Kesiapan Sektor Pertanian dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Autonomous tractor / OKEZONE

Dampak perkembangan revolusi industri secara langsung akan berpengaruh terhadap sektor pertanian di Indonesia. Revolusi industri yang berkembang semakin cepat menuntut adanya adaptasi di semua sektor lainnya, termasuk pertanian. Revolusi Industri 4.0 yang sedang berkembang saat ini sudah tidak lagi membicarakan otomatisasi alat, tetapi lebih pada sistem siber fisik atau Internet of Things.

 [Baca juga: Kondisi Pertanian Indonesia, Apakah Bisa Maju?]

Sektor pertanian Indonesia harus siap dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 saat ini. Mekanisasi alat dan mesin pertanian tidak hanya harus bisa berjalan secara otomatis, tetapi juga terintegrasi dengan jaringan internet. Sistem mekanisasi tersebut akan berperan penting dalam mencapai target swasembada pangan yang berkelanjutan. Lalu bagaimana kondisi kesiapan sektor pertanian Indonesia saat ini dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0?

Pengembangan Teknologi

Untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0 tentu pengembangan teknologi menjadi hal yang utama. Kementerian Pertanian sebagai garda terdepan dalam menyikapi revolusi industri ini memiliki tiga perencanaan utama demi tercapainya Indonesia lumbung pangan dunia pada 2045. Tiga perencanaan tersebut adalah pengembangan teknologi untuk memproduksi hasil yang berbeda menggunakan teknik baru, teknologi untuk meningkatkan efisiensi dalam rantai makanan, dan kolaborasi teknologi dan aplikasi lintas industri.

Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian mulai berinovasi dengan mengembangkan teknologi-teknologi cloud computing, mobile internet, dan artificial intelligence yang kemudian akan digabung menjadi teknologi alat mesin pertanian yang lebih modern, misalnya berupa traktor yang mampu beroperasi tanpa operator, pesawat drone untuk deteksi unsur hara, dan robot grafting. Semua teknologi yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas usahatani.

Dengan sentuhan teknologi diharapkan mampu menghasilkan sistem pertanian yang lebih produktif dan berdaya saing. Peningkatan tidak hanya akan meningkatkan jumlah produksi atau panen, namun juga bisa meningkatkan kualitasnya. Salah satu contoh pengembangan teknologi mekanisasi pertanian yang berhasil dibuat oleh Badan Litbang Pertanian sebuah traktor dengan nama Autonomous Tractor. Traktor ini berfungsi mengolah tanah dengan sistem navigasi Real Time Kinematika (RTK) yang akan melakukan pengolahan lahan sesuai perencanaan dengan akurasi 5-25 cm.

Tantangan Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 yang menuntut pengembangan teknologi mekanisasi pertanian tentu juga akan memiliki dampak dan tantangan tersendiri. Salah satu dampak yang sudah terlihat jelas adalah dengan meningkatnya penerapan teknologi pada sistem pertanian modern, maka akan mengurangi tenaga kerja yang dibutuhkan. Walaupun nilai produksinya akan semakin meningkat, tetapi jumlah petani atau tenaga kerja yang dibutuhkan akan jauh lebih sedikit karena sudah tergantikan oleh mesin atau teknologi.

Selain akan berkurangnya kebutuhan tenaga kerja, tantangan yang harus dihadapi sektor pertanian saat ini bukan hanya pemanfaatan lahan atau sumber daya alam lainnya, tetapi harus lebih kepada digitalisasi dalam meningkatkan efektivitas proses. Seluruh stakeholder pertanian yang ada harus lebih terintegrasi, terutama dari sisi yang petani harus lebih mudah untuk mengakses teknologi yang ada. Petani juga harus dituntut untuk mampu beradaptasi dalam hal penggunaan teknologi yang sudah berkembang sangat pesat.

Dalam realitanya memang dapat dilihat jika pemanfaatan dunia digital belum optimal, masih cenderung hanya untuk bersosialisasi. Akses internet di Indonesia juga masih belum merata dari Sabang hingga Merauke, ditambah dengan kecepatan rata-rata internet Indonesia masih sangat kurang dibanding negara lain. Hal tersebut juga menunjukkan masih banyaknya masalah yang perlu diperbaiki di samping melakukan inovasi pengembangan teknologi mekanisasi pertanian yang lebih modern untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0.