Ini Pesan Dirut Perum Perindo untuk Mahasiswa Perikanan

Direktur utama Perum Perindo Risyanto Suanda di Departemen Perikanan UGM

Direktur Utama Perusahaan umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo), Risyanto Suanda, menjadi pembicara dalam diskusi “Perikanan dan Bisnis Ikan di Era Revolusi Industri 4.0” yang dilaksanakan di Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada pada Kamis (15/11).  Penerima penghargaan Alumni Awards bidang Alumni Muda berprestasi 2018 dari KAGAMA ini banyak membagikan pengalamannya selama menangani perusahaan BUMN bidang perikanan hingga saat ini.

“BUMN sebenarnya punya aset yang luar biasa besar, ada sekitar Rp 7000 Triliun nilainya, tapi tidak produktif karena pengelolaannya yang kurang optimal dan sumberdaya manusia yang pas-pasan” ujar pria yang akrab disapa Aris saat memulai diskusi.

Melihat potensi yang besar untuk berkembang, beliau membentuk 2 divisi baru di dalam tubuh Perum Perindo untuk memperluas bidang usaha yaitu divisi budidaya, divisi penangkapan, pengolahan dan perdagangan ikan dan hasil laut. Selain tetap komitmen menjalankan usaha jasa kepelabuhan lengkap dengan jasa utilities (air bersih, perbekalan kapal, BBM dan menyusul penyediaan energi), Perum Perindo juga sedang mempersiapkan pengelolaan usaha jasa wisata, kuliner hingga edukasi maritim.

“saat saya pertama kali masuk ke Perum Perindo, di tahun 2016 perusahaan BUMN ini baru mendapat revenue sekitar Rp 225 miliar. Jumlah ini sangat kecil dibandingkan aset yang begitu besar. Kemudian saya coba perluas bidang usahanya sehingga pada 2017 angkanya melonjak menjadi Rp 650 miliar. Nah untuk tahun 2018 rencana kerja perusahaan sampai akhir tahun itu akan mendapat Rp 1 triiun 38 miliar”  ujar Aris.

Aris kemudian berpesan kepada seluruh peserta diskusi yang dihadiri dosen dan mahasiswa bahwa seiring dengan pengembangan industri perikanan seperti yang dilakukan Perum Perindo maka kebutuhan sumberdaya manusia yang berkualitas akan semakin besar. Namun untuk menjadi SDM yang berkualitas setidaknya ada beberapa hal yang harus dipenuhi.

Pertama, harus memiliki kemampuan atau skill khusus terutama yang berkaitan dengan bisnis perikanan. Selain pengetahuan umum, mahasiswa harus menguasai skill tertentu seperti pengelolaan budidaya satu jenis produk perikanan seperti udang atau bandeng, menguasai cara quality control atau sistem keamanan pangan, cold chain system, manajemen pakan dan lainnya. Mahasiswa harus tahu kemampuannya di bagian apa.

Kedua, mahasiswa harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Kemampuan komunikasi berguna untuk menyampaikan apa yang sedang dan akan dia lakukan selama bekerja. Komunikasi ini juga penting untuk bisa membentuk kordinasi yang jelas antar divisi didalam perusahaan. Komunikasi bisa dilatih dengan persentasi di kelas dengan serius dan mengikuti kegiatan kemahasiswaan.

Ketiga, percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki dan dengan gagasan yang disampaikan. Asalkan kepercayaan diri itu tidak berlebihan hingga berbohong. Percaya pada diri sendiri justru akan memudahkan orang lain untuk memberikan kesempatan pada kita.  Terbukanya kesempatan inilah yang menjadi kunci dalam berbisnis.

Keempat, memiliki jaringan yang luas. Cobalah untuk bisa berkomunikasi dengan banyak orang dalam waktu dan tempat seperti apapun karena kesempatan untuk memperluas bisnis ada dimana saja. Sambil menunggu di stasiun atau bandara, coba buka percakapan dengan orang di sebelahmu. Mulai dari nama, asal, latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang sedang digeluti. Carilah kesamaan diantara kalian yang membuat komunikasi semakin menarik hingga jatuh pada kerjasama bisnis.

Keempat hal itu jika ditunjang dengan kemampuan bahasa inggris yang baik akan mempercepat kesuksesan individu di dunia industri perikanan. Karena di masa depan, bisnis perikanan di Indonesia akan mempengaruhi pasar perikanan dunia. Oleh karena itu, menguasai bahasa internasional dapat menambah daya saing kita sehingga mampu bertahan dialam bisnis perikanan lebih lama.