Fakta Produksi dan Kebutuhan Garam Nasional

Garam / BBC

Garam menjadi topik yang masih hangat dibicarakan sampai saat ini. Sudah banyak media yang telah memberitakan mengenai kenaikan harga garam, impor garam, dan kerugian bagi penambak garam. Garam menjadi salah satu komoditi yang cukup besar diperoleh dari impor.

Mengapa Indonesia sebagai negara maritim masih saja impor garam ?

Produksi Garam Nasional 2012 – 2016 / Katadata.co.id

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita lihat produksi dan kebutuhan garam rakyat. Pada tabel diatas memaparkan hasil produksi garam rakyat atau produksi nasional pada tahun 2012 – 2016. Dapat diketahui produksi garam pada tahun 2015 memiliki nilai yang paling tinggi yaitu sebesar 2,9 juta ton. Namun pada tahun berikutnya langsung menurun drastis sebanyak 96% menjadi hanya 188,1 ribu ton.

[Baca juga: Indonesia Kaya Laut tapi Miskin Garam]

Produksi garam tidaklah mudah karena sangat dipengaruhi oleh cuaca. Hal inilah yang mengakibatkan anjloknya produksi garam rakyat pada tahun 2016. Pada tahun 2016 Indonesia telah mengalami fenomena alam la nina yang menyebabkan cuaca menjadi kemarau basah. Pada tahun tersebut menyebabkan curah hujan tahunan menjadi 200 – 400 mm, sedangkan dalam produksi garam hanya bisa optimal pada curah hujan rerata 150 mm. Hal tersebut mengakibatkan kelembaban udara yang cukup tinggi yaitu sekitar 60 – 70% sehingga menghambat proses penguapan air laut yang menyebabkan kualitas garam yang dihasilkan rendah yaitu dengan kadar NaCl hanya sekitar 88 – 92,5%.

Indonesia memiliki kebutuhan akan garam yang cukup besar dan cenderung stagnan. Namun sampai saat ini produksi garam nasional belum mampu memenuhi jumlah kebutuhan garam nasional. Pada periode 2012 – 2016 kebutuhan garam nasional tidak terlalu tinggi fluktuasinya bahkan pada tahun 2015 – 2016 kebutuhan garam nasional memiliki nilai yang sama yaitu sebesar 3,4 juta ton.

 

Volume Impor Garam di Indonesia / Katadata.co.id

Dapat kita ketahui pada tahun 2016, kebutuhan garam nasional sebesar 3,4 juta ton, namun produksi garam nasional hanya 188 ribu ton. Hal inilah mengapa produksi dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan garam dalam negeri. Sehingga defisit ini mengakibatkan pemerintah melakukan impor garam. Seperti yang telah dipaparkan pada tabel diatas, data Badan Pusat Statistik mencatat bahwa sepanjang 2016 impor garam tumbuh 15 persen menjadi 2,14 juta ton dari tahun sebelumnya 1,86 juta ton. Adapun nilainya tumbuh 7,8  persen menjadi US$ 86 juta dari sebelumnya 79,83 juta. Impor garam pernah mencapai puncak tertingginya seberat 2,69 juta ton dengan nilai US$ 104,35 juta pada 2014.

Walaupun Indonesia memiliki garis pantai yang cukup panjang, namun sayangnya tidak semua lokasi pantai dapat dijadikan tempat produksi garam. Dalam pengembangan produksi garam perlu memperhatikan faktor topografi dan geografis daerah tersebut, seperti kualitas tanah, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Lahan yang cocok dijadikan lokasi tambak garam hanya 26.024 hektare di Indonesia. Hal inilah yang menjadi salah satu penghambat produksi garam nasional belum mampu mencukupi kebutuhan garam nasional. Selain itu juga masih minimnya modal petmbak garam serta kurangnya sarana dan prasarana produksi.

Upaya Peningkatan Produksi

Impor garam tidak dapat terus dilakukan, karena hal tersebut akan mengancam penghasilan penambak garam. Sehingga untuk meningkatkan produksi garam dalam negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). PUGAR telah dilakukan di sembilan provinsi dengan memperhatikan potensi garamnya, yaitu Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

Berbagai upaya peningkatan kuantitas dan kualitas ditempuh guna memenuhi target swasembada garam industri. Pemerintah mendorong produksi garam nasional, terutama garam rakyat menjadi kualitas industri. Salah satunya, dengan memberi bantuan alat geomembrane kepada 35.000 petani garam di 40 kabupaten/kota. Dengan upaya – upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi garam nasional menjadikan target produksi garam rakyat pada 2017 3,8 juta ton menjadi sebesar 4,5 juta ton pada tahun 2019.

Target Produksi Garam Nasional Lima Tahun Kedepan / Katadata.co.id