Kondisi Pertanian Indonesia

Kondisi pertanian Indonesia / Pixabay

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah. Sumber daya alam ini berasal dari sektor pertanian, perikanan, peternakan sampai dengan pertambangan seperti minyak bumi, gas alam dan logam. Indonesia memiliki beraneka ragam jenis tanaman, hewan, dan mikroorganisme yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Indonesia seharusnya bisa menjadi negara maju dari semua sektor tersebut, terutama dari sektor pertaniannya.

[Baca juga: Kondisi Pertanian Indonesia, Apakah Bisa Maju?]

Saat ini dengan sumber daya alam yang melimpah ternyata tidak menjamin Indonesia menjadi negara yang maju. Banyak masyarakat terutama petani yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Jika dilihat lebih jauh ternyata banyak hal yang menghambatnya, seperti kurangnya pemanfaatan sumber daya alam yang ada dan rendahnya tingkat ilmu pengetahuan masyarakat tentang potensi alam yang ada. Peran pemerintah pun juga kurang mendukung untuk memajukan sektor ini. Pemerintah kurang membantu petani secara langsung yang menyebabkan petani sulit untuk berkembang.

Indonesia yang berada kawasan yang strategis dan beriklim tropis dengan penyinaran matahari sepanjang tahun ini bisa menjadi keunggulan tersendiri dalam hal pertaniannya. Akan tetapi banyak hal yang bisa dibilang tidak logis, seperti Indonesia sampai sekarang masih saja bergantung pada impor beras untuk memenuhi permintaan beras dalam negerinya sendiri. Padahal sekitar tahun 1980 Indonesia pernah menjadi swasembada beras dan bisa  mengekspor hasil berasnya. Ini menjadi pertanyaan sekaligus cambukan yang cukup keras untuk keadaan pertanian Indonesia saat ini.

Indonesia disamping memiliki sumber daya alam yang melimpah juga memiliki sumber daya manusia yang banyak. Kepadatan penduduk saat ini sudah semakin tinggi dan sulit untuk dikendalikan. Hal ini memicu juga kebutuhan pangan yang semakin tinggi. Namun berlawanan dengan hal tersebut, menurut data Kementan terdapat sekitar 500.000 kepala keluarga yang pindah profesi dari petani menjadi non petani di setiap tahunnya. Hal ini menjadi dapat menjadi batu sandungan Indonesia untuk memajukan sektor pertaniannya. Akan semakin sedikit petani yang akan menghasilkan bahan pangan untuk masyarakat padahal permintaannya akan terus semakin tinggi.

Menurut data ada sekitar 70% masyarakat Indonesia saat ini masih berprofesi menjadi petani. Namun tidak semua mendapatkan kesejahteraan yang layak dan memiliki tingkat produksi yang tinggi. Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terdapat berbagai masalah yang menimpa petani kita saat ini. Yang pertama adalah masalah irigasi yang berdasarkan survei terdapat 52% irigasi yang rusak di wilayah pertanian Indonesia. Yang kedua adalah masalah pupuk yang masih saja sering terlambat pendistribusiannya ke petani. Yang ketiga adalah masalah kurangnya pengadaan alat mesin pertanian yang secara tidak langsung menghambat laju produksi hasil. Yang keempat adalah kurangnya tenaga penyuluh lapangan sehingga para petani banyak yang belum mendapat informasi yang tepat tentang pertaniannya.

Banyak langkah pemerintah yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas sektor pertanian saat ini. Pemerintah menargetkan pada tahun 2018 tidak akan mengimpor beras lagi. Walaupun dalam dua tahun terakhir ini Indonesia dilanda La Nina dan El Nino yang terparah sepanjang sejarah, namun pemerintah masih yakin untuk terus tetap memajukan sektor pertaniannya. Untuk merealisasikan hal tersebut pemerintah akan menjalankan beberapa program seperti pengadaan asuransi pertanian dan jaminan kerja para petani. Selain itu pemerintah juga akan melakukan pembagian bantuan teknologi berupa alat hasil pertanian seperti traktor, mesin tanam dan mesin panen otomatis. Teknologi tersebut diharapkan juga mampu menarik masyarakat muda untuk ikut terjun dalam mengembangkan sektor pertanian. Penggunaan lahan tidur juga menjadi salah satu rencana yang akan dilakukan karena masih banyaknya lahan yang berpotensi tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.

Jika menengok sedikit ke tetangga negara yaitu Thailand, dapat dilihat bahwa Thailand mempunyai produktivitas sektor pertanian yang jauh lebih tinggi dibanding Indonesia. Saat ini petani padi di Indonesia umumnya hanya bisa memanen padinya 1-2 kali dalam setahun sedangkan petani Thailand dapat memanen padinya 1-5 kali dalam setahun. Hal ini terjadi karena di Indonesia memang masih sangat kurang dalam mekanisasi pertaniannya. Petani di Indonesia sebagian besar masih menggunakan sistem pertanian tradisional. Padahal jika dilihat potensi alam yang ada jauh lebih besar berada di Indonesia. Peran petani, kaum muda maupun pemerintah memang sangat penting untuk memajukan sektor pertanian Indonesia saat ini. Semua sisi harus saling berkolaborasi untuk menciptakan kondisi dimana semua potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.