Kondisi Lahan Pertanian Indonesia

Lahan pertanian basah atau sawah / Republika

Lahan pertanian adalah sebidang tanah yang digunakan sebagai media budidaya tanaman atau peternakan. Lahan merupakan salah satu sumber daya utama pada usahatani karena dalam proses budidayanya tanaman pasti membutuhkan tempat untuk tumbuh, baik berukuran luas ataupun sempit. Di Indonesia lahan pertanian dapat dibedakan menjadi lahan basah yang biasa berupa lahan sawah dan lahan kering yang biasa berupa ladang dan tegalan.

[Baca juga: Pemanfaatan Lahan Marjinal untuk Ketahanan Pangan Nasional]

Keberadaan lahan pertanian akan menghasilkan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Indonesia yang memiliki tren pertumbuhan penduduk yang tinggi mengakibatkan adanya pergeseran fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman maupun industri. Bagaimana kondisi lahan pertanian Indonesia saat ini?

Lahan Basah (Sawah)

Menurut data BPS, Indonesia memiliki luas lahan sawah pada tahun 2016 seluas 8,18 juta hektar. Lahan sawah ini terdiri dari lahan sawa irigasi seluas 4,78 juta hektar dan sawah non irigasi seluas 3,40 juta hektar. Luas tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 1,16% atau sekitar 100 ribu hektar. Peningkatan luas ini merupakan hal yang positif jika dibarengi dengan peningkatan produktivitas tanamannya. Produksi pangan dapat dikatakan akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan luas lahan dan produktivitasnya.

Provinsi yang memiliki luas lahan sawah terbesar adalah Jawa Timur dengan luas lebih dari 1 juta hektar, disusul Jawa Tengah dengan luas 0,96 juta hektar dan Jawa Barat dengan luas 0,91 juta hektar. Rata-rata petani Indonesia hanya memiliki luas lahan 0,2 hektar. Kondisi ini bisa dikatakan kurang, belum lagi masalah kondisi tanah yang kualitasnya tidak optimal karena penggunaan pupuk kimia dan pestisida. Luas lahan dan kualitasnya merupakan faktor penting untuk meningkatkan produksi semua produk pertanian.

Lahan Kering (Ladang dan Tegalan)

Dari data BPS, luas lahan kering Indonesia tahun 2016 jauh lebih besar dengan total 16,5 juta hektar. Luas tersebut terdiri dari lahan ladang 5 juta hektar dan lahan tegalan 11,5 juta hektar. Walaupun terlihat sangat luas namun total luas tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya 17 juta hektar. Lahan kering biasanya terbentuk karena topografi dan akses air yang sulit dan terbatas sehingga tidak cocok untuk ditanam padi yang identik membutuhkan banyak air.

Walaupun bahan makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia adalah beras yang berasal dari lahan basah, peran lahan kering tidak kalah penting, yaitu menghasilkan produk hortikultura, perkebunan, peternakan, dan kehutanan. Potensi lahan kering di Indonesia harus tetap diperhatikan dan dimanfaatkan, misalnya dengan inovasi pengaplikasian irigasi mikro dan biosilika.

Dalam hal mencukupi kebutuhan pangan yang terus meningkat, tantangan yang dihadapi pada masa yang akan datang tidak hanya terbatas pada upaya peningkatan produksi, tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan. Tantangan ini bisa dijawab dengan memanfaatkan lahan yang belum dimanfaatkan, baik lahan basah maupun lahan kering untuk kegiatan pertanian produktif.

Referensi: Publikasi Statistik Lahan Pertanian, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian 2017