Keuntungan Menanam secara Vertikultur dan Jenis Tanaman yang Bisa Digunakan

Salah satu cara menanam yang perlu Anda coba adalah dengan vertikultur. Vertikultur ini merupakan teknik budidaya tanaman yang dilakukan secara vertikal. Vertikultur biasa diterapkan pada lahan sempit, namun tidak menutup kemungkinan diterapkan di lahan atau pekarangan yang luas. Selain untuk penghias pekarangan dan memanfaatkan lahan yang ada, tidak jarang vertikultur ini juga digunakan sebagai bisnis yang menghasilkan.

[Baca juga: Tips Budidaya secara Vertikultur]

Dalam vertikultur perlu diperhatikan teknik penanamannya. Hal ini karena pembutannya membutuhkan keterampilan khusus, namun tetap bisa dipelajari dan diterapkan semua orang. Vertikultur memiliki banyak keuntungan dan jenis tanaman yang bisa digunakan.

Tidak Membutuhkan Lahan Luas

Vertikultur dapat dijadikan alternatif untuk masyarakat yang tinggal di kota, yang memiliki lahan sempit atau bahkan tidak ada lahan yang tersisa untuk budidaya tanaman. Hal ini karena vertikultur dibuat secara bersusun dan bisa diletakkan dimana saja, misalnya vertikultur bisa diletakkan di teras rumah. Vertikultur ini membuat pemanfaatan lahan lebih efektif.

Mendukung Pertanian Organik

Vertikultur akan mendukung pertanian organik. Hal ini karena pada umumnya diaplikasikan dengan sistem pertanian organik. Pemeliharaan yang diberikan sesuai dengan keinginan Anda, bisa hanya dengan pemberian pupuk organik pada media tanamnya. Pemberian pupuk dapat dikontrol sendiri. Selain itu, pengendalian hamanya bisa dilakukan secara mekanik.

Hasil Lebih Berkualitas dan Sehat

Hasil panen vertikultur bisa ditentutukan sendiri tergantung bagaimana kita memeliharanya. Veltikultur bisa dikatakan sebagai upaya untuk menghasilkan tanaman yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Selain itu, kita tidak akan tergantung dengan pasar lagi karena hasil dari vertikultur itu bisa kita konsumsi sendiri.

Pemeliharaan Lebih Mudah dan Hemat

Pemeliharaan lebih mudah karena lebih mudah dalam mengawasinya. Selain itu, bisa mengurangi penyiangan karena penanaman secara vertikal mengurangi tumbuhnya gulma dan juga karena tanaman dikelompokkan di satu lokasi. Penggunaan pupuk juga akan lebih hemat karena diberikan pada wadah yang terbatas sehingga tidak mudah tercuci oleh hujan. Pada proses pemanenannya vertikultur lebih mudah dijangkau dan menjadi lebih mudah.

Dapat Dipindah dengan Mudah

Vertikultur dapat dipindahkan dengan mudah di tempat yang Anda inginkan. Hal karena vertikultur biasanya tidak langsung ditanam di lahan, tetapi diletakkan di suatu wadah. Namun, saat proses pemindahan harus hati-hati karena tanamannya bisa rusak, patah, dan bahkan tanaman akan mati.

Berestetika dan Mengasah Kreativitas

Vertikultur memiliki keindahan dan daya tarik tersendiri. Vertikultur memiliki segi keindahan dan estetika yang baik dar bentuknya. Selain itu, bahan pembuatan vertikultur sangatlah mudah di temukan dan bisa dari barang bekas. Biasanya digunakan bahan-bahan yang sudah dimodifikasi seperti kayu, bambu, pipa paralon, dan pot kantong plastik. Semua bahan bisa dikreasikan sesuai kreativitas Anda.

Jenis Tanaman untuk Vertikultur

Jenis-jenis tanaman yang dibudidayakan biasanya adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, berumur pendek, atau tanaman semusim, seperti jenis sayur yang memiliki sistem perakaran yang tidak terlalu luas. Selain itu, tanaman bunga ternyata juga bisa digunakan dalam vertikultur.

Jenis tanaman sayur yang bisa digunakan: sawi, selada, kubis, wortel, tomat, terong, dan cabai.

Jenis tanaman bunga yang bisa digunakan: bunga anggrek, mawar, melati, dan sepatu.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Arinda Dwi Yonida

Editor - Mahasiswa Agribisnis UGM - arinda@farming.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published.