Hemat BBM, Pemerintah Konversi BBM ke LPG Untuk Perahu Nelayan

Perahu nelayan khususnya perahu motor yang biasanya digunakan oleh kebanyakan nelayan skala kecil, membutuhkan bahan bakar minyak berupa solar dalam pengoperasiannya. Biaya operasional yang dikeluarkan nelayan kecil untuk penangkapan yaitu terutama pembelian solar sangat besar jumlahnya apabila dihitung setiap one day trip dalam satu bulan. Penggunaan solar sebesar 3 liter yang kurang lebih cukup untuk digunakan dengan jarak 12 mil. Hal ini tidak sebanding jika hasil tangkapan yang diperoleh nelayan hanya sedikit sehingga keuntungan yang diperoleh nelayan tidak dapat mengganti pengeluaran terutama untuk pembelian solar dan pada akhirnya nelayan akan mengalami kerugian.

LPG untuk perahu nelayan / KKP

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) di antaranya menyatakan bahwa peran minyak bumi pada tahun 2025 kurang dari 25% dan pada tahun 2050 menjadi kurang dari 20%, dimana pada tahun 2025 peran gas bumi minimal 22% dan pada tahun 2050 minimal 24%. Sehingga pemerintah sudah bertindak dengan mengembangkan energi alternatif guna mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan energi bahan bakar minyak (BBM). Pengembangan yang dilakukan pemerintah salah satunya yaitu mengkonversi bahan bakar minyak menjadi bahan bakar gas. Hal tersebut tertuang pada pernyataan presiden dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006, tentang Kebijakan Energi Nasional.

[Baca juga: Gelembung Mikro Generator, Meningkatkan Hasil Panen Ikan]

Penggunaan solar oleh nelayan kecil telah dikonversi ke LPG yang mana LPG (Liquefied Petroleum Gas) merupakan salah satu bahan bakar gas yang berpotensi untuk mengurangi penggunaan solar oleh nelayan kecil. Dasar hukum konversi BBM ke LPG untuk nelayan kecil tertulis pada Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2015 tentang penyediaan, pendistribusian, dan penetapan harga LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil. Program ini sudah dicanangkan tahun 2015 dan tahun ini sudah direalisasikan  di beberapa wilayah. Tujuan pemerintah untuk program ini yaitu diversifikasi bahan bakar kapal nelayan, mengurangi konsumsi BBM bersubsidi, meringankan beban biaya operasi nelayan. Sasaran dari program konversi BBM ke LPG untuk nelayan kecil yaitu kapal motor tempel dan kapal motor <5 GT yang beroperasi jangka pendek antara 1 sampai 3 hari.

Berikut rencana program pemerintah terhadap relokasi subsidi solar menjadi LPG untuk nelayan.

Pelaksanaan program ini merupakan tanggung jawab bersama Kementerian ESDM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Pemerintah Daerah serta Pertamina untuk merealisasikan program konversi BBM ke LPG untuk nelayan.

Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan LPG secara dual fuel atau berbahan bakar ganda yaitu LPG dengan solar mampu menggantikan konsumsi solar hingga 71% dari konsumsi solar seluruhnya selama satu jam. Komposisi LPG yang dihasilkan mencapai lebih dari 60% dari total pemakaian bahan bakar saat dual fuel. Kecepatan dan jarak tempuh saat menggunakan solar seluruhnya mencapai 5% lebih tinggi dibandingkan dual fuel. Daya dan torsi saat menggunakan dual fuel mencapai 9,8 % lebih tinggi dibandingkan solar seluruhnya. Penggunaan dual fuel mampu mengurangi biaya operasional penangkapan ikan hingga 24,6%, namun dengan waktu tempuh 1,3% lebih lama dari solar seluruhnya. Hal tersebut mampu menekan biaya operasional nelayan dengan perahu motor sehingga diharapkan dapat menurunkan beban biaya operasional nelayan perahu motor atau nelayan skala kecil.

Konverter kit / penghargaanenergi.litbang.esdm.go.id

Dalam mengkonversi gas menjadi solar dibutuhkan alat konverter kit tanpa harus mengganti mesin. Amin, seorang inovator yang membuat alat konverter kit dan berhasil menerapkannya untuk nelayan di sekitar tempat tinggalnya. Saat ini Amin bersama produsen Fajar Cipta Wacana (FCW) siap untuk memproduksi konvertir kit untuk nelayan. Temuan dan produknya ini tidak diragukan lagi, karena tanggal 15 Maret 2016 lalu, konverter kit ini telah mendapatkan Sertifikat Kesesuaian SNI EN 12806:2015 dari Balai Sertifikasi PPMB Kementerian Perdagangan. Bahkan, konverter yang telah ia patenkan di Kementerian Hukum dan HAM ini pun meraih sertifikat tingkat komponen dalam negeri sebesar 82,64 persen dari Kementerian Perindustrian. Alat konverter kit buatan Amin tidak hanya terbatas penggunaannya bagi perahu motor nelayan, tetapi juga telah dikembangkan untuk beberapa keperluan, seperti pembangkit listrik mikro untuk penerangan. Kemudian pompa air untuk pertanian, peternakan dan perkebunan. Konverter kit ini juga bisa dipakai sebagai mesin pengolah dan produksi, seperti mesin aerator tambak, mesin pengolah ikan, mesin produksi pakan ikan, mesin perontok padi, serta mesin penggiling daging.

Konverter bbm ke LPG / kkp

Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Fantria Imrantika

Student of Fisheries Resources Management at Universitas Gadjah Mada.

Leave a Reply

Your email address will not be published.