LEDikan, Inovasi Tingkatkan Hasil Tangkapan Ikan Berkali Lipat

Inovasi alat tangkap bantu terbaru LEDikan / PuslatluhKP

Penangkapan ikan di Indonesia menjadi salah satu sektor penopang penghasilan dalam kehidupan masyarakat pesisir di sepanjang pantai Indonesia. Tidak diragukan lagi bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki garis pantai terpanjang, oleh karena itu laut adalah salah satu sektor ekonomi yang sangat berperan di Indonesia. Dalam periode ini, pemerintahan sangat fokus berupaya meningkatkan dan mengembangkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan. Sebagai bentuk realisasinya adalah dengan program Nawacita  untuk memperkuat jati diri Indonesia sebagai negara maritim.

[Baca juga: eFishery, Inovasi Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis]

Pemerintahan dan masyarakat Indonesia, terutama akademisi selalu berupaya mengembangkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan melalui penemuan berbagai inovasi baru dan aplikatif dengan teknologi modern maupun sederhana. Dalam operasi penangkapan ikan, inovasi teknologi terbaru yang berhasil ditemukan adalah LEDikan.

LEDikan adalah inovasi teknologi terbaru yang ditemukan oleh peneliti dari Badan Riset Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan, Agus Cahyadi, peneliti yang berhasil menerima 25 paten penemuannya. Inovasi teknologi ini digunakan dalam operasi penangkapan ikan terutama untuk nelayan yang menggunakan alat tangkap bagan ataupun alat bantu penangkapan rumpon.

LEDikan sebagai Inovasi

LEDikan merupakan inovasi teknologi yang dirancang untuk membantu nelayan menangkap ikan dengan menggunakan lampu LED (Light Emitting Diode) yang didesain secara khusus. Prinsip kerja alat ini yaitu memanfaatkan spektrum cahaya yang dihasilkan oleh LED untuk menarik plankton-plankton air disekitar bagan atau rumpon yang kemudian mengundang ikan-ikan kecil berdatangan. Secara alamiah wilayah tersebut sudah akan menjadi feeding ground (tempat yang menyediakan pakan) bagi ikan-ikan besar. Selanjutnya, akan terbentuk rantai makanan dan schooling (gerombolan) ikan disekitar bagan atau rumpon. Selain itu, untuk beberapa jenis ikan memiliki sifat fototaksis positif, yaitu ketertarikan terhadap cahaya yang mayoritas dimiliki oleh ikan-ikan pelagis dan ikan-ikan yang beraktivitas di siang hari. Ikan-ikan tersebut akan bergerak dan membentuk schooling (gerombolan) disekitar sumber cahaya. Inovasi LEDikan ini akan membantu menarik ikan pada malam hari, yang mana ikan-ikan fototaksis positif akan menyebar di malam hari agar terhindar dari predator, untuk membentuk gerobolan disekitar bagan atau rumpon yang kemudian dapat terperangkap dalam jaring.

LEDikan dirancang dengan keunggulan yang dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan menjadi berkali lipat. Sebelum dikomersilkan, inovasi teknologi ini sudah Agus sebarkan ke sebanyak 300 nelayan di seluruh daerah di Indonesia seperti Wakatobi, Sulawesi Selatan, Karimun Jawa, Pangandaran, dan lainnya. Kemudian dari praktek langsung ke 300 nelayan tersebut, LEDikan telah memberikan hasil tangkapan yang memuaskan, semula nelayan yang hanya memperoleh 100 kg untuk bagan ukuran 8,5 x 8,5 meter sekali angkat, setelah adanya penggunaan LEDikan, hasil tangkapan yang diperoleh menjadi 500kg sekali angkat yaitu meningkat 5 kali lipat. Bahkan jika sedang musim ikan, hasil tangkapan yang diperoleh nelayan mampu mencapai 1 ton.

Keunggulan LEDikan

Sebenarnya penangkapan ikan menggunakan bantuan alat LACUBA (Lampu Celup Bawah Air) sudah banyak beredar di pangsa pasar. Inovasi LEDikan sendiri merupakan salah satu inovasi teknologi dari LACUBA, namun inovasi ini memiliki keunggulan yang tinggi dibanding dengan lampu-lampu yang umum digunakan. Beberapa keunggulan LEDikan yaitu:

  • Alat ini menggunakan bahan yang renewable sehingga dapat digunakan secara hemat jika dibandingkan dengan lampu biasa.
  • Alat ini juga lebih terang dengan spektrum cahaya Red, Green, Blue (RGB) yang dirancang khusus dan disesuaikan dengan target ikan yang akan ditangkap.
  • Alat ini juga aman digunakan bagi nelayan karena tidak mudah mengeluarkan percikan api atau konslet.
  • Alat ini juga awet dibanding dengan lampu biasa, umur teknis alat ini mampu mencapai 5 tahun.

Inovasi teknologi LEDikan sudah mulai dipasarkan sejak 2016 lalu, yang dipasarkan dengan harga 8,5 juta rupiah untuk ukuran 15 cm x 20 cm dengan daya 145 watt diperuntukkan bagi bagan ukuran 8,5 m x 8,5 m. Seiring perkembangan pemasaran inovasi teknologi tersebut, Agus juga merancang LEDikan untuk penangkapan skala besar dengan ukuran LEDikan 30 cm x 40 cm untuk bagan 16 m x 16 m dengan daya sekitar 400 watt dan tentunya harga yang dipatok menjadi dua kali lipat dibanding dengan LEDikan yang lebih kecil.