Menengok Beberapa Komoditas Unggulan Pertanian Indonesia dan Perkembangannya

Sektor pertanian Indonesia terus memberi kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Pertanian di indonesia dapat dikatakan sebagai roda penggerak perekonomian nasional. Selain menghasilkan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pertanian juga sedang menjadi prioritas untuk ditingkatkan produktivitasnya. Saat ini sektor pertanian Indonesia dari sisi produksi merupakan sektor kedua paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, setelah industri pengolahan.

[Baca juga: Peran Penyuluh dalam Pembangunan Pertanian Indonesia]

Terdapat berbagai komoditas pertanian yang menjadi unggulan Indonesia. Komoditas ini menjadi sumber pendapatan negara dan mampu menyejahterakan rakyatnya. Ekspor hasil pertanian ini juga menjadi salah satu usaha untuk memasarkan dan juga memperkenalkan berbagai komoditas pertanian dari Indonesia ke seluruh dunia. Berikut adalah beberapa komoditas pertanian unggulan dari Indonesia.

Kopi

Indonesia termasuk salah satu negara produsen kopi terbesar di dunia. Indonesia berada pada wilayah tropis dimana lokasi yang optimal untuk budidaya kopi. Jenis kopi yang banyak ditanam oleh para petani di Indonesia adalah kopi robusta dan arabika. Kopi dari Indonesia juga dinilai sebagai kopi dengan kualitas dan cita rasa terbaik didunia. Negara tujuan ekspor kopi arabika terbesar adalah ke pasar Eropa dan Amerika, sedangkan kopi robusta adalah pasar Asia, Eropa Timur, dan Timur-Tengah.

Pada tahun 2016 perkebunan kopi Indonesia memiliki wilayah sekitar 1,24 juta hektar, 933 ribu hektar perkebunan kopi robusta dan 307 ribu hektar kopi arabika. Namun di tahun 2017 ini pemerintah menurunkan target produksi kopi menjadi 637 ribu ton. Hal ini dikarenakan penurunan luas lahan sehingga mempengaruhi kinerja produksi.

Biji Kakao

Biji kakao termasuk dalam komoditas yang selalu menjadi langganan untuk diekspor. Biji kakao merupakan bahan baku utama untuk membuat cokelat. Melimpahnya hasil perkebunan kakao di tanah air membuat kakao banyak di ekspor keluar negeri. Sejak tahun 2002 Indonesia telah aktif dalam ekspor biji kakao ini dengan negara tujuan terbesar seperti Amerika Serikat, India, Belanda, dan Malaysia.

Kualitas biji kakao dari Indonesia juga tidak kalah dari negara yang lainnya. Namun, karena komoditas pertanian ini ekspornya masih berupa bahan mentah membuat harga jualnya masih rendah jika dibandingkan dengan produk olahannya yang berupa cokelat.

Kelapa Sawit

Indonesia adalah salah satu negara pemasok minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) terbesar di dunia. Jumlah ekspor kelapa sawit pada tahun 2016 mencapai USD 17,8 miliar atau setara dengan 231,4 triliun, dengan produksi mencapai 31 juta ton. Kelapa sawit dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk industri minyak goreng, sabun, kosmetik, dan juga obat-obatan. Lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia terpusat di pulau Sumatera dan Kalimantan.

Pada satu dan dua tahun terakhir Indonesia aktif membuka pasar kelapa sawit dengan mendatangi berbagai negara yang bukan merupakan pasar tradisional Indonesia. Selain itu, terkait dengan isu produktivitas dan strategi perdagangan minyak kelapa sawit di tingkat internasional, terdapat kendala masih rendahnya produktivitas perkebunan rakyat. Oleh karena itu, pemerintah sudah mulai menjalankan kebijakan untuk peremajaan kelapa sawit.

Karet

Karet juga menjadi salah satu komoditas pertanian unggulan Indonesia yang di ekspor keluar Negeri. Sebagai salah satu produsen karet terbesar di dunia tentu jumlah suplai karet Indonesia sangat penting dan berpengaruh untuk pasar global. Karet Indonesia lebih besar di produksi oleh petani-petani kecil dibanding perkebunan pemerintah dan swasta. Daerah penghasil karet utama adalah Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat.

Sejak tahun 2000, Indonesia sudah aktif dalam ekspor karet ke negara tujuan seperti Jepang, Singapura, Amerika Serikat, dan Jerman. Namun, pemerintah Indonesia dipandang perlu melakukan riset and development di bidang industri perkaretan. Hal ini karena hingga kini kemampuan R&D karet Indonesia masih sangat lemah bahkan tertinggal dari negara ASEAN lainnya yang sama-sama sebagai produsen karet dunia. R&D sangat penting dalam menunjang kemajuan industri karet di tingkat nasional maupun internasional.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Arinda Dwi Yonida

Editor - Mahasiswa Agribisnis UGM - arinda@farming.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published.