Kelebihan dan Kelemahan Perbanyakan Tanaman secara Generatif dan Vegetatif

Pembibitan / Pixabay

Tanaman mampu berkembang biak secara generatif dan vegetatif. Perkembangbiakan tanaman secara generatif merupakan perbanyakan tanaman melalui proses perkawinan antara sel kelamin jantan dan betina sedangkan perbanyakan tanaman secara vegetatif merupakan perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman seperti akar, batang, atau daun.

[Baca juga: Macam-Macam Cara Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif]

Masing-masing perbanyakan tanaman baik secara vegetatif maupun secara generatif memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam hal ini diperlukan keterampilan dalam menerapkannya. Sehingga tanaman yang diusahakan dapat berkembang biak seperti yang diharapkan.

Perbanyakan Tanaman Secara Generatif

Perbanyakan tanaman secara generatif merupakan perbanyakan tanaman melalui proses perkawinan antara dua tanaman induk melalui organ reproduksi berupa bunga yang kemudian terjadi penyerbukan benang sari pada kepala putik dan menghasilkan buah dengan kandungan biji di dalamnya. Biji ini dapat ditanam kembali untuk menghasilkan tanaman baru yang memungkinkan terjadinya variasi karakter.

Salah satu tujuan perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji adalah untuk memperoleh sifat-sifat baik tanaman, seperti akar yang kuat, serta yang tahan hama dan penyakit.

Reproduksi secara generatif pada umumnya terjadi pada tumbuhan berbiji, baik pada tumbuhan biji tertutup maupun pada tumbuhan biji terbuka. Pada reproduksi generatif dibutuhkan dua sel kelamin, yaitu sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Dengan demikian, reproduksi generatif hanya mungkin terjadi apabila ada peleburan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina dalam tumbuhan tersebut, baik yang berumah satu maupun berumah dua.

Kelebihan perbanyakan tanaman secara generatif ini antara lain :

  • Tanaman yang dihasilkan memiliki perakaran yang kuat.
  • Biaya yang dikeluarkan relatif murah.
  • Umur tanaman akan lebih lama.
  • Dapat menghasilkan varietas-varietas baru, yaitu dengan cara menyilangkan.

Kelemahan perbanyakan tanaman secara generatif antara lain :

  • Tanaman baru yang dihasilkan belum tentu memiliki sifat yang sama dengan induknya.
  • Varietas yang baru muncul belum tentu lebih baik.
  • Waktu berbuah lebih lama.
  • Kualitas tanaman baru diketahui setelah tanaman berbuah.

Untuk saat ini perbanyakan tanaman secara generatif masih banyak dilakukan terutama untuk menghasilkan jenis tanaman baru yang memiliki kualitas yang lebih bagus dengan cara persilangan tanaman, seperti membuat varietas tanaman semangka tanpa biji.

Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif

Perbanyakan tanaman secara vegetatif merupakan perbanyakan tanaman yang menggunakan bagian-bagian vegetatif tanaman seperti akar, batang, atau daun. Bahan tanaman yang berasal dari bagian vegetatif bisa  disebut bibit. Perbanyakan tanaman secara vegetatif merupakan perkembangbiakan tanaman yang terjadi tanpa melalui proses perkawinan. Perbanyakan tanaman secara vegetatif ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan perbanyakan tanaman dengan cara vegetatif antara lain :

  • Masa muda tanaman relatif pendek.
  • Tanaman lebih cepat bereproduksi.
  • Dapat diterapkan pada tanaman yang tidak menghasilkan biji.
  • Sifat-sifat yang lebih baik pada induknya dapat diturunkan.
  • Dapat tumbuh pada tanah yang memiliki lapisan tanah dangkal karena memiliki sistem perakaran yang dangkal.

Kelemahan perbanyakan tanaman dengan cara vegetatif antara lain :

  • Sistem perakaran kurang kuat karena tidak memiliki akar tunggang.
  • Mewarisi sifat jelek induknya di samping sifat baik induknya.
  • Biaya pengadaan bibit mahal.
  • Waktu yang dibutuhkan relatif lama.
  • Sulit memperoleh tanaman dalam jumlah yang besar yang berasal dari satu pohon induk.