eFishery, Inovasi Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis

Perikanan budidaya menjadi penting dalam memenuhi kebutuhan konsumsi ikan sesuai dengan meningkatnya permintaan ikan, terutama karena manusia menjadi sadar akan pentingnya mengonsumsi ikan. Perikanan budidaya di Indonesia sudah banyak diterapkan di perairan tawar, payau maupun laut. Komoditas paling banyak yang dibudidayakan adalah komoditas ikan konsumsi walaupun beberapa komoditas ikan hias juga menjadi andalan.

Dalam budidaya ikan yang perlu diperhatikan agar budidaya sukses panen adalah pakan, kualitas air, dan hama penyakit. Pada budidaya ikan konsumsi, berat ikan menjadi hal yang perlu diperhatikan untuk keberhasilan panen. Berat ikan tergantung dari nutrisi pakan yang diberikan. Sehingga dalam berbudidaya efisiensi pemberian pakan sangat diperhatikan dengan memperhitungkan FCR (Food Convertion Ratio) yaitu jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kilogram daging. Biasanya para petani budidaya ikan sangat memperhitungkan untuk masalah pakan akibat harga pakan ikan yang tidak murah. Sehingga prinsip ekonomi tetap mereka terapkan, dimana mereka ingin meningkatkan berat ikan dengan konversi pakan yang rendah, kemudian nantinya keuntungan yang akan diperolehnya semakin tinggi.

Disisi lain, pemberian pakan secara manual dengan menyebarkan pakan pada setiap kolam atau handfeeding sering dilakukan dalam budidaya ikan yang menggunakan tenaga kerja tambahan atau pembudidaya itu sendiri, yang mana hal ini dinilai kurang efektif, terutama jenis ikan nokturnal yang akan makan pada malam hari. Pemberian pakan secara handfeeding juga dinilai dapat menurunkan nutrisi dari pakan yang diberikan karena nutrisi pakan akan berkurang jika terendam di air selama terlalu lama.  Apabila penyebaran pakan dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan namun ikan belum merasa lapar yang kemudian ikan memakan pakan tersebut tetapi nutrisi yang terkandung sudah hilang. Hal ini akan berpengaruh pada berat ikan nantinya.

Solusi dari permasalahan-permasalahan tersebut adalah eFishery.

Apa itu eFishery ?

eFishery merupakan inovasi teknologi terbaru untuk memberikan pakan ikan secara otomatis. Inovasi ini menggunakan alat yang dirancang sedemikian rupa menggunakan sensor dan algoritma yang akan memberikan pakan sesuai jadwal dan takaran yang sesuai dengan kebutuhan ikan untuk makan. Penggunaan eFishery sudah meluas dan berhasil diterapkan oleh 300 pembudidaya ikan di kota minapolitan utama seperti Jawa Barat dan Lampung. Pada tahun ini, eFishery akan diperkenalkan ke Asia melalui proyek percontohan di Thailand dan Bangladesh.

Cara kerja eFishery yaitu melalui aplikasi android yang terhubung internet dimana pengguna dapat mengatur frekuensi dan pemberian pakan serta takarannya. Dalam aplikasi tersebut terdapat pula feeding program yaitu pilihan pola pemberian pakan berbasis algoritma untuk komoditas ikan nila, lele, mas serta udang yang dapat diketahui berapa persen jumlah pakan yang dibutuhkan dibanding total biomassa mereka dari benih sampai siap panen. Bahkan alat ini juga mampu memprediksi tingkat kematian ikan pada kolam tersebut.

aplikasi eFishery / BBC Indonesia

Sedangkan kinerja dengan pendeteksian sensor mereka yaitu mendeteksi kekenyangan dan kelaparan ikan menggunakan perilaku ikan berdasarkan riak air dalam kolam. Sehingga dapat menentukan penyetopan pemberian pakan yang akan meningkatkan efisiensi pemberian pakan. Namun hal ini masih dalam tahap pengembangan.

Harga untuk membeli eFishery yaitu sebesar 7,8 juta rupiah. Hal ini tidaklah murah bagi pembudidaya karena kebutuhan dalam budidaya ikan tidak sedikit pengeluarannya. Sehingga demi mengurangi hambatan petani budidaya, maka disediakan sistem sewa eFishery seharga 300 ribu rupiah per bulan agar petani budidaya dapat mengadopsi alat ini. Pada kenyataannya, mayoritas petani budidaya memilih sistem sewa tersebut.

Berikut kelebihan dan kelemahan eFishery :

Kelebihan :

  1. Mempermudah pemberian pakan otomatis secara efektif dan efisien,
  2. Menurunkan FCR hingga 24% yang akan memperbesar keuntungan,
  3. Dapat diperoleh dengan harga sewa yang terjangkau.

Kelemahan :

  1. Belum dapat diterapkan di seluruh jenis budidaya ikan,
  2. Jaringan internet yang terbatas akan menghambat penggunaan alat ini,
  3. Perlu dikembangkan lebih lanjut sehingga dapat direalisasikan dengan baik.

Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Fantria Imrantika

Student of Fisheries Resources Management at Universitas Gadjah Mada.

Leave a Reply

Your email address will not be published.