Jenis-Jenis Padi yang Ditanam di Indonesia

Padi / Pixabay

Padi merupakan salah satu jenis tanaman utama di Indonesia. Tanaman padi menjadi penghasil sebagian besar bahan makanan pokok untuk kebutuhan masyarakat. Tanaman padi juga menjadi jenis tanaman yang banyak dibudidayakan oleh petani. Jenis padi yang paling banyak ditanam di Indonesia dapat dibedakan berdasarkan varietasnya. Secara garis besar tanaman padi dapat dibedakan menjadi 3 varietas utama, yaitu hibrida, unggul dan lokal.

  1. Varietas Padi Hibrida

Varietas hibrida adalah salah satu varietas padi untuk sekali tanam. Keunggulan dari varietas hibrida ini adalah pada potensi hasil yang sangat maksimal. Hibrida memang identik dengan kondisi yang terbaik namun juga memiliki kelemahan. Varietas hibrida jika ditanam kembali setelah panen akan berbeda dengan indukannya tersebut atau hasilnya akan berkurang jauh. Hal ini memang dibuat dan direkayasa oleh penghasil benih agar petani kembali membeli benih tersebut.  Oleh karena hal ini juga varietas hibrida dikatakan sebagai varietas padi untuk sekali tanam. Harga benih varietas hibrida ini juga termasuk yang paling mahal.

Contoh jenis dari varietas padi hibrida ini antara lain Intani 1 dan 2, PP1, H1, Bernas Prima, Rokan, SL 8 dan 11 SHS, Segera Anak, SEMBADA B3, B5, B8 DAN B9,  Hipa4, Hipa 5 Ceva, Hipa 6 Jete, Hipa 7-10 11, Long Ping (pusaka 1 dan 2), Adirasa-1, Adirasa-64,  Hibrindo R-1, Hibrindo R-2, Manis-4 dan 5, MIKI 1-3, SL 8 SHS, SL 11 HSS dan Maro.

Pemerintah juga aktif dalam pengembangan varietas padi hibrida ini dengan mengeluarkan jenis varietas seperti Maro dan Hipa yang bersifat spesifik lokasi. Artinya varietas tersebut hanya optimal di masing-masing lokasi yang sudah ditentukan.

  1. Varietas Padi Unggul

Varietas unggul berbeda dari varietas hibrida. Varietas ini mampu berkali-kali ditanam dengan perlakuan yang baik. Artinya hasil panen dari varietas unggul ini bisa dijadikan benih kembali. Varietas unggul juga merupakan varietas yang dilepas oleh pemerintah dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian. Varietas unggul ini sudah melewati berbagai uji dan hasilnya baik untuk digunakan petani. Harga varietas ini tidak setinggi varietas hibrida.

Contoh dari varietas padi unggul ini antara lain Inpari 1-21, Inpari 31, Inpari 33, Inpari 34 Salin Agritan, Inpari 35 Salin Agritan,  Inpara 1-8 dan Inpago 1-5.

Pemerintah juga melakukan pengembangan terhadap varietas ini seperti membuat varietas unggul tahan wereng cokelat seperti Inpari 34 Salin Agritan dan Inpari 35 Salin Agritan.

  1. Varietas Padi Lokal

Varietas lokal merupakan varietas padi yang sudah lama beradaptasi di daerah tertentu. Sehingga varietas ini hanya cocok untuk ditanam di daerah tertentu saja karena memiliki karakteristik spesifikasi daerah tersebut. Setiap jenis dari varietas ini memiliki keunggulan da kelemahan masing-masing tergantung pada setiap daerah.

Contoh dari varietas padi lokal ini antara lain Dharma Ayu dari Indramayu, Gundelan dari Malang, Merong dari Pasuruhan, serta Simenep dan Ketan Lusi dari Yogyakarta.

Pemerintah pada setiap daerah juga melakukan pengembangan pada varietas lokal ini. Varietas lokal bukan berarti varietas yang terburuk namun juga memiliki potensi untuk dikembangkan agar mampu menciptakan varietas-varietas yang lebih baik.