Kelapa Sawit, Komoditas Perkebunan Andalan Indonesia

Indonesia yang memiliki luas wilayah yang berbanding lurus dengan kekayaan alam yang ada di dalamnya. Komoditas perkebunan menyumbang peran besar dalam peningkatan kesejahteraan negara. Indonesia memiliki komoditas perkebunan utama potensial seperti kelapa sawit, cokelat, kopi, karet, tebu, teh, dan pala. Dari tujuh komoditas tersebut, kelapa sawit berada peringkat paling atas. Industri kelapa sawit berperan penting untuk kemajuan perekonomian dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Produk turunan dari kelapa sawit juga tercatat sebagai produk ekspor andalan Indonesia.

Indonesia adalah salah satu negara penyuplai minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) terbesar di dunia. Jumlah ekspor kelapa sawit pada tahun 2016 mencapai USD 17,8 miliar atau setara dengan 231,4 triliun, dengan produksi mencapai 31 juta ton. Dengan nilai yang sangat besar tersebut, produk olahan kelapa sawit menyumbang kontribusi ekspor sekitar 75 persen dari sektor non minyak dan gas. Sehingga produk ini menjadi salah satu penyumbang pemasukan terbesar negara.

Pemerintah Indonesia saat ini sedang prioritaskan peningkatan investasi industri pengolahan minyak kelapa sawit untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah produksi bahan baku yang diperkirakan mencapai 40 juta ton CPO pada tahun 2020. Pemerintah juga sedang mengintensifkan ekspor minyak kelapa sawit ke pasar Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Kawasan Timur Tengah, karena pada tahun sebelumnya sebagian besar hanya di ekspor ke India, Tiongkok, Pakistan, Belanda, Malaysia, Mesir, dan Bangladesh.

Minyak kelapa sawit adalah salah satu minyak yang paling banyak diproduksi dan dikonsumsi di dunia. Minyak ini mudah diproduksi, harganya murah dan cukup stabil yang menjadikan banyak digunakan sebagai bahan baku berbagai variasi, seperti makanan, kosmetik, produk kebersihan, dan juga menjadi sumber biofuel. Produksi minyak kelapa sawit dunia didominasi oleh Indonesia dan Malaysia dengan total menghasilkan 85-90 persen dari total produksi minyak sawit dunia. Saat ini Indonesia adalah sebagai produsen dan eksportir minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

Menurut Kementrian Pertanian Indonesia, jumlah total luas area perkebunan kelapa sawit yang dimiliki Indonesia saat ini mencapai sekitar 8 juta hektar. Nilai ini mencapai dua kali lipat dari luas area perkebunan kelapa sawit di tahun 2000 yang luasnya sekitar 4 juta hektar. Jumlah ini diduga juga akan bertambah menjadi 13 juta hektar pada tahun 2020 nanti.

Kelapa sawit memiliki prospek ekonomi yang paling menjanjikan bagi Indonesia. Permintaan dunia terhadap kelapa sawit juga diperkirakan akan semakin meningkat di masa depan karena sejalan dengan pertumbuhan populasi dunia. Untuk Indonesia, industri kelapa sawit semakin memberikan manfaat bagi perekonomian, khususnya kesejahteraan masyarakat. Industri sawit saat ini menjadi mata pencaharian bagi 4,5 juta keluarga karyawan dan petani sawit di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Pengembangan kelapa sawit ini tentunya akan mampu mengurangi kemiskinan, khususnya di daerah pedesaan serta dapat mendorong pemerataan perekonomian di daerah.

Namun dalam pengembangan industri kelapa sawit ini menuai banyak konflik dan tantangan. Industri ini masih dianggap tidak ramah lingkungan dan memberikan dampak ke lingkungan karena tuntutan untuk selalu memperluas perkebunan. Dari hal ini pemerintah harus bisa mengembangkan sebuah industri yang tidak hanya mementingkan sisi ekonomi, tetapi juga memiliki pandangan untuk kelestarian sumber daya alam sampai dengan menjaga daya beli dari petani kecil, dan pengembangan kelapa sawit yang berkelanjutan. Pemerintah juga harus bisa mengembangkan sektor lain, terutama pada sektor industri pengolahan.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Arinda Dwi Yonida

Editor - Mahasiswa Agribisnis UGM - arinda@farming.id.

Comments are closed.