Keunggulan Aeroponik untuk Budidaya

Aeroponik kentang / Aditkilus

Sebelumnya mari kita review kembali bebrapa tipe hidroponik. Hidroponik terdiri dari berbagai tipe seperti, aggregate system, water culture, aeroponics, dan continuous flow system. Aggregate system atau teknik agregat media adalah menggunakan media tanam berupa kerikil, pasir, arang sekam, batu bata, dan media lainnya yang disterilkan terlebih dahulu sebelum dipergunakan. Water culture atau teknik larutan statis adalah dengan cara tanaman disemai pada media tertentu bisa berupa ember plastik atau baskom yang dapat dialiri atau tidak dengan larutan bernutrisi. Continuous flow system atau teknik larutan air dilakukan dengan mengalirkan terus-menerus larutan nutrisi dari tangki besar melewati akar tanaman.

Teknik larutan air lebih mudah dalam pengaturannya karena suhu dan larutan bernutrisi dapat diatur dari tangki besar yang bisa dipakai untuk ribuan tanaman.  Salah satu teknik yang banyak dipakai dalam cara Teknik Larutan Alir ini adalah teknik lapisan nutrisi (nutrient film technique) atau dikenal sebagai NFT.

[Baca juga: Budidaya dengan Sistem Hidroponik, Menghasilkan Produk Berkualitas dan Menguntungkan]

Aeroponics (Aeroponik) yaitu tanaman menggantung di udara dan diberi semprotan nutrisi dalam bentuk kabut. Aeroponik merupakan salah satu tipe hidroponik yang cukup berpotensi untuk dikembangkan. Kita ketahui hidroponik itu sendiri memiliki banyak kelebihan untuk produksi tanaman karena produksi tanaman tidak menggunakan tanah sehingga mengurangi potensi terserang hama dan penyakit, cara perawatan yang mudah, menggunakan pupuk cair sehingga tanaman lebih efisien menyerap nutrisi, budidaya secara hidroponik dapat menyesuaikan lahan dan dapat diatur vertikal maupun horizontal. Sedangkan kendalanya ialah dibutuhkan keterampilan khusus dan pemeliharaan yang cukup intensif.

Menggunakan teknologi modern aeroponik membuat budidaya tanaman semakin praktis, tidak perlu menggunakan pestisida, memberikan produksi yang tinggi serta tanaman akan lebih mudah dipanen.

Secara umum, teknis tanaman dengan sistem aeroponik yaitu tanaman digantung di udara sehingga akar menggantung kemudian diberi semprotan nutrisi dalam bentuk kabut. Aeroponik telah digunakan untuk perbanyakan benih kentang unggul yang hasilnya berlipat oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) dan Agritek Tasa Nusantara (ATN). Keberadaan Benih unggul sangat penting karena akan mempengaruhi produktivitas dan kualitas hasil produksi tanaman.

Hasil penelitian lain menyebutkan bahwa tanaman kentang dalam sistem aeroponik menunjukkan pertumbuhan vegetatif yang meningkat cepat, pembentukan umbi yang lebih lama, namun menghasilkan total produksi yang lebih tinggi 2,5 kali. Sedangkan penelitian pada tanaman selada aeroponik dapat mencapai 20 ton/ha produktivitas berat kotor dibandingkan selada konvensional sebanyak 10 ton/ha produktivitas berat kotor.

Budidaya tanaman dengan aeroponik tidak jauh berbeda dengan hidroponik lainnya hanya saja teknik pelarutan nutrisinya menggunakan sistem kabut dengan sprinkle atau pengabut. Jenis tanaman yang dapat dibudidayakan seperti selada, kentang, dan lain sebagainya. Pada saat penyemaian, benih disemai di rockwool yang disusun di tray. Sebelum disemai benih direndam terlebih dahulu untuk inisiasi perkecambahan. Rockwool diberi lubang, tiap lubang ditanam satu benih agar pertumbuhan baik, kemudian benih disimpan diruang gelap agar berkecambah. Setelah tumbuh minimal dua helai daun, benih ditanam di styrofoam yang telah dilubangi bersama rockwool dengan akar menggantung.

Selanjutnya dilakukan pemeliharaan seperti penyulaman, kontrol EC, dan pengendalian OPT secara manual. Tanaman dijaga agar tidak kekurangan atau kelebihan larutan hara karena dapat mempengaruhi fisiologi tanaman. Pengabutan dapat diatur selama beberapa menit dalam satu hari. Tanaman dapat dipanen jika sudah mencapai kriteria panen.

Keunggulan sistem kabut aeroponik ini adalah butiran kabut akan menambat oksigen dari udara sehingga kadar oksigen terlarut dalam butiran meningkat dan proses respirasi pada akar dapat berlangsung lancar menghasilkan banyak energi.