Inovasi Kemasan Pengganti Plastik Terbuat dari Rumput Laut

Produk kemasan dari bahan baku rumput laut / evoware.id

Sampah masih menjadi pokok permasalahan yang belum dapat terpecahkan. Sampah sudah menjadi musuh utama yang menyebabkan pencemaran kerusakan lingkungan, baik tanah, air maupun udara. Sebesar 90% sampah telah menumpuk di laut dan Indonesia menjadi negara penyumbang sampah terbesar kedua setelah China yang menumpuk di perairan samudera. Mayoritas sampah plastik yang menumpuk tersebut sebanyak 70% dari sampah plastik bungkus makanan dan minuman.

[Baca juga: Menghadap Laut, Upaya Aksi Bersih Pantai dan Laut]

Akibat pencemaran yang diakibatkan sampah inilah organisme yang hidup dalam ekosistem terancam kehidupannya. Penyu, ikan, dan mamalia laut banyak tidak sengaja memakan sampah-sampah ini, sehingga mengakibatkan kematian. Selain itu, sampah plastik di laut juga dapat mengakibatkan kerusakan habitat karena telah mengalami pencemaran, sehingga habitat lingkungan mengalami perubahan secara fisik maupun kimiawi yang kemudian mengancam sistem kehidupan dalam ekosistem tersebut.

Adanya isu tersebut membuat kita dituntut untuk bagaimana cara kita dapat menanggulangi dan mencegah adanya penumpukan sampah plastik di Indonesia. Pasti di dalam lubuk hati kita sebenarnya tidak ingin merusak lingkungan dimana kita hidup di bumi ini. Penggunaan plastik masih dilakukan karena belum adanya barang lain yang mampu menggantikan penggunaan dari plastik itu sendiri. Sangat diperlukan untuk kita dapat membuat dan mengembangkan inovasi lain untuk mengganti bahan plastik dengan bahan lain yang lebih ramah lingkungan.

Evoware sebagai Solusi

Salah satu inovasi terbaru saat ini adalah kemasan pengganti plastik dengan bahan baku dari rumput laut. Inovasi ini dirintis oleh David Christian (Founder Evoware). Evoware telah menjadi salah satu solusi lingkungan dalam mengurangi sampah plastik dengan membuat kemasan berbahan baku rumput laut yang bersifat biodegradable dan dapat dimakan.

Produk ini dalam penggunaannya mirip dengan plastik, yaitu untuk kemasan. Kemasan yang telah diproduksi dari produk berbahan baku rumput laut ini ada 2 macam. yaitu kemasan yang dapat dimakan dan kemasan biodegradable (dapat diuraikan oleh organisme pengurai). Kemasan yang dapat dimakan terdiri dari kemasan untuk food wrap (pembungkus makanan seperti burger, sandwiches, dan roti), untuk kemasan kopi dalam sachet, untuk kemasan dryseasoning sachet, sedangkan untuk kemasan biodegradable adalah kemasan untuk sabun.

Produk evoware pada awalnya dirintis dalam skala produksi rumah tangga. Namun, saat ini telah berkembang menjadi sebuah perusahaan yang mengangkat gaya hidup ramah lingkungan dan memberikan nilai inovatif untuk masyarakat sehingga melalui produk evoware manusia dapat berevolusi agar lebih dekat dengan alam dan dapat menjalani kehidupan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Produk kemasan dari rumput laut ini sudah teruji klinis dengan sistem produksi sesuai standar HACCP dan sudah memiliki sertifikat halal sehingga aman untuk dikonsumsi. Produk ini sudah diminati oleh perusahaan besar seperti produsen mie instan, burger, perusahaan kosmetik, dan perusaahaan kebutuhan ibu rumah tangga internasional.

Adanya sebuah produk inovatif seperti ini, selain membantu mencegah penggunaan plastik, dapat meningkatkan produktivitas petani rumput laut di Indonesia sebagai penghasil rumput laut yang besar. Dengan memanfaatkan potensi alam yang kita miliki secara inovatif diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan kehidupan kita di kemudian hari.

Produk inovatif seperti inilah yang diperlukan untuk membantu kita sebagai manusia yang hidup di bumi ini untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh makhluk hidup yang tinggal di bumi ini. Inovasi ini akan membantu untuk mencegah penggunaan kemasan plastik yang berlebihan dan tidak ramah lingkungan. Produk seperti inilah yang diperlukan untuk mencegah penggunaan kemasan plastik.