Mengenal Timun Suri, Manfaat dan Strategi Pemasarannya

Timun Suri
Timun Suri / Inilah

Timun suri adalah tanaman yang memiliki ciri khas buah berbentuk lonjong atau bulat memanjang dengan kulit buah berwarna kuning terang. Timun suri cukup mudah dijumpai ketika memasuki Bulan Ramadhan, khususnya di beberapa kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bogor, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Buah ini memiliki tekstur daging buah yang sangat lembut, meskipun tidak terlalu manis, buah ini sangat cocok untuk diolah menjadi minuman segar. Ciri khas timun suri ini yang membuatnya disukai masyarakat untuk dijadikan hidangan berbuka puasa.

[Baca juga: Jenis-Jenis Hama Penting pada Cabai dan Cara Pengendaliannya]

Berdasarkan namanya, Timun suri berasal dari keluarga labu-labuan (Cucurbitaceae). Meskipun begitu, masih diperdebatkan apakah kekerabatan timun suri lebih dekat dengan timun (Cucumis sativus) atau melon (Cucumis melo). Tetapi terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa timun suri tidak satu spesies dengan timun, tetapi lebih dekat kekerabatannya dengan melon. Bagaimana pun, penamaan buah ini hanya berdasarkan kearifan lokal masyarakat yang sejak dahulu sudah menamakan buah tersebut dengan sebutan timun suri.

Kandungan Gizi dan Manfaat Timun Suri

Buah timun suri memiliki banyak manfaat untuk manusia. Dalam 100 gram timun suri terdapat 96,32 gram air, 1,26 gram protein, 2,09 gram karbohidrat, 0,89 gram lemak, 768 gram kalsium, 422 gram fosfor, 1.008 gram kalium, dan 24,86 gram vitamin C. Jika seseorang mengonsumsi 100 gram timun suri, maka sebagian besar kebutuhan vitamin C dan kalium telah terpenuhi untuk satu hari. Timun suri juga menjadi sumber air karena mengandung >90% air yang bermanfaat untuk metabolisme tubuh maupun detoksifikasi zat sisa. Maka dari itu, buah ini sangat cocok untuk memulihkan kondisi tubuh setelah berpuasa. Beberapa manfaat lain dari buah timun suri adalah:

  1. Meningkatkan daya ingat. Timun suri juga mengandung vitamin K yang baik untuk kesehatan otak serta mengurangi risiko alzheimer.
  1. Sumber antioksidan. Beberapa zat antioksidan dari timun suri seperti vitamin C dan beta karoten dapat mencegah radikal bebas masuk sehingga baik untuk kekebalan tubuh. Antioksidan juga baik untuk menjaga kesehatan kulit.
  1. Mengandung zat anti kanker. Saponin merupakan zat yang terkandung dalam timun suri dan berfungsi untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh.
  1. Menjaga sistem pencernaan. Kandungan air dan serat membantu melancarkan pencernaan dari masalah susah BAB maupun mag.
  1. Aman untuk penderita diabetes. Karbohidrat dalam timun suri merupakan karbohidrat kompleks yang tidak menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat dengan cepat.

Pemasaran Timun Suri

Meskipun sesama buah yang nikmat sebagai pendamping sirup dan es, timun suri tidak sepopuler saudaranya, yakni blewah. Umumnya, masyarakat lebih menyukai blewah karena terasa lebih manis dan mudah ditemui di luar Bulan Ramadhan. Petani biasanya menanam timun suri 2 bulan menjelang Ramadhan dengan memanfaatkan lahan kosong bekas penanaman padi atau tanaman lain. Hal ini dilakukan karena tingginya permintaan timun suri hanya ketika ramadhan, sehingga sangat sedikit petani yang menanam secara rutin akibat menurunnya permintaan setelah Ramadhan berakhir.

Kelemahan buah ini adalah pada umur penyimpanannya yang singkat sehingga dibutuhkan teknik pemasaran yang tepat. Umumnya petani akan menjual langsung hasil timun suri ke pasar, namun ketika mendekati bulan Ramadhan, pemborong biasanya yang akan langsung datang ke kebun petani timun suri. Selain itu, masyarakat juga sedikit kesulitan untuk mengolah timun suri.  Rendahnya daya simpan dan minat masyarakat terhadap timun suri dapat disiasati melalui diversifikasi produk. Pemilik rumah makan dapat mengolah timun suri menjadi menu minuman segar. Timun suri juga dapat digunakan sebagai bahan dasar kue mengingat teksturnya yang lembut dan mudah hancur.

Referensi: Sunarjono, H., dan R. Ramayulis. 2012. Timun Suri dan Blewah. Penebar Swadaya, Jakarta.