Kuliah di Pertanian, Apa yang Dipelajari dan Bagaimana Prospeknya di Indonesia?

Kuliah pertanian / Hipwee

Di zaman modernisasi dan teknologi seperti sekarang, pelajar jarang yang melirik untuk melanjutkan kuliahnya di faperta (Fakultas Pertanian). Mendengar kata pertanian, kebanyakan orang pasti akan berpikir harus berpanas-panasan, kampungan, kerja di sawah, dan kotor. Orang pasti juga pasti berpikir tidak akan keren dan kekinian jika kuliah di faperta, tidak seperti jika kuliah di kedokteran, hukum, atau fakultas bergengsi lainnya.

[Baca juga: Ayo Menanam! Ini Manfaat Tanaman di Lingkungan Rumah]

Banyak orang yang belum sadar pentingnya belajar dunia pertanian. Pertanian bukan ilmu yang tidak lebih penting dari ilmu lainnya, justru pertanian adalah ilmu yang paling strategis, terutama di Indonesia. Kuliah di faperta tidak kalah menarik dan menantang dibanding fakultas lain. Berikut adalah alasan kenapa Kamu harus memilih kuliah di faperta.

Tidak Selalu Belajar Ilmu Menanam

Jika kuliah di faperta hanya belajar bagaimana cara menanam pohon. Pernyataan itu salah besar. Di faperta, Kamu akan mendapat ilmu yang kompleks, bukan hanya cara menanam, tapi kamu juga mempelajari bagaimana cara mengusahakan tanaman yang kita tanam menjadi sumber penghasilan. Secara umum, di konsentrasi kuliah faperta akan dibagi menjadi beberapa jurusan, seperti budidaya pertanian, ilmu tanah, ilmu hama, mikrobiologi, dan agribisnis. Semua akan dipelajari secara spesifik sesuai pilihan.

Khusus program studi yang saya pilih, yaitu agribisnis, maka kamu bisa belajar ilmu yang sangat kompleks, bukan hanya ilmu dalam bidang pertanian tapi juga akan dipelajari ilmu dalam bidang ekonomi dan sosial. Dalam bidang sosial kita mengkaji mulai dari kehidupan petani dari berbagai aspek seperti kelembagaan, begitu juga bidang ekonominya yang dituntut bisa menguasai ilmu manajemen dan aspek manajerial di bidang pertanian.

Dalam agribisnis terdapat beberapa subsistem mulai dari hulu sampai hilir itulah proses agribisnis itu sendiri, bagaimana memproduksi suatu komoditas hingga sampai ke tangan konsumen akhir atau bagaimana cara kita bisa menjual hasil pertanian kita sehingga kita bisa mendapat keuntungan. Jadi pertanian itu bukan melulu soal padi dan cangkul ada banyak hal lain dipelajari dalam ilmu pertanian.

Tidak Selalu Praktik di Sawah

Praktik kuliah di faperta itu tidak harus selalu di lahan atau sawah dan ini juga tergantung jurusan faperta apa yang dipilih. Memang untuk bisa terjun langsung menangani masalah petani, banyak praktik yang dilakukan di lahan secara langsung. Namun, juga banyak praktik yang hanya di lakukan di dalam ruangan atau laboratorium. Biasanya setiap jurusan memiliki beragam laboratoriumnya sendiri. Di laboratorium ini mahasiswa dapat mempelajari segala hal yang berkaitan dengan dunia pertanian.

Mahasiswa pertanian juga identik dengan laboratoriumnya untuk kegiatan praktikum. Banyak mata kuliah wajib yang mengharuskan mahasiswanya untuk melakukan praktikum. Praktikum adalah hal yang sangat menyenangkan dan sangat cocok dengan Kamu yang suka bereksperimen. Selain laboratorium, faperta biasanya juga memiliki rumah kaca atau green house untuk menunjang kegiatan praktik mahasiswanya.

Kreatif dengan Alam

Sebagai mahasiswa pertanian, nanti Kamu juga akan belajar bagaimana cara memanfaatkan sumber daya yang ada. Apalagi zaman sekarang dengan kondisi masyarakat modern namun lingkungan harus tetap hijau dan produksi oksigen tetap ada. Tidak peduli harus memanfaatkan barang bekas dan juga menanam tanpa menggunakan tanah (hidroponik, aquaponik, aeroponik).

Mahasiswa pertanian itu selalu dituntut berpikiran kreatif dan inovatif. Mereka harus bisa belajar menyesuaikan keadaan segala jenis tanaman, sosialisasi dengan masyarakat, dan perubahan kondisi lingkungan yang sesuai untuk bertanam.

Prospek Kuliah Pertanian di Indonesia

Indonesia merupakan negara agraris, yang memiliki sumber daya manusia dan sumber daya alam dan harus dikelola dengan baik. Tidak selamanya bahan makanan itu disediakan oleh alam, jadi tugas sarjana pertanian adalah bagaimana memenuhi asupan makanan dengan mengolah sumber daya alam yang ada, dan tugas ini akan terus dibutuhkan.

Secara umum, lapangan pekerjaannya sangat luas, mulai dari wirausaha pertanian, PNS (Pegawai Negeri Sipil), dosen, dan peneliti. Bisa juga bekerja di dunia pemerintahan, mulai dari dinas pertanian sampai ke kementerian pertanian. Namun, yang paling menarik adalah menjadi wirausaha, seharusnya lulusan pertanian Indonesia mampu menjadi wirausaha dalam bidang pertanian karena ilmu-ilmu yang diperoleh selama kuliah sangat cocok diaplikasikan dalam kewirausahaan di bidang pertanian, disamping kondisi alam Indonesia yang sudah sangat mendukung.