HENKITA, Menurunkan Biaya Listrik Kincir Tambak

Tambak udang merupakan salah satu komoditas budidaya yang paling memiliki peluang pasar tinggi di Indonesia maupun global. Pada proses budidaya tambak udang, kincir air menjadi salah satu kewajiban yang harus ada terutama untuk sistem tambak intensif. Kincir air sangat memberikan manfaat yang dapat menunjang produktivitas tambak udang sehingga menghasilkan panen yang sesuai dengan target.

Manfaat yang paling penting dari kincir air pada tambak udang yaitu menyuplai oksigen untuk perairan tambak dan meratakan lapisan air perairan tambak. Oksigen terlarut merupakan salah satu komponen kualitas air yang penting bagi kelangsungan hidup suatu organisme perairan.  Udang memiliki karakteristik untuk hidup pada kondisi perairan tertentu dimana salah satu yang paling rentan adalah oksigen terlarut. Perubahan oksigen dalam perairan akan mempengaruhi parameter kualitas air yang lain apabila oksigen terlarut rendah dapat menyebabkan penurunan nafsu makan udang, stres, dan yang lebih parah yaitu menyebabkan kematian. Hal ini berdampak akan kerugian petani tambak karena tidak dapat melakukan panen.

Selain itu kincir air pada tambak udang juga mampu meratakan lapisan air agar kondisi kualitas  air merata pada lapisan bawah perairan maupun lapisan atas perairan. Kualitas perairan harus dipertahankan dalam kondisi optimal sesuai dengan karakteristik hidup udang.

Teknologi intensif untuk tambak menggunakan kincir air mutlak yang akan membantu menyuplai oksigen terutama pada tambak yang padat tebar udangnya besar. Sayangnya kincir air mayoritas yang dijual di pasaran untuk tambak yang dioperasikan pada sistem intensif sangatlah membutuhkan daya listrik yang besar yaitu menggunakan motor listrik 3 phase.

Sehingga apabila lokasi tambak tradisional pada pedesaan, jaringan PLN hanya menyediakan 1 phase yang selanjutnya diubah menjadi 3 phase dimana proses ini membutuhkan biaya yang cukup mahal karena membutuhkan kabel besar dan konsumsi listrik yang besar pula.

Sebuah inovasi baru telah diciptakan di BPPP Tegal untuk mengurangi beban biaya penambak dalam mengoperasikan kincir air tambak. Inovasi tersebut dinamakan HENKITA.

Apa itu HENKITA?

HENKITA merupakan inovasi hemat energi kincir tambak dimana teknologinya dilengkapi dengan koverter untuk mengubah 3 phase menjadi 1 phase pada motor listrik untuk kincir tambak. Kincir dengan motor listrik 3 phase memerlukan biaya sebesar 55 ribu rupiah per hari per kincir, jika menggunakan HENKITA maka biaya yang dikeluarkan hanya sebesar 20 ribu rupiah per hari per kincir. Sehingga penggunaan HENKITA menghemat pengeluaran biaya untuk listrik kincir tambak sebesar 50% sampai 60% biaya listrik per kincir.

HENKITA / BPPP Tegal

BPPP Tegal telah melakukan launching HENKITA dimana sebelumnya dilakukan uji coba penggunaan alat ini di tambak BUSMETIK (Budidaya Udang Skala Mini Empang Plastik) milik Sekolah Usaha Perikanan Negeri Tegal  dengan luas tambak 1000 m2 per petak menggunakan kincir sebanyak 4 buah. Uji coba HENKITA menggunakan padat tebar udang Vanamae 150 ekor per m2 dengan target dalam 1 petak dapat panen udang Vanamae  1600 kg dalam waktu  90 hari.

BPPP Tegal mengharapkan inovasi ini dapat menghemat biaya listrik penggunaan kincir tambak sehingga produktivitas tambak intensif udang makin meningkat sehingga dapat meningkatkan keuntungan yang diperoleh penambak udang. Namun HENKITA masih dalam tahap perkembangan yang tetap dilakukan evaluasi untuk melanjutkan penggunaan inovasi HENKITA sehingga dapat dimanfaatkan para penambak di Indonesia secara menyeluruh.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Fantria Imrantika

Student of Fisheries Resources Management at Universitas Gadjah Mada.

Leave a Reply

Your email address will not be published.