Kerusakan di Raja Ampat, Kurangi Potensi Terumbu Karang Dunia

Kerusakan Terumbu Karang Raja Ampat / Seword

Terumbu karang di Raja Ampat seluas mencapai 18.882 m2 telah kandas akibat kecerobohan sebuah kapal pesiar MV Caledonian Sky dari Inggris yang memiliki bobot 4.290 ton dengan membawa 102 penumpang wisatawan dan 79 awak kapal. Kapal ini telah menabrak terumbu karang di kedalaman 5 meter akibat tindakan kapten kapal yang tidak memperhitungkan pasang surut air laut, sehingga pergerakan kapal telah mengenai terumbu karang saat air surut di perairan dangkal kawasan konservasi Raja Ampat.

Pemerintah Indonesia segera menindaklanjuti kasus ini dan mengumpulkan data-data yang terkait, kemudian akan mengajukan gugatan pidana dan perdata ke perusahaan kapal tersebut.

“Ini kasusnya sedikit berbeda, ada kapal pesiar besar masuk menabrak dengan beberapa konsekuensinya, sehingga tidak bisa instan, harus melalui proses dan tahapan.” Jelas Zulficar Mochtar, Kepala Badan Riset Kementrian Kelautan dan Perikanan yang telah dilansir dari BBC Indonesia.

Kerusakan akibat kapal pesiar ini telah menghancurkan ekosistem terumbu karang di kawasan tersebut yang berdampak pada kelangsungan hidup biota laut sehingga mengakibatkan penurunan produksi perikanan di kemudian hari dan menurunkan fungsi ekosistem untuk sektor pariwisata, yaitu sebagai tempat menyelam terindah surga bawah laut serta terlebih lagi sebagai objek riset penelitian dunia.

Indonesia memiliki terumbu karang yang mencapai 14% luas terumbu karang di dunia yang menempati peringkat paling atas dengan luas 75.000 km2, salah satu perairan yang memiliki kawasan terumbu karang yang masih dalam kondisi baik yaitu perairan Raja Ampat. Akibat kerusakan tersebut menyebabkan terjadinya penurunan potensi terumbu karang dunia. Sehingga insiden ini juga menjadi pusat perhatian dunia.

Peristiwa ini telah berdampak atas terjadinya penurunan keragaman karang yang tercatat di Raja Ampat termasuk Acropora, Porites, Montipora, dan Stylophora. Dari 603 spesies terumbu karang yang tercatat di Raja Ampat, belum diketahui secara pasti berapa spesies level yang rusak.

Ketut Sardjana Putra, Vice President Conservation International Indonesia, seperti yang dikutip dari VOA Indonesia, mengatakan “Menumbuhkan terumbu karang sampai dia memiliki koloni sebesar 30 cm itu mungkin butuh waktu lebih dari 30 tahun sendiri, minimum ya. Nah apalagi kalau kita ukur kesuksesan restorasinya dari sisi ekosistem, akan jauh lebih panjang dibutuhkan waktu, karena ini adalah sistem terumbu karang, ekosistemnya dia sudah terbangun ratusan tahun.”

Kapal Pesiar MV Caledonian Sky Menabrak Terumbu Karang Di Perairan Raja Ampat/BBC Indonesia

Pihak perusahaan Noble Caledonia telah meminta maaf atas insiden tersebut dan akan bekerja menuju penyelesaian adil dan realistis dari kasus ini. Mereka telah menyiapkan dana untuk membantu masyarakat lokal dan menyumbang pada perbaikan terumbu karang serta ingin mengirim tim ekspedisi untuk membantu regenerasi terumbu karang. Selain itu, perusahaan asuransi mereka sedang bekerja bersama pemerintah Indonesia dan ahli penilai terumbu karang untuk membantu proses regenerasi terumbu karang tersebut.