Kementan Jalankan Roadmap Pertanian 2045, Indonesia Mampu Swasembada Pangan

Indonesia yang sudah terkenal dengan kekayaan alamnya namun masih saja impor komoditas pertanian. Hal ini menjadi pukulan keras Indonesia untuk bisa bangkit membangun sektor pertaniannya. Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah membuat sebuah strategi untuk menghentikan impor dan meningkatkan hasil produksi pertanian dengan membuat roadmap pertanian 2045. Banyak terget yang akan dicapai sampai dengan tahun 2045.

Menteri Pertnaian, Amran Sulaiman mengatakan pada awal tahun 2017 ini, “ Kami sudah buat roadmap sampai 2045. Kami sudah serahkan ke Bapak Presiden. Dan kami akan membahas persiapan Rakernas Pertanian di Bidakara”

Tidak hanya masalah untuk menghentikan impor yang selama ini menjadi ketergantugan bagi Indonesia, Rakernas tersebut juga akan membahas bagaimana upaya untuk dapat meningkatkan ekspor. Ekspor akan dilakukan setelah produksi pertanian negeri sudah naik.

Dari tahun 2016 roadmap tersebut sudah dijalan dan membuahkan hasil. Indonesia sama sekali tidak mengeluarkan kebijakan impor beras medium, impor jagung juga berhasil diturunkan hingga 60%. Roadmap tersebut berisi, pada 2016 Indonesia menargetkan mampu swasembada padi, bawang merah, dan cabai. Pada 2017, Indonesia ditar-getkan swasembada jagung, lalu pada 2019 swasembada kedelai dan gula konsumsi, pada 2025 swasembada gula industri. Selanjutnya, pada 2026 Indonesia ditargetkan swasembada daging sapi, pada 2033 swasembada bawang putih, dan pada 2045 Indonesia ditargetkan mampu menjadi lumbung pangan dunia.

Upaya yang dilakukan Kementan sudah mulai diterapkan. Untuk mewujudkan roadmap 2045 ini, pihak Kementan telah mengeluarkan beberapa kebijakan strategis seperti :

  1. Merevisi regulasi yang menghambat.
  2. Membangun infrastruktur irigasi 3,2 juta hektar, cetak sawah, dan mekanisasi secara besar-besaran alat serta mesin minimal 80 ribu unit per tahun.
  3. Memperkuat sistem budidaya dan pasca panen.
  4. Penataan tata niaga pangan.
  5. Mengendalikan impor dan mendorong ekspor.

Kementan juga memprediksi tingkat kemiskinan di pedesaan akan semakin menurun. Sektor pertanian akan berperan penting untuk menyokong pertumbuhan ekonomi. Hal ini dibuktikan dari data series BPS yang menunjukan penduduk miskin berkurang sampai dengan 11,13% pada tahun 2015.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Arinda Dwi Yonida

Editor - Mahasiswa Agribisnis UGM - arinda@farming.id.