Mangrove Samakah dengan Bakau?

Hutan Mangrove / Pixabay

Indonesia merupakan negara dengan luas hutan mangrove terbesar di dunia, yaitu dengan luasan 3.062.300 hektar. Namun sepertinya masyarakat Indonesia belum mengerti benar apa itu mangrove sebenarnya. Dalam masyarakat, istilah mangrove sering kali disamakan dengan bakau atau sebaliknya. Apakah Mangrove dan bakau itu sama? Lalu apakah sebenarnya mangrove dan bakau itu?

Mangrove didefinisikan sebagai varietas komunitas pantai tropik dan subtropik berupa pepohonan atau semak-semak yang tumbuh di daerah yang terkena pasang surut air laut. Istilah mangrove ini tidak hanya tertuju pada satu jenis spesies tertentu, tetapi mencakup semua pohon-pohon atau semak-semak di suatu kawasan yang terkena pasang surut air laut dan membentuk suatu komunitas.

Daerah pertumbuhan mangrove selain terkena fluktuasi pasang surut air laut, umumnya memiliki dasar perairan berlumpur dan juga tidak terkena gelombang serta arus yang kuat. Hidup di daerah berlumpur dengan kadar oksigen terbatas dan kadang tergenang saat pasang membuat tumbuhan mangrove harus beradaptasi. Salah satu bentuk adaptasi tersebut dapat terlihat dari bentuk perakaran tumbuhan mangrove yang khas dan unik. Bentuk-bentuk perakaran yang dimiliki tumbuhan mangrove antara lain seperti terlihat pada gambar berikut:

Akar Tunjang (Stilt Root) Berbentuk Seperti Ceker Ayam / Pixabay
Akar Papan (Buttress Root), Bentuknya Seperti Papan, Keras dan Pipih / Flickr
Akar Napas (Aerial Root) yang Muncul Ke Permukaan / Pixabay
Akar Lutur (Knee Root), Berbentuk Mejalar dan Berlutur-Lutut / Flickr

Ekosistem mangrove memiliki manfaat baik secara fisik, ekologi maupun ekonomi. Secara fisik ekosistem mangrove dapat  menahan sedimen terlarut dari sungai yang dapat memperkecil erosi atau abrasi pantai, menahan badai atau angin kencang dari laut, mengolah limbah beracun, penghasil O2 dan penyerap CO2. Manfaat ekosistem mangrove dilihat dari sisi ekologi antara lain sebagai spawning ground dan nursery ground berbagai jenis ikan termasuk kerang, kepiting dan udang. Selain itu mangrove juga berfungsi sebagai habitat alami dan tempat berlindung berbagai jenis biota air maupun darat.  Sedangkan dari sisi ekonomik, mangrove memiliki manfaat sebagai penghasil kayu dan bahan industri (pulp, tannin, dsb), serta sebagai tempat wisata, penelitian dan pendidikan.

Mangrove bereproduksi dengan secara vivipar di mana buah mengalami perkecambahan semasa masih berada atau menempel pada pohonnya. Setelah matang, buah mangrove yang telah berkecambah akan jatuh ke perairan dan terbawa arus sampai menemukan substrat yang tepat untuk tumbuh dan berkembang. Mengrove terdiri dari berbagai jenis, salah satunya adalah bakau.

Hutan Bakau (Rhizophora sp.) / Flickr

Bakau secara ilmiah dinamai sebagai  Rhizophora sp., merupakan salah satu spesies penyusun kawasan mangrove. Bakau atau Rhizophora sp. merupakan jenis yang dominan menyusun ekosistem mangrove dan  umum  di temukan di garis pantai, cenderung lebih dekat ke laut dari pada ke darat. Bakau merupakan jenis mangrove yang memiliki tipe perakaran tunjang untuk sebagai bentuk adaptasi dari habitat yang mengalami fluktuasi perendaman air karena adanya pasang surut.

Jadi jelas bahwa mangrove dan bakau tidaklah sama. Mangrove tidak merujuk pada spesies tanaman tertentu, tetapi mencakup semua pepohonan atau tanaman yang hidup di habitat yang terkena pasang surut air laut. Sedangkan bakau merujuk pada spesies tertentu, di mana bakau merupakan salah satu penyusun kawasan mangrove.