Cara Panen Sayur Organik Setiap Hari dari Hasil Tanam Sendiri

Komoditas hortikultura satu ini banyak digemari masyarakat. Selain untuk pelengkap hidangan, sayuran hijau mengandung banyak gizi. Setiap sayuran memiliki kandungan gizi yang berbeda-beda. Sayur bayam mengandung banyak serat zat besi, antioksidan, sumber vitamin A dan C. Pada kangkung terdapat vitamin A, C dan B Komplek, mineral, fosfor serta kalium.

Sayur dibagi menjadi beberapa jenis yaitu sayuran daun, batang, akar, umbi, buah, bunga serta biji. Umumnya kita menggunakan sayuran jenis daun seperti bayam, kangkung, sawi atau sayuran jenis buah seperti tomat dan cabai.

Saat ini, pertanian organik cukup menjadi perhatian konsumen. Banyak beras yang dijual dengan label sehat atau organik. Pertanian organik sendiri memiliki pengertian budidaya pertanian dengan menekan penggunaan bahan kimia baik pupuk maupun pestisida selama fase pertumbuhan tanaman. Tanpa aplikasi bahan kimia inilah yang menjadi salah satu parameter “sehat” yang diinginkan konsumen.

Ingin mengkonsumsi sayuran sehat? Kenapa tidak mencoba menanam sendiri saja?. Berikut adalah cara yang dapat dilakukan untuk memanen sayuran organik hasil tanam sendiri. Sayuran yang mudah dibudidayakan secara mandiri adalah jenis sayuran daun seperti sawi, selada, kangkung atau bayam. Benih bisa diapatkan di toko pertanian atau toko tanaman hias.

  1. Siapkan wadah/ tray dan media tanam untuk pembibitan

Tempat pembibitan tidak harus menggunakan tray  dapat pula menggunakan besek, bak plastik yang dilubangi atau gelas plastik. Siapkan kompos dan arang sekam sebagai media tanam.

  1. Tanam benih ke tempat pembibitan

Jika menggunakan tray  anda tidak perlu lagi mengatur jarak tanam, namun jika menggunakan wadah lain perhatikan jarak tanam persemaian yaitu 1x1cm, dengan satu benih tiap lubang. Untuk sayur sawi atau selada dengan ukuran benih yang kecil, sebaiknya ditanam dengan cara disebar agar memudahkan penanaman.

  1. Pemeliharaan bibit

Rawatlah bibit dengan melakukan penyiraman secara rutin karena tanaman saat pembibitan membutuhkan cukup air untuk pertumbuhan awal. Letakkan ditempat yang cukup matahari. Setelah satu minggu, dengan ciri minimal terdapat dua daun awal yang telah tumbuh, bibit dapat dipindahkan ke tempat yang lebih besar seperti polybag, pot atau wadah lain yang diinginkan. Media tanam di wadah baru sebaiknya terdiri dari tanah dan pupuk. Hilangkan gulma atau tanaman liar agar tidak menghambat pertumbuhan akar dan  vegetatif tanaman sayur.

Gunakan pupuk cair organik

Berikan pupuk daun dengan cara disemprotkan pada bagian daun dengan menggunakan sprayer. Pupuk organik cair dapat diaplikasikan untuk kebutuhan nutrisi tanaman. Bahan yang dapat digunakan adalah limbah rumah tangga seperti sayuran atau buah kemudian cincang limbah, simpan kurang lebih 7-14 hari di dalam tong atau dirigen plastik tertutup yang telah diberi beberapa lubang sebesar 1 cm. Gunakan EM4 atau molase sebagai starter. Ciri POC yang sudah matang ialah tidak berbau. Sebelum penggunaan POC campurkan terlebih dahulu dengan air.

Bagaimana cara agar dapat panen setiap hari?

Caranya cukup mudah, anda harus mengenali umur panen sayuran yang akan ditanam. Kemudian atur manajemen waktu penanamannya. Misalkan sayur selada, umur panennya 35 hari setelah pindah tanam, sedangkan membutuhkan waktu persemaian selama dua minggu. Semailah sawi untuk tanam pertama, kemudian selang satu hari atau dua hari semai sawi untuk tanam kedua. Banyak benih sawi disesuaikan dengan kebutuhan harian anda.

Manfaat menanam sayur secara mandiri, yaitu kita dapat memastikan bahwa sayur bebas pestisida kimia maupun pupuk kimia dan dapat memenuhi kebutuhan sayur harian.

Atur letak pot agar lebih menarik

Bertanam mandiri / Popeti
Sayuran / impiana.my

Hunian yang hijau menyenangkan bukan?


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Ayu Ainullah Muryasani

Agronomi Universitas Gadjah Mada. Untuk sharing dan diskusi: ayumuryasani@gmail.com.