Kopi sebagai Komoditas Ekspor Andalan Indonesia Perlu Ditingkatkan

Tanaman kopi / Pixabay

Indonesia termasuk salah satu negara produsen kopi terbesar di dunia. Indonesia berada pada wilayah tropis dimana lokasi yang optimal untuk budidaya kopi. Indonesia memiliki beragam jenis kopi yang memiliki cita rasa berbeda-beda dari tiap daerahnya. Di samping itu Indonesia memiliki tingkat konsumsi kopi yang tergolong besar yang terutama disebabkan telah meningkatnya taraf hidup dan gaya hidup masyarakat di perkotaan. Indonesia sudah dikenal secara internasional memiliki kualitas jenis kopi terbaik di dunia.

[Baca juga: Industri Pertanian Perlu Dikembangkan di Indonesia]

Terdapat dua jenis kopi utama Indonesia yang menjadi produk ekspor, yaitu jenis robusta dan arabika. Kedua jenis kopi ini memiliki karakteristik dan cita rasa berbeda. Kopi jenis robusta banyak diproduksi di daerah Bengkulu, Sulawesi Selatan, dan Lampung. Sedangkan pada kopi jenis arabika banyak diproduksi di daerah Aceh dan Sumatra Selatan. Namun dari kedua jenis ini, robusta lebih banyak diproduksi dibanding arabika. Komposisi produk tersebut terdiri dari 76,7 persen kopi robusta dan 23,3 persen kopi arabika.

Pada tahun 2016 Indonesia mampu mampu memproduksi kopi sebesar 639 ribu ton. Komoditas kopi ini menyumbang devisa terbesar setelah kelapa sawit, karet, dan kakao. Pada tahun 2016 perkebunan kopi Indonesia memiliki wilayah sekitar 1,24 juta hektar, 933 ribu hektar perkebunan kopi robusta dan 307 ribu hektar kopi robusta. Namun di tahun 2017 ini pemerintah menurunkan target produksi kopi menjadi 637 ribu ton. Hal ini dikarenakan penurunan luas lahan sehingga mempengaruhi kinerja produksi. Penurunan luas lahan diakibatkan oleh banyaknya tanaman yang sudah tua dan rusak sehingga perlu dilakukan peremajaan. Namun damping itu pemerintah juga terus melakukan perbaikan untuk terus meningkatkan produksi kopi dalam negeri.

Permintaan kopi domestik maupun dunia semakin tinggi. Perlu adanya pengembangan inovasi baru di bagian produksi kopi negeri ini. Selain meningkatkan kuantitas biji kopi, standar kualitas juga perlu ditingkatkan karena munculnya inovasi-inovasi teknologi baru dunia.  Hal ini diperlukan karena produksi kopi per hektar Indonesia masih terbilang rendah dibanding negara-negara utama penghasil kopi lainnya, seperti Brasil dan Vietnam. Pada tiap hektar di Indonesia rata-rata hanya akan mampu memproduksi sekitar 707 kilogram.

Produksi kopi Indonesia sebagian besar dihasilkan dari para petani skala kecil. Oleh karena itu pemerintah akan melakukan perbaikan sistem perbenihan dan memberikan sertifikasi pohon induk kepada para petani. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kopi yang dihasilkan dan bisa lebih berdaya saing di pasar. Pada sisi pendanaan, pemerintah juga melakukan upaya agar Kredit Usaha Rakyat (KUR) memiliki spesifikasi khusus untuk sektor perkebunan. Dari sini diharapkan akan meningkatkan kembali nilai produksi kopi Indonesia dari para petani.

Dengan tingginya nilai produksi kopi Indonesia ini membuat prospek yang sangat baik untuk pengembangan industri pengolahan kopi. Karena jika jika dilihat pengembangan industri di sektor pertanian masih perlu ditingkatkan. Industri ini diharapkan dilakukan dengan diversifikasi produk kopi, tidak hanya sebagai minuman tetapi dikembangkan dalam berbagai jenis produk lainnya, seperti perasa makanan, kosmetik, dan farmasi. Dari industri ini juga diharapkan akan lebih menyerap tenaga kerja sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia.

Potensi kopi yang dimiliki Indonesia harus bisa dimanfaatkan secara optimal. Banyak komoditas pertanian yang juga belum dimanfaatkan. Oleh karena itu pemerintah sampai dengan petani harus terus berusaha bersama-sama meningkatkan pemanfaatan potensi yang ada. Kopi juga menjadi peluang besar untuk meningkatkan perekonomian nasional dan menyejahterakan masyarakatnya.