Masalah Sampah Plastik: Bagaimana dan Sampai Kapan?

Penampakan tumpukan sampah di laut / Flickr

Sampah, sampah, dan sampah. Semua belahan bumi tak urung terhindar dari satu masalah ini. Akan selalu ada sampah dimanapun manusia hidup entah itu sampah organik maupun non organik. Namun yang menjadi sorotan permasalahan disini adalah sampah non organik yaitu jenis sampah yang sulit mengalami penguraian secara biologis, terutama plastik. Penggunaan plastik di bumi ini sudah merajalela sejak lama hingga membuat masyarakat tergantung terhadapnya karena efektif untuk digunakan.

[Baca juga: Kemasan Pengganti Plastik Terbuat dari Rumput Laut]

Namun ketergantungan penggunaan terhadap plastik ini membuat masalah sampahnya terhadap lingkungan, dikarenakan sifat plastik yang sulit untuk terurai, sehingga sampah plastik semakin hari semakin menumpuk di bumi ini. Penumpukan sampah plastik mengakibatkan pencemaran lingkungan di sekitarnya yang dapat mengancam pula kehidupan makhluk hidup lain yang hidup didalam ekosistem lingkungan tersebut. Sebagai contoh, terjadinya penumpukan sampah di laut misalnya, mengakibatkan wilayah laut tersebut tercemar karena dengan adanya plastik, hewan laut dapat tanpa sengaja memakan plastik yang bertebaran di laut yang kemudian dapat mengakibatkan kematian hewan tersebut.

Selain itu plastik dapat merusak terumbu karang dan mengurangi ketersediaan fitoplankton di perairan laut dikarenakan plastik dapat menghalangi sinar matahari yang masuk ke perairan laut yang diperlukan untuk organisme laut yang melakukan fotosintesis. Akibat dari kurangnya ketersediaan fitoplankton sebagai produsen dalam rantai makanan ekosistem laut, maka dapat mempengaruhi ketidak seimbangan dalam rantai makanan tersebut yang dapat berujung terjadinya kematian makhluk hidup lain yang berada di tingkat atasnya.

Saat ini dunia sedang banyak menggalakkan pengurangan penggunaan plastik dengan membuat inovasi – inovasi efektif pengganti plastik. Di negara – negara maju, sudah banyak warganya yang memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungannya sehingga mereka meminimalisir penggunaan plastik dalam kegiatan sehari – hari. Namun hal ini masih sulit dilakukan oleh negara – negara berkembang, seperti salah satunya yaitu negara kita, Indonesia.

Sampah Plastik di Indonesia

Indonesia menjadi salah satu negara penghasil sampah plastik yang besar. Masyarakat Indonesia masih banyak yang belum memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Bahkan banyak sampah – sampah yang dibuang sembarangan di sungai. Hal tersebut mengakibatkan sampah kemudian terbawa arus hingga ke laut. Di laut mengalami penumpukan menuju perairan samudera akibat sampah terbawa arus.

Permasalahan sampah plastik yang terjadi saat ini tidak akan terselesaikan hingga manusia tiap individu memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungannya masing-masing. Pengelolaan sampah plastik tidak hanya dapat dilakukan oleh satu individu saja, hal tersebut perlu dilakukan oleh seluruh individu yang hidup di tempat tersebut. Berbeda dengan melakukan pengurangan penggunaan terhadap plastik, hal tersebut setiap individu mampu melakukannya sendiri.

Sebagai contoh kasus tersebut yaitu misalnya suatu desa yang sudah menerapkan pengelolaan sampah plastik dengan cara menyediakan tempat sampah yang membedakan jenis sampahnya. Namun kesadaran masyarakatnya masih kurang sehingga masih membuang sampah sembarangan atau membuang sampah tidak pada tempat sampah sesuai dengan jenis sampahnya. Kasus tersebut menandakan bahwa pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan hanya oleh satu individu saja. Kasus kedua misalnya, dalam satu desa tersebut mayoritas masyarakat saat belanja membawa kantong belanja sendiri yang terbuat dari kertas. Kasus kedua tersebut menandakan bahwa kesadaran setiap individu untuk tidak bergantung terhadap penggunaan plastik sangat diperlukan dan hal tersebut dapat menghasilkan sampah plastik di desa tersebut berkurang.

Dengan kata mudah, sampai kapan permasalahan sampah plastik ini akan berakhir? Sampai setiap individu memiliki kesadaran masing – masing untuk peduli terhadap lingkungannya, kebersihan dan kelestarian lingkungannya. Adanya kesadaran tersebut akan membuat masing – masing individu tidak akan tergantung terhadap penggunaan plastik dan pasti akan mencari alternatif lain untuk pengganti plastik. Hal tersebut juga mampu meningkatkan ide kreatif untuk mengganti bahan baku selain plastik.

Jika manusia terus – menerus merusak bumi yang merupakan tempat hidupnya, akankah suatu saat manusia mampu bertahan hidup di tempat tinggal yang telah rusak? Hal tersebut dapat memiliki arti yang sama yaitu manusia perlahan – lahan telah menghancurkan hidupnya sendiri.

Maka dari itu mulailah dari dirimu sendiri untuk peduli terhadap lingkunganmu di bumi ini.

“Alam dapat hidup tanpa manusia.

Namun, manusia tidak dapat hidup tanpa alam”