Ikan Kembung, Salah Satu Komoditas Penting Ikan di Indonesia

Ikan kembung jantan / Fishbase

Ikan kembung atau dikenal dengan nama ilmiah Rastrelliger spp merupakan spesies ikan komoditas pelagis kecil dengan populasi yang terbanyak dan hidup hampir di seluruh wilayah perairan Indonesia. Oleh karenanya ikan kembung sangat mudah didapat di pasaran dengan harga yang relatif terjangkau dan banyak dikonsumsi oleh sebagian masyarakat Indonesia.

[Baca juga : Mengenal Ikan Salem dan Produksinya di Indonesia]

Ikan kembung merupakan kelompok scombridae yaitu ikan pelagis namun termasuk ikan pelagis yang berukuran kecil dibanding dengan tuna ataupun cakalang. Bentuk tubuh ikan kembung memanjang, sedikit kompres, dengan warna tubuh dan perut keperakan. Ikan kembung dapat mencapai panjang 30 cm, namun umumnya 15-20 cm. Ikan kembung berwarna biru kehijauan bagian atas, putih perak bagian bawah, totol-totol hitam pada bagian punggung (diatas garis rusuk). Sirip punggung pertama kuning keabuan, dengan pinggiran gelap. Sirip dada, perut kuning maya-maya, sedikit gelap dan lain-lain sirip kekuningan.

Ikan kembung termasuk ikan pemakan plankton halus dan habitatnya mendekati pantai serta membentuk gerombolan besar. Ikan kembung merupakan spesies epipelagic dan neritic yaitu ikan yang hidup pada permukaan laut, bergerombol dan menyukai daerah dengan suhu permukaan minimum 17 °C, suhu optimum antara 20 °C – 30 °C. Daerah penyebaran ikan kembung di Indonesia meliputi pantai Indonesia dengan jumlah tangkapan terbesar di Kalimantan, Sumatera Barat, Laut Jawa, Selat Malaka, Muna-Buton, dan Arafuru.

Saat ini, terdapat dua spesies dari genus Rastrelliger yang dikenal dan memiliki persebaran yang cukup luas, yaitu Rastrelliger brachysoma atau nama lokalnya ikan kembung betina dan Rastrelliger kanagurta atau nama lokalnya yaitu ikan kembung jantan. Di Indonesia spesies ikan kembung yang banyak dijumpai yaitu Rastrelliger brachysoma dengan volume produksi pada tahun 2011 sebanyak 291.863 ton. Sehingga ikan kembung jenis ini telah menduduki peringkat 3 dari komoditas ikan laut dengan volume produksi tertinggi setelah ikan layang dan ikan cakalang. Sedangkan volume produksi ikan kembung jenis Rastrelliger kanagurta hanya mencapai 19.688 ton.

Apa perbedaan ikan kembung betina dan ikan kembung jantan?

Kembung jantan, Rastrelliger kanagurta (Scombridae); hidup diperairan pantai, lepas pantai, bergerombol besar, pemakan plankton kasar, dapat mencapai panjang 35 cm, umumnya 20-25 cm. Tergolong ikan pelagis kecil, penangkapan dengan purse seine, jaring insang lingkar, jala lompo dan sejenisnya, sero, dipasarkan dalam bentuk segar, asin setengah kering (peda), harga agak mahal. Daerah penyebaran; hampir terdapat diseluruh perairan Indonesia, Kalbar, Kalsel, Laut Jawa, Selat Malaka, Sulsel, Arafuru, Teluk Siam, Philipinna.

 Kembang betina, Rastrelliger brachysoma (Scombridae); hidup lebih mendekati pantai, membentuk gerombolan besar, pemakan plankton halus, dapat mencapai panjang 30 cm, umumnya 15-20 cm. Tergolong ikan pelagis kecil, penangkapan dengan sero, jala lompo dan sejenisnya, kadang-kadang masuk trawl, jaring insang lingkar, purse seine, dipasarkan dalam bentuk segar, asin setengah kering (peda), harga agak mahal. Daerah penyebaran; perairan pantai Indonesia terutama Kalimantan, Sumbar, Laut Jawa, Selat Malaka, Sulsel, Muna-Buton, Arafuru, Teluk Siam, Philipinna.

Ikan kembung mengandung beberapa jenis senyawa kimia, antara lain yang dominan yaitu air, protein, lemak dan mineral. Senyawa kimia yang bernilai gizi yaitu protein, lemak dan mineral sedangkan air merupakan penyusun terbesar yang kurang mempunyai nilai gizi. Selain senyawa bergizi tersebut, ikan mengandung vitamin yang mempunyai nilai gizi yang cukup berarti. Komposisi dan nilai gizi ikan kembung yaitu dalam 100 gram daging mengandung  energi sebesar 103 kilokalori, protein 22 gram, lemak 1 gram, kalsium 20 miligram, fosfor 200 miligram, dan zat besi 1 miligram.  Selain itu di dalam daging ikan kembung juga terkandung vitamin A sebanyak 9.00 RE dan vitamin B1 0,05 miligram.