Manfaat Mangrove sebagai Pencegah White Spot pada Udang

Rhizophora mucronata adalah salah satu jenis mangrove yang dapat digunakan sebagai pencegah white spot / dokumentasi pribadi

White spot syndrome virus atau dikenal dengan penyakit bintik putih pada udang yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini menyerang organ lambung, insang, kutikula epidermis, dan jaringan ikat hepatopankreas yang mengakibatkan udang stress dan tidak mau makan sehingga menyebabkan kematian. Udang yang terjangkit penyakit ini dapat cepat menyebarkan virusnya di satu kolam tambak yang sama sehingga penyakit ini sangat merugikan penambak udang akibat terjadinya kematian massal.

[Baca juga: Peluang Besar Pasar Ekspor Komoditas Udang Indonesia]

Penelitian terkait bagaimana mencegah penyakit bintik putih ini sudah banyak dilakukan secara fisik maupun medis, salah satunya penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros – Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Ir. Muliani, M.Si beserta timnya, meneliti jenis mangrove yang mengandung anti Vibrio dan anti White Spot Syndrome Virus (WSSV) sebagai alternatif pencegahan penyakit udang yang lebih ramah lingkungan dari pada penggunaan antibiotik.

Penelitian dimulai sejak tahun 2013 dengan melakukan screening tanaman mangrove sebagai penghasil antibakteri. Pengambilan sampel mangrove untuk screening berasal dari Kab. Maros, Pangkep, Luwu Timur, Takalar, Barru, dan Bone. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil jenis mangrove yang paling potensial mengandung anti Vibrio harveyi sebagai antibakteri adalah Sonneratia alba, S caseolaris, S. lanceolata, Bruguiera gymnorrhiza, dan Rhizophora mucronata.

Penelitian dilanjutkan pada tahun 2014 – 2017 untuk melihat potensi ekstrak mangrove dan toksisitasnya terhadap benih udang windu. Dari penelitian selama kurang lebih 3 tahun tersebut ditemukan informasi bahwa pencegahan WSSV menggunakan ekstrak mangrove lebih efektif melalui penyuntikan dibanding dengan melalui pakan dan perendaman, namun metode ini sulit diaplikasikan di tambak dan hanya cocok diaplikasikan untuk induk udang, Hingga kini, penelitian ini masih dalam tahap percobaan mengaplikasikannya di tambak udang.

BRSDM berharap metode pencegahan White Spot Syndrome Virus (WSSV) dengan memanfaatkan ekstrak mangrove ini dapat diterapkan oleh petani dalam sistem budidaya tambak udang. Selain itu juga diharapkan metode ini dapat bersifat ekonomis untuk meringankan biaya yang harus dikeluarkan oleh petani tambak udang yang kemudian dapat meminimalisir kerugian dan meningkatkan keuntungan dan pendapatan petani tambak udang sehingga dapat meningkatkan pula kesejahteraan petani tambak udang di Indonesia.