Hal Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Budidaya Tanaman Hias

Tanaman hias bisa dikatakan sebagai tanaman yang memiliki bentuk dan kesan indah yang sengaja ditanam untuk tujuan tertentu. Tanaman hias juga tidak selalu berbentuk tanaman berbunga, tetapi juga mencakup semua tanaman yang dirasa memiliki faktor estetika. Tanaman hias memiliki banyak fungsi, seperti dapat membuat lingkungan rumah terlihat indah, asri, dan sejuk. Tidak jarang juga orang yang hobi dalam budidaya tanaman hias hias ini.

[Baca juga: Budidaya Tanaman Cantik Tilandsia]

Budidaya tanaman hias bisa dilakukan di luar maupun dalam ruangan. Dalam budidayanya ini memang bisa terbilang mudah dan tidak sesulit tanaman hortikultura. Namun,  juga tetap harus memperhatikan beberapa hal sebagai pedoman untuk menghasilkan tanaman hias yang ideal.

Pemilihan Jenis Tanaman

Hal paling mendasar dalam proses budidaya adalah pemilihan jenis tanaman. Hal pertama dalam menentukan jenis tanaman hias harus sesuai dengan iklim lingkungan, karena tidak semua tanaman hias mampu beradaptasi dengan mudah. Untuk pemula, bisa memilih jenis tanaman hias yang muda dalam penanaman dan perawatannya. Hal ini karena setiap tanaman memiliki karakteristik yang berbeda. Juga jangan memilih jenis tanaman yang sensitif dan membutuhkan perawatan jika menanam hanya untuk mengisi waktu luang saja.

Pemilihan Tempat Tanam

Pemilihan tempat untuk budidaya bisa dilakukan di luar ataupun di dalam ruangan, bisa dalam pot ataupun langsung di lahan. Untuk tanaman hias luar ruangan pada umumnya cenderung membutuhkan sinar matahari yang cukup, artinya jangan sampai tanaman hias tidak terpapar sinar matahari sama sekali. Untuk tanaman dalam pot bisa memilih ukuran pot yang sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam. Namun perlu diperhatikan juga jika tanaman sudah berubah ukurannya juga perlu dilakukan pergantian pot untuk ruang tumbuh tanaman.

Media Tanam

Media tanam ini merupakan unsur pokok dalam proses budidaya. Media tanam yang digunakan harus sesuai dengan jenis tanaman yang dipilih. Hal ini karena setiap tanaman memiliki kebutuhan media yang berbeda. Namun secara umum, media yang digunakan harus dibuat dari tanah yang gembur yang sudah dicampur pupuk organik. Jenis tanah yang digunakan juga harus diperhatikan untuk menciptakan tekur dan struktur tanah yang sesuai.

Cara Penanaman

Dalam proses penanaman yang harus diperhatikan adalah saat memindahkan tanaman ke tempat atau wadah yang baru. Tanaman hias biasanya didapatkan dari bentuk bibit. Untuk memindahkan ke lahan atau pot perlu diperhatikan kondisi akar tanaman. Jangan sampai saat pemindahan ini akar tanaman menjadi rusak. Ini akan mengganggu pertumbuhan tanaman hias. Jika tanaman awalnya berada di polibag, bisa dengan memasukkan sekaligus media tanaman dengan merobek polibagnya.

Perawatan

Tanaman hias juga membutuhkan perawatan agar mampu tumbuh dan berkembang. Yang paling utama adalah dalam hal penyiraman dan pemupukan. Penyiraman harus secara rutin jika itu memang perlu dilakukan. Namun, jangan sampai tanah menjadi menggenang karena bisa membuat tanaman busuk. Pemupukan diperlukan untuk menambah nutrisi tanaman. Pemupukan dengan pupuk organik sangat disarankan untuk menjaga kualitas lingkungan. Dalam perawatan untuk menjaga tanaman dari hama maupun penyakit, sangat disarankan secara mekanik, seperti mengambil hama ulat dan membuang bagian tanaman yang terkena penyakit.

Penataan dan Pemangkasan

Pentas dan pemangkasan ini berfungsi untuk menjaga nilai estetika dari tanaman hias yang dibudidayakan. Kegiatan ini untuk menjanda kerapian dan keteraturan, baik letak tanaman maupun kondisi tanaman dari ranting atau tangkai yang dirasa mengurangi nilai estetikanya. Pemangkasan penting dilakukan untuk memicu tumbuhnya tunas dan daun baru agar mampu tumbuh secara serentak.

Penggantian Media Tanam

Penggantian media tanam dilakukan jika budidaya tanaman dilakukan di dalam pot atau wadah. Hal ini karena media tanam yang sudah tidak produktif lagi akan mengurangi daya tumbuh tanaman. Lama-kelamaan media yang digunakan akan rusak dan tidak mampu lagi dalam menyimpan nutrisi untuk tanaman.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Arinda Dwi Yonida

Editor - Mahasiswa Agribisnis UGM - arinda@farming.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published.