenir juga loh.

Terrarium dapat dibuat dengan wadah tertutup maupun wadah terbuka. Terrarium yang membutuhkan waktu dekorasi singkat dan teknik yang sederhana ialah jenis wadah terbuka, dengan wadah terbuka memudahkan dalam pemeliharaan, penataan tanaman dan penambahan aksesoris lainnya. Sedangkan terrarium wadah tertutup memiliki tingkat kesulitan yang lebih. Jenis tanaman, media tanam harus lebih selektif agar tanaman dapat tumbuh.

Cara membuat terrarium cukup mudah, namun membutuhkan ekstra kesabaran dan kreatifitas.

Pertama

Siapkan bejana atau wadah transparan dengan mulut botol atau wadah lain yang lebar agar memudahkan proses penanaman. Bisa menggunakan gelas, jar, atau memanfaatkan bahan bekas seperti bohlam lampu, botol bekas.

Kedua

Siapkan bahan tanam. Kondisi dalam wadah harus mendukung pertumbuhan, yaitu menyerupai ekosistem tanaman. Seperti pemberian batu malang atau kerikil yang membantu sirkulasi udara dan air di dalam bejana, arang sekam membantu aerasi untuk proses transpirasi dan respirasi tanaman, kompos sebagai unsur hara untuk nutrisi tanaman, tanaman jenis sukulen atau kaktus, dan aksesoris lain seperti pasir pantai atau lumut / moss.

Jenis tanaman dapat dipilih berdasarkan tema. Pilih tanaman dengan pertumbuhannya lambat atau tidak cepat besar, asal bahan tanam vegetatif, dan pilih tanaman yang menyesuaikan ukuran wadah. Tanaman yang dapat digunakan jenis sukulen atau batang lunak, kaktus. Jenis tanaman tersebut tidak memerlukan banyak air untuk pemeliharaan, tanaman berdaun kecil, bonsai maupun paku-pakuan.

Tanaman yang membutuhkan air seperti paku-pakuan dan tanaman kaktus yang tidak membutuhkan banyak air sebaiknya tidak disatukan, agar memudahkan pemeliharaan.

Pastikan akar tanaman tertanam seluruhnya dengan kompos. Hal ini akan memudahkan akar dalam penyerapan air dan unsur hara.

Peralatan menanam seperti jepitan yang terbuat dari bambu, kayu atau kawat.

Ketiga

Bahan-bahan tersebut diatur di dalam wadah, dengan menempatkan batu malang atau kerikil di bagian dasar, kemudian arang sekam di bagian atasnya, kemudian kompos di bagian paling atas.

Bahan tanam sebaiknya tidak melebihi setengah volume botol agar menjaga estetika terrarium. Komposisi kompos diperbanyak untuk ketersediaan unsur hara bagi tanaman.

Setelah bahan dasar sudah dipersiapkan sesuai keinginan, selanjutnya tanam vegetasi di atas kompos menggunakan jepitan. Kreasikan terrarium anda. Tambahkan aksesoris lain seperti lumus/moss untuk efek rerumputan dan pasir pantai maupun batuan warna-warna untuk mempercantik dekorasi.

Terakhir, kreasikan juga wadah bening anda agar tidak monoton.

Pemeliharaan terrarium cukup mudah. Tempatkan terrarium di ruang dengan sirkulasi udara baik dan terpapar sinar matahari secara tidak langsung agar lingkungan di dalam terrarium tidak terlalu lembab. Kelembaban yang tinggi dapat memicu pertumbuhan pathogen penyebab penyakit tanaman.

Lakukan penyiraman secukupnya, apabila dirasa kompos atau tanaman mengering. Penyiraman dilakukan secara tetes agar tidak merusak dan menghindari kelebihan air.

Mudah bukan? Selamat mencoba !