Kenapa Lulusan Perikanan Butuh Seritifikat Pelatihan HACCP?

Industri perikanan / kkp.go.id

Keamanan pangan menjadi isu utama yang selalu dibahas dalam dunia industri makanan dan minuman. Apalagi jika sumber bahan baku yang digunakan merupakan bahan yang mudah rusak seperti susu, daging, dan produk perikanan (ikan,udang, udang, kepiting). Perusahaan dituntut untuk menjamin setiap produk yang dikeluarkan dan dibeli oleh konsumen adalah aman untuk dikonsumsi atau tidak menimbulkan bahaya kesehatan seperti keracunan,alergi atau kontaminasi bakteri.

[Baca juga: Sertifikasi Produk Pertanian]

Sesuai dengan batasan keamanan pangan (UU No. 18 tahun 2012), Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

Keamanan pangan adalah prasyarat untuk pangan bermutu. Tidak akan bermakna bicara mengenai mutu, jika produk pangan tesebut tidak memenuhi persyaratan keamanan pangan. Jadi, bagi siapa pun yang bergerak di bidang pangan, hal pertama dan utama yang harus diperhatikan adalah tentang keamanan pangan. Oleh karena itu, pemahaman dan kemampuan penerapan keamanan pangan harus mulai dipertimbangkan sejak mahasiswa memilih kuliah di jurusan pangan.

HACCP (Hazard Analysis & Critical Control Point)

Sebuah metode operasi terstruktur yang dikenal secara internasional yang bisa membantu organisasi dalam industri makanan dan minuman untuk mengidentifikasi risiko keamanan pangan, mencegah bahaya dalam keamanan pangan, dan menyampaikan kesesuaian hukum disebut sebagai HACCP (Hazard Analysis & Critical Control Point). Sistem HACCP berbasis pada pengetahuan dan mengidentifikasi bahaya spesifik dan pengendaliannya khusus untuk menjamin keamanan pangan. HACCP membantu perusahaan dan organisasi menunjukan komitmen keamanan pangan kepada seluruh pemangku kepentingan dan menunjukkan bahwa segala persyaratan telah dipenuhi.

Sebagai individu yang akan terjun langsung di industi pangan, mahasiswa perikanan perlu meningkatkan kapasitas mengenai sistem HACCP yang dibuktikan dengan mendapatkan sertifikat pelatihan dari perusahaan tertentu yang telah kapabel untuk memberikannya. Kepemilikan sertifikat pelatihan HACCP  akan berguna untuk:

  1. Menunjukkan komitmen dengan pendekatan resmi sebagai individu yang berkapasitas dalam upaya penerapan sistem HACCP. Komitmen ini adalah bukti dari sikap awareness terhadap produksi makanan yang sesuai persyaratan mutu keamanan, serta menjadi bukti bahwa anda peduli terhadap kesehatan konsumen.
  2. Menunjukkan bahwa anda adalah orang yang pantas dipercaya untuk menjalankan sistem HACCP di dalam industri pangan. Kemampuan anda dalam menjalankan sistem HACCP sudah dijamin mengalami peningkatan oleh organisasi resmi yang melatih anda.
  3. Memberikan manfaat kompetitif bagi anda ketika akan masuk ke perusahaan industri pangan. Perusahaan akan lebih terbuka pada sumberdaya manusia yang telah mempunyai kemampuan di bidang yang sesuai. Selain karena perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk meningkatkan SDM baru, anda juga akan lebih mudah beradaptasi terhadap sistem kerja HACCP yang ada di perusahaan tersebut.

Harapannya dengan semakin banyak mahasiswa lulusan perikanan yang sudah mengikuti pelatihan sistem HACCP maka kemanan pangan produk-produk perikanan di Indonesia semakin terjamin. Kekayaan alam dari hasil perairan menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat terutama untuk mendukung ketersediaan asupan gizi yang baik bagi tubuh dan keberlangsungan roda ekonomi tanpa ada kekhawatiran gangguan kesehatan.

Referensi: http://www.id.lrqa.com/standards-and-schemes/haccp/